Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Vaksinasi Berperan Penting Menuju Dunia yang Lebih Sehat

7 Mei 2018, 8.46.17

Vaksinasi Berperan Penting Menuju Dunia yang Lebih Sehat

Jakarta, sentananews.com

Vaksin masih memiliki peran yang signifikan dalam membuat dunia menjadi lebih sehat. Vaksinasi melindungi diri kita sendiri. Kalau kita sudah di vaksinasi penyebaran virus akan terhambat. Namun ada beberapa tantangan dalam mewujudkannya.

Di Indonesia sendiri, cakupan imunisasi masih tergolong mengkhawatirkan, Indonesia merupakan negara dengan peringkat 3 tertinggi dalam jumlah kasus hepatitis di dunia, dan saat ini ada sekitar 28 juta penduduk Indonesia yang mengidap hepatitis B dan C.

Hal tersebut diungkapkan Dr. Kristoforus Hendra Djaya Sp.PD. selaku Vaccinologist, Internist, Founder & CEO In Harmony Clinic. kepada awak media di Kota Kasablanka Mall Jakarta Sabtu (5/5/2018).

Menurutnya dari jumlah tersebut sebagian berpotensi menimbulkan kanker hati. Padahal Vaksin Hepatetis sudah tetsedia semenjak lebih dari 20 tahun yang lalu.

"Jumlah ini bisa berkurang drastis jika program imunisasi dan vaksinasi pemerintah mencakup lebih banyak orang," tambahnya.

Dokter spesialis penyakit dalam yang juga dikenal dengan sebutan dokter Kristo, menjelaskan, selain Kanker hati, kanker serviks yang telah ada vaksinnnya pun masih menjadi ancaman yang serius. Kanker ini merupakan kanker pembunuh wanita terbanyak ke-2 di dunia setelah kanker payudara.

"Setiap 2 menit. 1 wanita di dunia meninggal dunia, bahkan Influenza yang umum dianggap ringan oleh masyarakat luas ternyata mampu memicu komplikasi dan membunuh 300.000-500.000 orang setiap tahunnya di dunia," jelasnya.

Polio, Campak, Tifoid, bebernya, semua berpotensi akan memakan korban lebih banyak dan kerugian yang lebih besar. Banyak orang yang menderita karena penyakit yang seharusnya bisa dicegah.

"Setiap tahun, puluhan ribu orang dewasa meninggal dan ratusan ribu lainnya dirawat di rumah sakit karena penyakit yang seharusnya bisa dicegah oleh vaksinasi," beber Dokter Lulusan Fakultas Kedokteran Indonesia ini.

Dalam dunia yang lebih sehat, jalur yang dilalui tidaklah mudah. "Ada beberapa tantangan yang harus bersama-sama kita hadapi," kata dokter Kristo.

Tantangan-tantangan tersebut datang dari kelompok anti vaksin, pemikiran skeptis orang-orang serta mentalitas, "Wait and See" Tunggu dan Lihat.

Kelompok anti vaksin berada di mana-mana. Tidak hanya di luar negeri, tetapi juga di Indonesia. Kelompok anti vaksin umumnya mengandalkan cerita-cerita konspirasi dan bahkan dalam aksinya cenderung bersifat radikal, dalam menyampaikan pesan-pesan yang menyesatkan, dan tidak terbukti kebenarannya mengenai vaksinasi.

Masih banyak juga orang yang skeptis dengan efek nyata dari vaksinasi. Padahal ungkapnya, data-data ilmiah yang diterbitkan oleh WHO dan CDC telah membuktikan penurunan angka kematian pada penyakit-penyakit yang bisa divaksinasi, setelah vaksinnya ditemukan dibandingkan dengan sebelumnya.

Mentalitas 'tunggu dan lihat' ini adalah mentalitas kebanyakan orang yang percaya bahwa, setiap penyakit akan sembuh secara alami. Ini membuat mereka lebih memilih untuk menunggu penyakit-penyakit untuk hilang dengan sendirinya.

Demi menghadapi tantangan-tantangan ini, dokter Kristo percaya bahwa, kontribusi dari kita semua sangatlah penting.

"Bukan hanya tugas dokter dan perawat, tetapi kita semua berperan penting dalam, meningkatkan kesadaran masyarakat yang lebih luas, dalam memahami bahwa vaksin itu aman dan vaksin itu penting," pungkas dokter Kristo.(rif)

Penulis: Marsudi Yudi


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Gaya Hidup Sehat Ala Paradigm Fitness
Lifestyle
Jakarta, sentananews. comMenurut perkiraan sebagian masyarakat agar sukses dalam menjalankan pola hidup sehat, yang penting dil...
Fashion Show Kain Tenun Khas OH Boutique Dipamerkan
Lifestyle
DIDAMPINGI Ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) yang juga isteri Wakil Presiden RI, Mufidah Kalla, ibu Negara Iriana Joko ...
​Ny.Wahyu Yudhayana Pimpin Persit KCK Kodim 0501/JP BS
Lifestyle
Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Pengurus Daerah Jaya Ny.Wiwik Joni Supriyanto memimpin acara serah terima jabatan Ketua Per...
​Jasa Marga Lepas 23 SMN Kaltim Menuju Bali
Lifestyle
PT Jasa Marga (Persero) Tbk. kembali mensukseskan program BUMN Hadir Untuk Negeri (BHUN) tahun 2018, program yang diinisiasi ol...
Perilaku Berbeda Konsumsi di Luar dan di Dalam Rumah
Lifestyle
Account Director Kantar World Panel Indonesia, Andi Siswanto mengatakan, terdapat dua perilaku yang berbeda untuk konsumsi di l...
​Pertumbuhan Konsumsi di Luar Rumah Naik 61 Persen
Lifestyle
Hasil survei yang dilakukan perusahaan riset pasar Kantar Worldpanel Indonesia mengungkapkan, bahwa masyarakat Indonesia maupun...
​Kalori Saat Natal Bisa Naik 3 Kali Lipat
Lifestyle
Sebuah penelitian menunjukkan rata-rata orang mengkonsumsi hampir 7000 kalori saat Natal. Jumlah ini lebih besar tiga kali lipa...
Cegah Penyebaran Kuman Dengan Cuci Tangan
Lifestyle
Penyebaran virus atau kuman saat liburan cukup tinggi. Tak jarang hal ini sering mengganggu perjalanan libur seseorang, bahkan ...
5 Penyebab Pekerja Kantoran Gemuk
Lifestyle
PARA pekerja kantoran berat badannya cepat naik karena berbagai faktor. Anda harus mengenalinya supaya bisa mencegah. Berikut a...