Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Abu Sayyaf Akhirnya Bebaskan 10 WNI yang Disandera

2 Mei 2016, 9.07.12

Abu Sayyaf Akhirnya Bebaskan 10 WNI yang Disandera

​Manila, Sentananews.com/Reuters

Kelompok militan Abu Sayyaf di Filipina Selatan akhirnya membebaskan sepuluh warga negara Indonesia, Minggu (1/5), mengakhiri drama penyanderaan yang sudah berlangsung selama satu bulan itu.

Kelompok pemberontak tersebut sebelumnya telah memenggal kepala seorang warga Kanada setelah tenggat waktu tuntutan tebusan sudah terlewati.

Menurut keterangan kepala kepolisian Pulau Jolo, sepuluh WNI tersebut yang merupakan awak kapal tunda Brahma 2 milik perusahaan Taiwan, dibawa ke rumah gubernur Sulu dan kemudian dibawa ke pangkalan militer Filipina.

"Mereka terlihat kelelahan, tapi tetap bersemangat," kata Junpikar Sitin, kepala polisi setempat.

Pihak kepolisian maupun militer Filipina mengatakan bahwa belum jelas apakah ke-10 WNI tersebut dibebaskan setelah membayar tebusan yang diminta.

Namun belum diketahui nasib empat WNI lainnya yang juga disandera oleh kelompok Abu Sayyaf, tapi yang berasal dari faksi berbeda.

Dengan dibebaskannya sepuluh WNI tersebut, kelompok Abu Sayyaf yang dikenal brutal dan sering melakukan penyanderaan untuk mendapatkan dana, masih menahan 13 lainnya, diantaranya empat warga Malaysia, Jepang, Belanda, Kanada, Norwegia dan Filipina.

John Ridsdel, 68 tahun, seorang warga Kanada yang merupakan pejabat perusahaan tambang, dipenggal oleh kelompok Abu Sayyaf Senin lalu.

Ridsdel beserta tiga orang lainnya, disandera sejak tiga bulan lalu di sebuah kawasan resor di Filipina selatan.

Potongan kepala Ridsdel ditemukan di dalam sebuah kantong plastik hanya beberapa jam setelah tenggat waktu yang ditentukan telah terlewati.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengutuk aksi tersebut sebagai "pembunuhan berdarah dingin" dan mendesak negara-negara yang warga mereka jadi korban sandra agar tidak membayar tebusan.

Tuntutan yang diminta untuk pembebasan Ridsdel adalah 300 juta peso atau 6,41 juta dolar AS.

Sementara itu Presiden Filipina Benigno Aquino bertekad untuk mengerahkan seluruh tenaga untuk menghancurkan kelompok militan tersebut sebelum mengakhiri jabatan dua bulan mendatang.

Tapi kuatnya jaringan kelompok tersebut memberikan tantangan berat bagi sekitar 2.500 tentara Filipina yang dikerahkan untuk menghancurkan mereka.

Besarnya bisnis kelompok Abu Sayyat membuat mereka mampu memiliki perahu berkecapatan tinggi, senjata dan alat komunikasi canggih.

Kelompok Abu Sayyaf juga tidak kesulitan untuk merekrut anggota yang berasal dari warga miskin dan pengangguran.

Menteri Luar Negeri Indonesia, Filipina dan Malaysia dijadwalkan bertemu di Jakarta pekan ini untuk membahas keamanan jalur kapal di perairan antara ketiga negara tersebut.

Editor : Andrew Santiago


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Presiden Instruksikan Panglima TNI Tangani Wilayah Gempa Terisolir
News
Presiden Joko Widodo mengakui hingga saat ini masih terdapat beberapa wilayah di Lombok yang belum dapat dijangkau dan mendapat...
Gempa Lombok, Kerugian Ekenomi Sementara Capai Rp 5,04 T
News
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan, gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Barat (NTB) pekan lalu menimb...
Menteri Basuki Suntik Motivasi 9 Ribuan Mahasiswa Baru UGM
News
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memberikan suntikan motivasi bagi ribuan mahasiswa baru U...
​Aksi Pertamina Peduli Untuk Gempa Lombok
News
Guratan letih yang terlihat di wajah Lalu Fikri perlahan memudar ketika tempat pengungsiannya bersama keluarga dan masyarakat D...
Pertamina - RS TNI AL Kupang Gelar Bakti Sosial Bersama
News
Sebagai salah satu wujud tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat serta dalam rangka menyambut HUT Proklamasi RI' ke ...
GPNN Desak KPK Tangkap Menteri BUMN
News
Pelanggaran Hukum pada pelelangan terbatas pekerjaan pembangunan Bandar udara Baru Kulon Progo (New Yogyakarta International ai...
Kementrian PUPR Fungsikan 15 Sumut Bor Untuk Pengngsi Lombok
News
Sebanyak 15 sumur bor dan pompa air tanah (PAT) dengan kapasitas 15 - 20 liter/detik yang tersebar di sembilan desa di Kabupate...
Posko Pertamina Terus Salurkan Bantuan Korban Lombok
News
PT Pertamina (Persero) terus memberikan beragam bantuan kepada korban gempa Lombok. Hingga Kamis, (9/8), Pertamina telah menyal...
​JC Bertekad Total Dukung Jokowi-Amin Hingga Akar Rumput
News
KETUA Harian Koordinator Nasional Jokowi Centre (JC), Sahat Lumbanraja menegaskan bahwa pihaknya sebagai relawan akan total ber...