Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Untuk Pertama Kali Obama Kunjungi Masjid AS

4 Feb. 2016, 9.04.22

Untuk Pertama Kali Obama Kunjungi Masjid AS

Washington, Sentananews.com/AFP

Sesudah tujuh tahun kepemimpinannya, Barack Obama dijadwalkan melakukan kunjungan pertamanya ke masjid di Amerika Serikat pada Rabu (3/2), untuk memberikan bantahan atas pidato kasar politisi Partai Republik mengenai Muslim selama musim kampanye pemilihan presiden.

Obama, yang kakeknya pindah ke agama Islam, akan mengunjungi masyarakat Islam masjid Baltimore, tempat dia akan bertemu dengan pemimpin mereka dan memberikan pendapatnya.

Dia telah mengunjungi masjid di Malaysia, Indonesia dan Mesir saat menjabat sebagai presiden, namun belum pernah mengunjungi satu dari dua ribu lebih tempat peribadatan agama Islam tersebut di negerinya.

Pada 2009, saat baru terpilih menjadi presiden, Obama mengunjungi Kairo dan menyebut kunjungan itu sebagai "permulaan baru" dengan dunia Muslim.

Banyak agenda kebijakan luar negeri Obama yang memfokuskan dalam mempererat ikatan dengan negara muslim, dari membuat pernjanjian nuklir dengan Iran hingga mengakhiri perang di Iraq dan Afganistan.

Namun upaya itu terhalang oleh konfontasi berkelanjutan dengan kelompok bersenjata dan serangan militer di Afganistan, Iraq, Libia, Pakistan, Somalia, Suriah dan Yaman.

Upayanya terakhir untuk meredakan hubungan antaragama berasal dari debat pemilu dinodai gambaran Amerika dan serangan ekstimis di San Bernardino dan Philadelphia mengancam solidaritas antaragama setelah kejadian 9/11.

Enam hari setelah serangan tahun 2001 di New York dan Waashington, kemudian presiden George W. Bush mengunjungi Pusat Islam Washington dan mendeklarkan "Islam adalah kedamaian." Pada saat ini, calon presiden dari Partai Republik Donald Trump telah membujuk pemilih konservatif dengan menuntut sebuah pelarangan untuk imigran muslim, sementara Ted Cruz menganjurkan penerimaan khusus kristiani dan memperjuangkan "nilai Yahudi-Kristen".

"Kita melihat semua sayap kanan ini pembenci anti-Muslim. Ini adalah waktu yang sempurna untuknya," kata Riham Osman dari Dewan Hubungan Publik Muslim, sebuah kelompok advokasi.

Hukum Gedung Putih tertarik untuk menawarkan sebuah gambaran Amerika yang menekankan tradisi sekular dan berlawanan dengan "pidato pecah-belah" partai Republik.

Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan Obama akan "menegaskan peran penting Muslim Amerika dalam masyarakat kita" dan berpendpat bahwa "warga Amerika yang taat hukum harus bisa menyembah Tuhan dengan cara yang mereka lihat." "Dan mereka tidak harusnya mengejek orang lain, apalagi sesorang yang bercita-cita memimpin negara," tambah Earnest.

"Kami telah melihat sebuah alaram kesudian dari sebagian partai Republik untuk mencoba meminggirkan orang yang taat hukum, patriotik muslim Amerika, dan itu menghina," katanya.

Obama juga ingin mengemukakan kembali kasusnya seperti kelompok IS menyesatkan Islam dan tidak mencerminkan muslim kebanyakan.

Amerika Serikat menjadi rumah bagi sekitar 3,3 juta muslim.

Berdasakan atas Pusat Segitiga pada Terorisme dan Keamanan Tanah Air, sekitar 81 muslim Amerika terlibat dalam kelompok ekstrimis pada 2015.

Namun, Obama berharap dapat memanggil para pemimpin muslim untuk menangkal paham radikal.

"Kami tahu ada kelompol eksrtimis seperti ISIS yang mencari anggota menggunakan sosial media," kata Earnest.

"Tentu saja para pemimpin Muslim memiliki keinginan kuat untuk menghalang hal itu terjadi," katanya.

"Saya tahu keamanan nasional akan mucul dalam pidatonya karena keadaan sekarang," kata Osma, "Saya harap dia tidak akan melakukannya." "Hal itu membuat saya marah sedikit karena ini pertama kali dia datang mengunjungi mesjid, dan di sana ada anak yang tumbuh setelah era 9/11 dan kepercayaan mereka terus menghubungkan keamanan nasional dan tindakan ekstrimis," katanya.

Editor: Aditya Pratomo


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Turki: Konstitusi Suriah Diatur Negara Lain
International
Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu melemparkan kritikan keras kepada negara-negara lain yang berusaha untuk merancang ...
​Teheran Bantah Persenjatai Kelompok Houthi
International
Teheran membantah telah mempersenjatai pemberontak Yaman, Houthi, yang memerangi pasukan pro-pemerintah di negara itu. Hal itu ...
​Peretasan China Terhadap AS Makin Marak
International
Pejabat intelijen Amerika Serikat mengatakan pada Selasa bahwa gerakan dunia maya China di Amerika Serikat meningkat dalam bebe...
Serbu 2 Bank, Geng Perampok di Brasil Tewaskan 12 Warga
International
Polisi di wilayah timur laut Brasil berhasil menggagalkan aksi geng perampok bersenjata yang menyerang dua bank di kota Milagre...
​AS Kecam Rusia Tangkap 3 Kapal Militer Ukraina
International
Pemerintah Amerika Serikat membela Ukraina dalam konflik terbaru dengan Rusia di pantai Crimea, Laut Azov. Washington mengataka...
​Trump dan Putin Bahas Perjanjian Senjata Nuklir di Paris
International
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan Prtesiden Rusia Vladimir Putin membahas sejumlah masalah, termasuk Traktat Pasu...
​China Pamer Rudal Jet Tempur Siluman J-20
International
Untuk pertama kalinya, China menunjukkan rudal yang dipasang pada jet tempur siluman J-20 di depan publik pada hari Minggu lalu...
​Dikeluhkan Warga, 300 Polisi Rusia Dipecat
International
Menteri Dalam Negeri Rusia, Vladimir Kolokoltsev mengungkapkan, bahwa pihak kepolisian Rusia harus memecat sekitar 300 petugas ...
Penembakan Bar di California 12 Tewas Termasuk Polisi
International
Seorang pria bersenjata membunuh 12 orang, termasuk wakil sheriff, setelah melepaskan tembakan di sebuah bar di Southern Califo...