Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Twitter Tutup 125.000 Akun Terkait Terorisme

6 Feb. 2016, 16.11.57

Twitter Tutup 125.000 Akun Terkait Terorisme

​San Francisco, Sentananews.com/Xinhua-OANA

Twitter pada Jumat (5/2) menyatakan media sosial itu telah menutup 125.000 akun yang terutama memiliki kaitan dengan kelompok yang dikenal dengan nama IS sejak pertengahan 2015.

Jaringan media sosial tersebut, yang berpusat di Kota Pantai AS San Francisco dengan lebih dari 500 juta pengguna di seluruh dunia, menyatakan dalam satu "tweet" bahwa kebijakannya tak mengizinkan pengguna Twitter mendorong terorisme.

Twitter, jika dibandingkan dengan jaringan lain sejenisnya yang berpusat di AS, telah dipandang sebagai lebih enggan untuk mencampuri isi yang diposting oleh pengguna.

Dalam sejarahnya selama hampir 10 tahun, jaringan tersebut telah memiliki sistem yang menentang pornografi anak-anak.

Menurut satu laporan yang disiarkan pada 2015 oleh Brookings Institution, kelompok pemikir yang berpusat di Washington DC, IS dikatakan memiliki sedikitnya 46.000 akun aktif Twitter selama masa tiga-bulan pada 2014.

Tekanan atas Twitter agar mengekang propaganda oleh IS dan kelompok garis keras lain berasal dari Pemerintah AS serta organisasi non-pemerintah dan per orang, kata Xinhua yang dipantau Sentana di Jakarta, Sabtu siang (06/02). Pada Januari, jaringan sosial itu dituntut oleh janda seorang warga negara AS yang tewas dalam satu serangan terhadap pusat pelatihan polisi Jordania.

Penuntut tersebut dilaporkan menuduh Twitter mempermudah IS untuk mendorong kekerasan.

Namun Twitter pada Jumat menyatakan jaringan itu "selalu berusaha menjaga keseimbangan antara pelaksanaan Peraturan Twitter kami sendiri yang mencakup melarang prilaku, keperluan sah pelaksana hukum, dan kemampuan pengguna untuk berbagi pendapat secara bebas termasuk pandangan yang mungkin tak disetujui oleh orang lain atau dikatakan menyerang".

Sementara itu, jaringan tersebut menyatakan telah meningkatkan ukuran tim yang mengkaji laporan yang berkaitan dengan terorisme, dengan tujuan mengurangi masa reaksinya.

"Kami juga meneliti akun lain yang serupa dengan yang dilaporkan dan meningkatkan piranti yang layak untuk memerangi 'spam' ke permukaan akun lain yang berpotensi melakukan pelanggaran untuk kajian oleh anggota kami," katanya. Twitter mengklaim, "Kami sudah melihat hasilnya, termasuk peningkatan dalam pembekuan akun dan jenis kegiatan untuk mematikan Twitter."

Twitter, yang mengakui tak ada "algoritme magis" untuk mengidentifikasi isi terors di Internet, mengatakan jaringan tersebut akan "terus secara agresif melaksanakan Peraturan kami di bidang ini."

Editor : Andrew Santiago


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

 Parade Militer Iran Diserang Dua Pria Bersenjata, 8 Tewas
International
Dua pria bersenjata menyerang parade militer di kota Ahvaz, Iran barat daya, Sabtu (22/9). Serangan tersebut menewaskan sedikit...
Bawa Rudal Berpandu, Kapal Perang AS Masuk Laut Hitam
International
Kapal perang Amerika Serikat (AS), USS Carney, yang membawa peluru kendali (rudal) berpandu telah memasuki Laut Hitam. Armada K...
China Tahan Sejuta Warga Uighur di Kamp Rahasia
International
Tabloid yang dikelola negara China mengklaim pemerintah telah mencegah "tragedi besar" di Xinjiang dengan memperjuangkan keaman...
​AS: Serangan Atas Basis Militer Suriah Tanggungjawab Israel
International
Amerika Serikat (AS) menegaskan bahwa serangan terhadap basis militer Suriah dan basis milisi pro-pemerintah Suriah dilakukan o...
​AS Dituding Serang Basis Militer Suriah
International
Media pemerintah Suriah melaporkan bahwa koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) telah melakukan serangan terhadap basis militer ...
​Gencatan Senjata Diwarnai Bom Bunuh Diri, 21 Tewas
International
Aksi bom bunuh diri mengguncang Afghanistan timur di tengah perayaan gencatan senjata dalam rangka Idul Fitri. Sedikitnya 21 or...
​​Pangkas Subsidi, Mesir Naikkan Harga BBM Hingga 50 Persen
International
Mesir memutuskan untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 50 persen menyusul imbauan International Monetary Fund (...
Papua Nugini Rusuh, Pemerintah Tetapkan Keadaan Darurat
International
Papua Nugini mengumumkan keadaan darurat, membekukan pemerintah provinsi dan mengirim pasukan bersenjata untuk memulihkan keter...
​Lagi AS Bombardir Basis Al-Qaeda di Libya
International
Komando Amerika Serikat (AS) di Afrika atau AFRICOM menyatakan mereka kembali melakukan serangan terhadap basis al-Qaida di sem...