Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

WHO Nyatakan Virus Zika Sebabkan Ribuan Cacat Lahir

2 Feb. 2016, 16.36.07

WHO Nyatakan Virus Zika Sebabkan Ribuan Cacat Lahir

Nyamuk Penyebar Virus Zika

​Jenewa/London, Sentananews.com

Badan Kesehatan Dunia (WHO), Senin (Selasa WIB) menyatakan virus Zika sebagai darurat kesehatan internasional yang telah menyebabkan ribuan kejadian cacat lahir di Brasil dan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) berusaha membangun respon global terhadap ancaman tersebut.

Direktur Jenderal WHO Margaret Chan kepada wartawan mengatakan tindakan internasional yang terkoordinasi diperlukan untuk meningkatkan deteksi dan mempercepat kerja pada pembuatan vaksin dan diagnostik lebih baik untuk penyakit itu, tapi upaya pembatasan perjalanan atau perdagangan tidak diperlukan.

Chan, yang lembaganya dinilai terlalu lambat dalam menghadapi epidemi Ebola di Afrika Barat yang menewaskan lebih dari 10.000 orang dalam dua tahun terakhir, mengutip "keprihatinan besar pertama dan terutama tentang mikrosefali," cacat lahir yang menyebabkan bayi lahir dengan kepala berukuran kecil yang tidak normal dan otak yang tidak berkembang dengan baik.

Dia mengatakan "diduga kuat tetapi belum terbukti secara ilmiah" bahwa Zika menyebabkan mikrosefali.

"Dapatkah Anda membayangkan jika kita tidak bekerja dari sekarang, dan menunggu sampai bukti-bukti ilmiah muncul?" kata Chan kepada wartawan di markas WHO di Jenewa.

"Lalu orang akan mengatakan, 'Mengapa Anda tidak mengambil tindakan karena nyamuk ada di mana-mana?'" Pencanangan darurat itu, direkomendasikan oleh komite ahli independen karena kritik atas respon ragu-ragu terhadap virus Zika sejauh ini, harus membantu tindakan internasional yang cepat-melacak dan mengutamakan penelitian.

Langkah ini sesuai dengan desakan resmi untuk pendanaan penelitian dan langkah-langkah lain untuk membatasi penyebaran virus.

WHO mengatakan pekan lalu virus Zika, ditularkan gigitan nyamuk Aedes aegypti, yang "menyebarkan secara eksplosif" dan bisa menginfeksi sebanyak empat juta orang di Amerika.

Organisasi Kesehatan Amerika, Pan mengatakan Zika telah menyebar di 24 negara dan wilayah di Amerika.

Ini menandai keempat kalinya WHO telah menyatakan keadaan darurat kesehatan global sejak tahun 2007, dengan darurat kesehatan karena influenza, Ebola dan polio.

Kekhawatiran Olimpiade Brasil akan menjadi tuan rumah Olimpiade di Rio de Janeiro pada Agustus 2016, dan kepala staf Presiden Dilma Rousseff, mengatakan, Senin, tidak ada risiko membatalkan pesta olahraga itu karena Zika.

"Kita harus menjelaskan kepada atlet yang datang ke Brasil bahwa tidak ada risiko jika Anda bukan perempuan hamil," kata Jaques Wagner kepada wartawan di Brasilia.

Kepala Pusat AS untuk Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Thomas Frieden mengatakan deklarasi darurat WHO "meminta dunia untuk bertindak" pada Zika.

CDC menambahkan empat lebih negara dan wilayah masuk dalam daftar lokal yang menimbulkan risiko infeksi Zika, mengimbau perempuan hamil mempertimbangkan untuk menghindari perjalanan ke daerah-daerah itu.

Direktur yayasan amal kesehatan Wellcome Trust, Jeremy Farrar, mengatakan WHO "harus diberikan selamat karena menjadi jauh lebih proaktif" kali ini.

Seorang ahli hukum dan kesehatan masyarakat dari Georgetown University di Washington, Lawrence Gostin, yang pekan lalu menyerukan WHO untuk bertindak segera menghadapi Zika, menyambut pencanangan Chan tapi meminta strategi jelas dan sumber daya yang cukup.

Virus Zika telah menimbulkan pertanyaan di seluruh dunia tentang apakah perempuan hamil harus menghindari negara yang terinfeksi.

Chan mengatakan menunda perjalanan merupakan sesuatu yang perempuan hamil "dapat pertimbangkan" tapi menambahkan jika perlu melakukan perjalanan, mereka harus mengambil tindakan perlindungan dengan menggunakan obat anti nyamuk.

Brasil telah melaporkan sekitar 3.700 kasus diduga mikrosefali. Menteri Kesehatan Brasil Marcelo Castro kepada Reuters mengatakan epidemi lebih buruk daripada yang diyakini karena dalam 80 persen kasus orang yang terinfeksi tidak memiliki gejala.

Karena virus menyebar dari Brasil, negara-negara lain di Amerika juga cenderung memandang kasus bayi cacat lahir berkaitan dengan virus Zika dan para ahli percaya.

Gejala klinis Zika biasanya ringan dan sering mirip dengan demam berdarah, yang ditularkan nyamuk yang sama, yang mengarah ke kekhawatiran bahwa Zika akan menyebar ke seluruh bagian dunia di mana demam berdarah adalah hal yang lumrah.

Lebih dari sepertiga dari populasi dunia tinggal di daerah berisiko terinfeksi demam berdarah, di kisaran yang memebentang melalui Afrika, India, Asia Tenggara dan Amerika Latin.

Penyebaran cepat virus Zika di Amerika Latin dikaitkan dengan meratanya nyamuk Aedes aegypti dan kurangnya kekebalan tubuh penduduk.

Juru bicara Gedung Putih Josh Earnest mengatakan salah satu cara bagi Amerika Serikat untuk mengurangi risiko Zika adalah mencoba untuk mengendalikan nyamuk yang membawa virus itu.

"Pada suatu saat di sini ... kita akan melihat suhu naik (dan) yang akan membuat lingkungan yang lebih ramah bagi nyamuk," katanya. "Kami ingin memastikan bahwa kami sudah mendapat strategi untuk mencoba membatasi penyebaran penyakit ini ketika itu terjadi."

Seorang pejabat senior pemerintahan Obama, yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan, "Ini bukan situasi seperti Ebola di mana Anda harus menghentikan orang-orang di perbatasan."

Gubernur negara bagian New York, Andrew Cuomo mengatakan departemen kesehatan negara akan menawarkan tes gratis untuk individu dengan gejala infeksi yang telah melakukan perjalanan ke negara-negara yang terkena dampak Zika.

Editor: Khoerul Kahfi


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

  India Beli S-400 Rusia, Pakistan Uji Rudal Nuklir
International
Pakistan berhasil menguji coba peluru kendali (rudal) Ghauri yang dapat membawa hulu ledak konvensional dan nuklir dengan jangk...
​Saudi, UEA dan Mossad Sekongkol Ingin Ganti Rezim Iran
International
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir, Duta Besar UEA untuk Washington Yousef al-Otaiba dan Direktur Mossad Yossi Cohen...
 Parade Militer Iran Diserang Dua Pria Bersenjata, 8 Tewas
International
Dua pria bersenjata menyerang parade militer di kota Ahvaz, Iran barat daya, Sabtu (22/9). Serangan tersebut menewaskan sedikit...
Bawa Rudal Berpandu, Kapal Perang AS Masuk Laut Hitam
International
Kapal perang Amerika Serikat (AS), USS Carney, yang membawa peluru kendali (rudal) berpandu telah memasuki Laut Hitam. Armada K...
China Tahan Sejuta Warga Uighur di Kamp Rahasia
International
Tabloid yang dikelola negara China mengklaim pemerintah telah mencegah "tragedi besar" di Xinjiang dengan memperjuangkan keaman...
​AS: Serangan Atas Basis Militer Suriah Tanggungjawab Israel
International
Amerika Serikat (AS) menegaskan bahwa serangan terhadap basis militer Suriah dan basis milisi pro-pemerintah Suriah dilakukan o...
​AS Dituding Serang Basis Militer Suriah
International
Media pemerintah Suriah melaporkan bahwa koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) telah melakukan serangan terhadap basis militer ...
​Gencatan Senjata Diwarnai Bom Bunuh Diri, 21 Tewas
International
Aksi bom bunuh diri mengguncang Afghanistan timur di tengah perayaan gencatan senjata dalam rangka Idul Fitri. Sedikitnya 21 or...
​​Pangkas Subsidi, Mesir Naikkan Harga BBM Hingga 50 Persen
International
Mesir memutuskan untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 50 persen menyusul imbauan International Monetary Fund (...