Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Weah Berpeluang Jadi Presiden Liberia

18 Okt. 2017, 23.43.43

Weah Berpeluang Jadi Presiden Liberia

Monrovia, sentananews.com

Sebagai pesepakbola dunia George Weah memiliki prestasi yang lengkap. Kini Weah makin dekat mencapai kursi Presiden Liberia, negaranya.

Tidak seperti di 2015, Weah sepertinya mendapatkan dukungan luas. Banyak pihak yang memperkirakan dirinya akan berhasil dalam pemilu presiden kali ini.

Peraih penghargaan Pemain Terbaik Eropa 1995 ini, sudah memenangkan 39 persen suara pada putaran pertama Pilpres Liberia. Sementara penghitungan suara hingga saat ini sudah mencapai 95 persen.

Raihan Weah jauh lebih besar 10 persen dari pesaing terdekatnya, Wakil Presiden Joseph Boakai. Meskipun memimpin, Weah belum mendapatkan angka 50 persen untuk memenangkan pemilu.

Pemilu putaran kedua antara Weah dan Boakai diperkirakan akan berlangsung para November mendatang. Sementara dukungan untuk Weah sendiri makin meningkat.

Pada era 1990, Waeh menarik perhatian seluruh warga Liberia ketika masih berkostum klub sepakbola Italia, AC Milan. Saat itu, kiprah Weah membuat penggemarnya melupakan perang saudara sejenak yang berlangsung pada 1989 hingga 2003.

Kini, 'King George', panggilan penggemar untuk Weah, harus membujuk mayoritas warga untuk memilihnya memimpin dan membuktikan dirinya tidak hanya piawai menggiring bola di lapangan tetapi juga mengatur roda pemerintahan.

Retorika Weah menjadi harapan rakyatnya dengan kebutuhan jalan raya yang lebih baik. "Kami akan membentuk pemerintahan di mana setiap orang bisa bekerja sama dan membangun negeri ini lebih baik," ujar Weah saat melakukan wawancara dengan media 8 Oktober lalu.

Kiprahnya dari hidup menderita hingga menjadi pemain sepakbola ternama telah menjadi inspirasi pendukungnya. Banyak warga yang melihat sosok Weah sebagai seorang bintang tetapi juga sekaligus rendah hati.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Pembantai 26 Jemaat Gereja Texas Juga Sempat Ancam Mertua
International
Devin Patrick Kelley (27), pelaku penembakan massal di sebuah gereja di Texas tenggara, Amerika Serikat (AS) yang menewaskan 26...
Markas Polisi Swedia Dihantam Ledakan
International
Sebuah markas polisi di Kota Helsinborg, Swedia dilanda ledakan, namun tidak ada orang terluka dalam insiden ini.Kendati demiki...
ISIS Sudah Kehilangan 87 Persen Wilayah
International
ISIS telah kehilangan hampir 90 persen wilayah yang mereka kuasai tahun 2014, ketika kelompok itu mendeklarasikan "kekhalifahan...
 Pesawat Mendarat Darurat, 300 Penumpang Selamat
International
Satu pesawat penumpang Pakistan International Airlines (PIA) melakukan pendaratan darurat di Provinsi Punjab, bagian timur nege...
Bangladesh Tuding Miyanmar Provokasi Perang
International
Perdana Menteri (PM) Bangladesh, Sheikh Hasina menuduh negara tetangganya Myanmar memprovokasi sebuah perang di tengah krisis p...
Istana Saudi di Jeddah Diserang, 2 Penjaga Tewas
International
Istana Kerajaan Arab Saudi di Jeddah diserang seorang pria bersenjata yang diidentifikasi sebagai Saudi sendiri. Pria bernama M...
AS Tak Akui Referendum Kemerdekaan Kurdi
International
Amerika Serikat "tidak mengakui" referendum kemerdekaan "sepihak" Kurdi Irak dan meminta semua pihak tidak menggunakan kekerasa...
Irak Siap Ambil Kendali Wilayah Perbatasan Kurdi
International
Kementerian Pertahanan Irak pada Jumat menegaskan, akan mengambil kendali batas wilayah mandiri Kurdistan "dalam koordinasi" de...
Lagi, Ledakan Hantam Ibukota Afghanistan
International
Sebuah ledakan kembali terjadi di wilayah Qala-e Fatehullah, Kabul, dekat Masjid Hussainya, dan terjadi ketika pasukan keamanan...