Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Trump dan Putin Bahas Perjanjian Senjata Nuklir di Paris

12 Nov. 2018, 22.37.07

​Trump dan Putin Bahas Perjanjian Senjata Nuklir di Paris

Washington, sentananews.com

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan Prtesiden Rusia Vladimir Putin membahas sejumlah masalah, termasuk Traktat Pasukan Nuklir Tingkat Menengah (Perjanjian INF), perdagangan serta situasi di Suriah, Arab Saudi, Afghanistan, China dan Korea Utara (Korut) dengan para pemimpin asing.

Menurut Sekretaris Pers Gedung Putih, Sarah Sanders, pertemuan itu berlangsung di sela-sela acara peringatan berakhirnya Perang Dunia I yang berlangsung di Paris, Prancis.

"Saat makan siang, Presiden duduk bersama Presiden Prancis,(Emmanuel) Macron, Kanselir Jerman, (Angela) Merkel, dan Presiden Putin, dan banyak pemimpin dunia lainnya," kata Sanders, seperti dilansir Sputnik pada Senin (12/11).

"Para pemimpin membahas berbagai masalah, termasuk perjanjian INF, Suriah, perdagangan, situasi di Saudi, sanksi, Afghanistan, China, dan Korut. Mereka melakukan diskusi yang sangat baik dan produktif selama dua jam makan siang," tambahnya.

Putin sendiri sebelumnya mengatakan bahwa ia telah melakukan percakapan yang baik dengan Trump di Paris.

Lebih dari 60 kepala negara dan pemerintah, termasuk Trump, Putin dan Merkel berkumpul di Paris pada hari Minggu untuk mengikuti parade militer dan forum perdamaian yang diselenggarakan oleh Macron yang menandai peringatan 100 tahun berakhirnya Perang Dunia I.

Editor: Syarief


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Pompeo: Penarikan Pasukan AS dari Suriah Hanya Perubahan Taktik​
International
Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo mengatakan, bahwa penarikan pasukan AS seperti yang direncanakan bukan perubahan dalam mi...
Bendungan di Brasil Jebol, 115 Orang Tewas 248 Hilang
International
Jumlah korban tewas dalam insiden jebolnya bendungan di Kota Brumadinho, Brasil dilaporkan telah bertambah menjadi 115 orang pa...
​Rouhani Kecam 'Komplotan' AS di Kasus Venezuela
International
Presiden Iran, Hassan Rouhani, menuduh Amerika Serikat (AS) berkomplot melawan pemerintahan Nicolas Maduro dan rakyat di Venezu...
​Bunuh Lima Orang, Pria Bersenjata di Florida Serahkan Diri
International
Seorang pria bersenjata membunuh lima orang di sebuah bank di Florida tengah pada Rabu kemudian menghubungi polisi untuk mengab...
​Gelombang Panas Renggut Tujuh Nyawa di Australia
International
Gelombang panas yang mencengkeram Australia selama tujuh hari terakhir telah menyebabkan tujuh orang meninggal dunia. Gelombang...
​Pasukan AS Tinggalkan Pangkalan Suriah
International
Penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) pertama telah meninggalkan sebuah pangkalan di Sutiah timur laut pasca Presiden Donald T...
​Amerika Serikat Dilanda Badai Salju
International
Badai salju selepas Natal mengakibatkan sedikitnya dua orang meninggal di Amerika Serikat (AS). Akibatnya ribuan wisatawan terj...
​Telepon Erdogan Jadi Penyebab Mundurnya Menhan AS
International
Panggilan telepon yang dilakukan Presiden Turki, Tayyip Erdogan kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengenai sit...
​Turki: Konstitusi Suriah Diatur Negara Lain
International
Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu melemparkan kritikan keras kepada negara-negara lain yang berusaha untuk merancang ...