Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Trump: Tak Ada Lagi Dialog dengan Korut

31 Agu 2017, 14.14.11

​Trump: Tak Ada Lagi Dialog dengan Korut

Washington, sentananews.com

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan dialog bukanlah jawaban atas kebuntuan ketegangan dengan Korea Utara (Korut). Pernyataan ini dilontarkan Trump sehari setelah Korut melakukan uji coba rudal yang melintasi daratan Jepang.

"AS telah berbicara dengan Korut, dan membayar uang pemerasan tersebut, selama 25 tahun. Berbicara bukan jawaban untuk Korut!," cuit Trump dalam akun Twitternya seperti dikutip dari Reuters, Kamis (31/8).

Pernyataan Trump mengenai "pemerasan" ke Korut tampaknya mengacu pada bantuan AS sebelumnya ke negara tersebut.

Sebuah laporan Badan Riset Kongres AS antara tahun 1995 sampai 2008, AS memberikan bantuan lebih dari US$ 1,3 miliar kepada Korut. Sedikitnya lebih dari 50 persen untuk makanan dan sekitar 40 persen untuk bantuan energi. Bantuan tersebut merupakan bagian dari kesepakatan nuklir yang kemudian dilanggar Korut.

Sejak awal 2009, AS hampir tidak menyediakan bantuan ke Korut, meskipun secara berkala telah ada diskusi tentang melanjutkan bantuan pangan berskala besar.

Sebelumnya, Trump mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa semua opsi telah ada di atas meja. Trump telah bersumpah untuk tidak membiarkan Korut mengembangkan rudal nuklir yang bisa menyerang daratan AS.

Tweet terbaru Trump ini lebih mengejutkan daripada ucapannya pada minggu lalu. "Saya menghargai kenyataan bahwa ia mulai menghormati kami dan mungkin sesuatu yang positif bisa terjadi," cuitnya kala itu merujuk pada pemimpin Korut Kim Jong-un.

Dikecam PBB

Sementara Dewan Keamanan PBB mengecam peluncuran rudal balistik Korea Utara (Korut) di atas wilayah Jepang. DK PBB menyebut tindakan tersebut keterlaluan dan menuntut agar Pyongyang tidak meluncurkan rudal lagi serta meninggalkan semua senjata dan program nuklir.

Dalam sebuah pernyataan, 15 anggota Dewan Keamanan mengatakan bahwa "sangat penting" bahwa Korut segera melakukan tindakan nyata untuk mengurangi ketegangan. DK PBB juga meminta semua negara untuk menerapkan sanksi PBB terhadap Pyongyang.

"Dewan Keamanan selanjutnya mengecam Korut karena tindakannya yang keterlaluan dan menuntut agar Korut segera menghentikan semua tindakan tersebut" bunyi pernyataan yang dikeluarkan oleh DK PBB.

"Dewan Keamanan menekankan bahwa tindakan Korut ini tidak hanya menjadi ancaman bagi wilayah tersebut, namun juga untuk semua negara anggota PBB," demikian bunyi pernyataan tersebut seperti dilansir dari Al Arabiya, Kamis (31/8).

Dewan tersebut juga menyatakan komitmennya terhadap solusi damai, diplomatik dan politis. "Dunia bersatu melawan Korut, tidak ada keraguan tentang hal itu, sekarang saatnya rezim Korut mengenali bahaya yang mereka hadapi. Amerika Serikat (AS) tidak akan membiarkan pelanggaran hukum mereka berlanjut," kata Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley mengatakan kepada dewan tersebut.

Duta Besar China untuk PBB, Liu Jieyi, meminta semua pihak untuk menahan diri dan hindari tindakan saling provokatif yang dapat memperburuk situasi regional.

Sedangkan Duta Besar Rusia Vassily Nebenzia mengatakan kepada dewan bahwa tidak ada solusi militer terhadap isu-isu yang mengganggu Semenanjung Korea.

DK PBB awal bulan ini dengan suara bulat memberlakukan sanksi baru terhadap Korut. Sanksi itu dapat memangkas sepertiga dari pendapatan ekspor tahunan Korut sebesar USD3 miliar. Sanksi dijaruhkan setelah Pyongyang menggelar dua peluncuran rudal jarak jauh di bulan Juli.

editor: Syarief


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Serangan AS ke Suriah Tambah Ketegangan di Timteng
International
Pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia (UI), Dr Yon Machmudi mengatakan, serangan pasukan Amerika Serikat dan sekutun...
Amerika Serikat Mulai Serang Suriah
International
Amerika Serikat mulai melancarkan serangan militer ke Suriah sebelum fajar menyingsing pada Sabtu, dan suara ledakan keras berg...
​Jadi Mata-mata Rusia, Estonia Penjarakan Dua Warga
International
Badan keamanan dalam negeri Estonia KaPo, Kamis, mengumumkan dalam laporan tahunannya bahwa negara Baltik tersebut memenjarakan...
​Mensos Nilai Kearifan Lokal Jaga Kerukunan Antar Warga
International
Menteri Sosial Idrus Marham mengungkapkan bahwa fungsi Kearifan Lokal yang dimiliki masyarakat Asmat Papua dapat menjaga keruku...
Jet F-16 Israel Jatuh Ditembak Pasukan Suriah
International
Sebuah jet tempur F-16 milik Israel jatuh di bagian utara negara tersebut, Sabtu (10/2). Insiden ini terjadi karena "tembakan a...
Myanmar Bantah Laporan Soal Kuburan Massal
International
Laporan tentang keberadaan lima kuburan massal Rohingya di sebuah desa di Rakhine, wilayah perbatasan yang luluh lantak akibat ...
Trump: Departemen Kehakiman dan FBI Memihak Demokrat
International
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh para pemimpin Departemen Kehakimannya dan FBI bias secara politik dengan mem...
China Akan Perpanjang Jalan Sutra Lintasi Kutub Utara
International
China berharap dapat bekerja sama dengan semua pihak dalam membangun gagasan mengembangkan jalur pengiriman melintasi Kutub Uta...
​Diancam Korut, AS Kerahkan 3 Bomber B-2 ke Guam
International
Guna mendukung misi "Bomber Assurance and Deterrence" Komando Pasifik AS, Militer Amerika Serikat (AS) mengerahkan tiga pesawat...