Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Turki: Konstitusi Suriah Diatur Negara Lain

17 Des. 2018, 0.04.29

​Turki: Konstitusi Suriah Diatur Negara Lain

Ankara, Sentananewsw.com

Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu melemparkan kritikan keras kepada negara-negara lain yang berusaha untuk merancang konstitusi baru Suriah atas masyarakat Suriah.

Cavosuglu menuturkan, beberapa negara dalam sejumlah kesempatan, termasuk dalam pembicaraan damai di Astana, Kazakstan, menuturkan bahwa mereka sedang merancang konsitusi baru Suriah. Mereka beralasan sudah mendapat izin dari sejumlah kelompok yang mengatasnamakan warga Suriah.

Dia menegaskan, hanya warga Suriah saja yang berhak menentukan ke arah mana mereka ingin berjalan dan bentuk pemerinatah seperti apa yang mereka inginkan.

"Sekutu dari koalisi kami, mereka memiliki sebuah pertemuan kelompok kecil mereka sendiri (di Astana)," kata Cavusoglu dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (16/12).

"Dari waktu ke waktu mereka mencoba menyusun konstitusi untuk Suriah dan di masa lalu, di Astana, beberapa negara juga mencoba itu, tetapi kami menentang penyusunan konstitusi atas nama rakyat Suriah oleh yang lain. Jadi, biarkan mereka menyusun konstitusi mereka sendiri," sambungnya.

Penyusunan konstitusi Suriah yang baru, yang diatur untuk menjadi bagian dari penyelesaian politik konflik bersenjata di negara itu, diperkirakan akan didelegasikan kepada komite konstitusi Suriah yang sejauh ini belum ditetapkan.

Sementara itu, dikesempatan yang sama, Cavusoglu juga menyebut Amerika Serikat (AS) memiliki rencana untuk menarik mundur pasukan dari Suriah, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Serang Idiib, ​Rezim Assad Bombardir Pemukiman dan Pasar
International
Kota-kota di Idlib mulai luluh lantak. Serangan pasukan Syria dan sekutunya, Rusia, setiap hari memakan korban belasan hingga p...
​Macron: Dunia Akan Berada di Ambang Perang
International
Dunia akan memasuki krisis besar dan berada di ambang perang, kata Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam pidato pada Selasa (1...
​Meski Demo Besar, RUU Ekstradisi China Tetap Berlaku
International
Meski telah memicu demo besar-besaran hingga sekitar sejuta orang di Hongkong sejak hari Minggu lalu, rancangan udang-undang (R...
Aksi Protes di Hong Kong Meluas ke Sydney
International
Aksi rakyat Hong Kong terhadap langkah mengizinkan ekstradisi ke China Daratan meluas ke Sydney pada Minggu, dengan para migran...
 ​Penyataan Dubes AS Soal Tepi Barat Dikecam
International
Sejumlah tokoh oposisi Israel melemparkan kecaman atas pernyataan yang dilontarkan oleh Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk I...
​Australia Sita Properti Milik Warga China
International
Kepolisian Australia mengungkapkan, tiga properti milik seorang warga China disita pemerintah setempat setelah investigasi bers...
​China Tuding AS Lakukan 'Terorisme Ekonomi'
International
China menuding Amerika Serikat melakukan "terorisme ekonomi" secara terang-terangan menyusul hubungan perang dagang yang kian s...
​Pompeo: Penarikan Pasukan AS dari Suriah Hanya Perubahan Taktik​
International
Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo mengatakan, bahwa penarikan pasukan AS seperti yang direncanakan bukan perubahan dalam mi...
Bendungan di Brasil Jebol, 115 Orang Tewas 248 Hilang
International
Jumlah korban tewas dalam insiden jebolnya bendungan di Kota Brumadinho, Brasil dilaporkan telah bertambah menjadi 115 orang pa...