Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

10 WNI Dibebaskan, Keluarga Bayu Sujud Syukur

2 Mei 2016, 9.15.12

10 WNI Dibebaskan, Keluarga Bayu Sujud Syukur

Klaten, Sentananews.com

Keluarga Bayu Oktavianto, salah satu anak buah kapal (ABK) Tug Boat Brahma 12 asal Dukuh Miliran Desa Mendak, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menyatakan, bersyukur setelah mendapatkan kabar 10 ABK dibebaskan.

"Saya bersama keluarga telah bersyukur setelah mendapatkan telepon dari pihak perusahaan PT Patria Maritim Jakarta, bahwa 10 ABK termasuk Bayu sudah dibebaskan dari penyanderaan," kata Sutomo (48) ayah kandung Bayu Oktabvianus di Dukuh Miliran Klaten, Minggu (1/5).

Menurut Sutomo, sekitar pukul 14,00 WIB pihaknya telah diberitahu oleh media bahwa putrannya bersama sembilan ABK lainya sudah dibebaskan dari sandera kelompok Abu Sayyaf di Philipina.

Namun, pihak keluarga belum percaya dengan informasi tersebut karena sebelumnya sudah diberitahukan oleh perusahaan putranya agar tidak mempercayai informasi selain dari perusahan atau pemerintah.

Sutomo kemudian sekitar pukul 16.00 WIB mendapat telepon dari bagian personalia PT Patria Maritim Jakarta, Ibu Mega, memberikan kabar putranya bersama sembilan ABK lainnya sudah dibebaskan dari penyanderaan.

"Saya percaya langsung bersyukur, Tuhan Yang Maha Esa telah melindungi anak kami, Bayu untuk kembali dengan selamat," kata Sutomo yang didampingi istrinya, Rahayu (47).

Menurut Sutomo, pihaknya baru saja mendapatkan informasi terakhir dari perusahaan, dimana putranya bekerja, 10 ABK termasuk Bayu yang sudah dibebaskan tersebut kini dalam perjalanan kembali dari Philipina menuju Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta, Minggu malam ini.

Bayu Oktavianto merupakan satu dari 10 Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf, dan dibawa ke Pulau Basilan Philipina, beberapa waktu lalu.

Menurut Sutomo, Bayu sudah dua kali berlayar, dan kontak terakhir antara dirinya dengan dia saat kapal yang ditumpangi masih di Banjarmasin Kalimantan Selatan menuju Philipina.

Editor : Andrew Santiago


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Pelukan YBM PLN untuk Pengungsi Dusun Wombo
News
Petang itu, jumat (28/9) Masliani (25) masih terkulai lemas di salah satu ruangan Puskesmas Pantoloan, Palu. Dirinya masih mela...
Tanggap Darurat Bencana Harus Sediakan Fasum dan Fasos
News
Kepala Subdirektorat Konstruksi Berkelanjutan Kementerian PUPR, Brawijaya mengatakan, pemerintah telah berupaya keras untuk dap...
​Pemerintah Bersatu Pulihkan Wilayah Terkena Bencana
News
Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat rawan terhadap berbagai bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletu...
Suap Meikarta, KPK Buka Peluang Jerat Lippo Group
News
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Bupati Bekasi periode 2017-2022, Neneng Hasanah Yasin (NHY) dan Direktur Op...
​Terjerembap di 'Tanah Basah' Meikarta, Neneng Dipecat
News
Dikenal sebagai bupati muda dari Partai Golkar, Neneng Hassanah punya perjalanan karier politik yang mengantarkan dirinya hingg...
3,6 Juta Pelamar Bersaing di Seleksi CPNS 2018
News
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menyatakan total pendaftar seleksi calon pegawai negeri sipil...
Satu Bola Lampu, Sejuta Harapan Kota Palu
News
"Satu bola lampu yang menyala memberi harapan sejuta pedagang di kota Palu"Kalimat di atas meluncur dari Simpra Tajang (51), pe...
Orasi Ilmiah di Lustrum XIII UKI, Jokowi Tantang Bikin Prodi Baru
News
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan orasi ilmiah dalam Sidang Terbuka Senat UKI dalam rangka Lustrum ke-XIII atau Dies Nat...
Kepatuhan Pembangunan Sesuai Zonasi Tata Ruang Perlu Ditegakkan
News
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan pentingnya masyarakat untuk bisa hidup harmonis dengan bencana. T...