Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

5.932 Butir Amunisi Tajam Milik Polri Dipindahkan ke Mabes TNI

10 Okt. 2017, 23.18.27

5.932 Butir Amunisi Tajam Milik Polri Dipindahkan ke Mabes TNI

Jakarta, sentananews.com

Melanjutkan penjelasan Kadivhumas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto tanggal 6 Oktober 2017 dan sebelumnya juga disampaikan oleh Menkopolhukam Bapak Wiranto tentang amunisi milik Polri, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos.M.Si, menjelaskan bahwa 5.932 amunisi yang dikemas dalam 71 Koli tadi malam sudah dipindahkan ke Gudang Amunisi Mabes TNI.

Hal tersebut dikatakan Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., M.Si saat menggelar jumpa pers dengan media massa di Taman Ismail Marzuki, Jalan Cikini Raya No. 73, Jakarta Pusat, Selasa (10/10).

Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto membenarkan bahwa amunisi yang dikemas dalam 71 Koli (kotak kayu) tersebut adalah amunisi tajam. "Amunisi tersebut benar merupakan amunisi tajam sebagaimana yang tertera dalam Katalog (Arsenal Catalogue Bulgaria) dari pabrikan dengan kaliber 40 x 46 mm, jarak capainya 400 meter dan radius mematikan 9 meter," katanya.

"Yang dititipkan di Mabes TNI hanya amunisi tajam, untuk senjata sudah dibawa ke Mabes Polri. Untuk waktu penitipan sudah ada aturan yang berlaku, TNI hanya bertanggung jawab atas penyimpanan," kata Mayjen TNI Wuryanto.

Lebih lanjut Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto menjelaskan bahwa keistimewaan amunisi ini dapat meledak sebanyak dua kali. Setelah ledakan pertama, maka amunisi akan terlontar pada ketinggian 0,5 - 2,5 meter dan meledak dengan pecahan-pecahan logam tajam dari badan amunisi yang berjenis granat (fragmentation) tersebut. "Amunisi inipun dapat meledak sendiri (self distruction) tanpa ada benturan/impack pada 14-19 detik setelah amunisi keluar laras," ucapnya.

"Sampai saat ini, Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak mempunyai amunisi dengan kemampuan seperti itu. Amunisi yang dimiliki TNI AD, mematikan pada radius 6 meter dan tidak mempunyai fragmentation," pungkas Mayjen TNI Wuryanto.(rif)

Penulis: Marsudi Yudi


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Golkar Batal Dukung Ridwan Kamil
News
Dinilai terlampau lama menentukan calon Wakil Gubernur pasangannya, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar mencabut dukungan ...
Pertamina Salurkan Bantuan Rp 24 Miliar
News
Vice President Corporate Communication Pertamina, Adiatma Sardjito mengatakan, guna memajukan dunia pendidikan dan mendorong ek...
Kasad: ​TNI Jangan Sampai Dikuasai Partai Politik
News
Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal TNI Mulyono meminta para prajuritnya untuk tidak tidak terlibat, dilibatkan atau melib...
​ICW: Setnov Harus "Teriak" Soal Duit e-KTP
News
Tersangka kasus korupsi pengadaan e-KTP Setya Novanto (Setnov) diharapkan bisa kooperatif dan membeberkan pihak-pihak yang terl...
Kasus e_KTP, KPK Diminta Telusuri Nama Politikus Lain
News
Pakar hukum Asep Iwan Iriawan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk tidak tebang pilih dalam menuntaskan kasus korup...
​Pemprov DKI Akan Awasi Pengemudi Angkutan
News
Pemerintah (Pemprov) DKI Jakarta, akan memberikan layanan kenyamanan bagi para penumpang angkutan umum dengan memberikan pengaw...
​HUT ke-60, Pertamina MOR VII Khitan 800 Anak
News
Dalam rangka peringatan dan perayaan HUT ke-60, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VII menggelar kegiatan sosial...
Bakamla RI Tingkatkan Keselamatan dan Keamanan di Laut
News
Kepala Bakamla RI Laksamana Madya Ari Soedewo SE.M.H bertindak sebagai Inspektur upacara dalam acara memperingati HUT-ke 3 Baka...
Cuaca Buruk, Bakamla RI Siagakan Kapal Patroli
News
Menjelang akhir tahun, Bakamla RI bersama mitra maritim terkait telah menyiagakan sejumlah kapal patroli di beberapa wilayah In...