Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Antisipasi Bencana, TNI AU Siapkan 12 Pesawat Hercules

2 Feb. 2019, 0.42.10

​Antisipasi Bencana, TNI AU Siapkan 12 Pesawat Hercules

Jakarta, sentananews.com

Tentara Nasional Angkatan Udara (TNI AU) siapkan 12 Pesawat Herculesnya untuk antisipasi bencana.

"Saya sudah perintahkan kebagian pemeliharaan, minimal kesiapan Pesawat Hercules setiap saat harus ada 12. Kita tidak tau kapan ada bencana, yang jelas kita harus siap. Belajar dari tahun yang lalu kesiapan Hercules sangat dibutuhkan," ungkap Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E.,M.M., usai menutup RapimTNI AU 2019, di Gedung Serbaguna Suharmoko Harbani Mabesau, Cilangkap Jakarta Jumat (1/2/2019).

KSAU mengatakan, selain Pesawat Hercules, Pesawat CN 295 juga disiapkan sebanyak 5 Pesawat, CN 235 sebanyak 2 Pesawat, serta Buing disiapkan 4 Pesawat.

"Itu pengalaman kita. Demikian juga pasukan Paskhas, harus siap, lanud - lanud juga harus siyap mendukung untuk bantuan kemanusiaan kalau terjadi bencana," ujarnya.

Lebih lanjut KSAU menjelaskan, di bidang operasi untuk perang, TNI AU fokus akan meningkatkan kemampuan untuk operasi pada malam hari. "Kalau siang hari kita sudah".

Malam hari kita tekankan untuk bisa intersepsi malam. "Saya akan latihkan ditahun ini, sehingga diakhir tahun 2019, di akhir renstra ke 3 ini, diharapkan kemampuan angkatan udara sudah utuh, baik di malam hari, siang hari, bantuan kemanusiaan sudah siap," jelasnya.

Kasau menjelaskan, TNI AU fokus akan menuntaskan permasalahan yang masih tertinggal di tahun 2018, dan akan melaksanakan program kerja rutin di tahun 2019.

"Khusus di bidang pengadaan, kita mengacu pada pembangunan MEF yang mana Alutsista TNI AU baru tercapai 44 persen dari 100 persen pada tahun 2024. Yang seharusnya di akhir 2019 nanti, MEF kita akan tercapai 66-67 persen. Kenapa demikian? Karena ada beberapa pengadaan yang masih berjalan, masih proses di Kemhan," ujarnya.

Namun demikian, dirinya berkomitmen untuk mempercepat pengadaan alutsista ini. "Kita tahu pengadaan alutsista tidak bisa sekarang proses, sekarang kontrak dan sekarang datang. Tidak seperti itu. Khususnya pesawat dan rudal yang butuh waktu 2-3 tahun," paparnya.

Menurut dia, alutsista TNI AU yang ditandatangani pada tahun ini, baru bisa datang sekitar tahun 2021-2022. Jadi, pada tahun 2024 alutsista TNI AU sesuai MEF ini akan tercapai.

"Hanya (alutsista) ini tertunda saja, karena prosesnya yang terlambat. Komitmen saya dari awal untuk mempercepat semua ini, bahwa proses pengadaan di TNI AU sudah selesai. Sekarang kita serahkan kepada Kemhan dan prosesnya sekarang berada di Kemhan. Kami sekarang hanya bisa berkoordinasi agar mempercepat proses pengadaan itu," ungkap Yuyu.

Selain itu lanjut KSAU, hal yang menjadi tugas TNI AU, adalah membangun satuan-satuan baru sebagai tindak lanjut pembangunan Koopsau III yang saat ini sedang berjalan.

"Contohnya, di wilayah Timur kita membangun Skuadron-33 Hercules di Makassar. Insya Allah akan kita resmikan di triwulan kedua 2019 ini. Demikian juga skuadron 27 di Biak, kita akan segera resmikan. Lanud di Timur akan kita resmikan, seperti di Wamena, Saumlaki," jelasnya.

Pembangunan Koopsau III juga saat ini sedang berjalan, sehingga pada akhir tahun ini diharapkan bisa selesai," pungkasnya.(rif)

Penulis: Marsudi Yudi


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Sudin Pendidikan I Jakbar  Sosialisasikan Kesadaran Hukum di  Sekolah
News
Jakarta, sentananews.com Suku Dinas Pendidikan wilayah I Kota Administrasi Jakarta Barat bersama Lembaga Bantuan Hukum Tosa, me...
Tokoh Lintas Agama Minta Tragedi Kemanusiaan New Zealand Jangan Dipolitisasi
News
BERTEMPAT di aula gedung Kementerian Agama RI, sejumlah Tokoh-tokoh agama dan kepercayaan serta masyarakat sipil Indonesia bers...
Ratusan Satpol PP Jakbar Kerja Bakti di Lokasi Kebakaran
News
Jakarta, sentananews.com Petugas Satpol PP Jakarta Barat didukung petugas PPSU, Sumber Daya Air, Lingkungan Hidup dan TNI, mela...
​Suvey Litbang Kompas: Elektabilitas Jokowi - Ma'ruf Menurun
News
Tim Kampanye Nasional Joko Widodo - Ma'ruf Amin atau TKN Jokowi - Ma'ruf membantah pihaknya tidak bekerja untuk memenangkan pet...
​Penetapan Tersangka Pembajak Truk Tanki Sudah Sesuai KUHAP
News
Pengacara dan Pendiri Law Office LSS Jakarta, Lonna Lengkong menegaskan, bahwa dengan ditetapkannya 5 orang tersangka pembajaka...
Diminta Pemerintah Urus  Lahan Fasos-Fasum TSI Semanan
News
Jakarta, sentananews.comKondisi lahan Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum (Fasos/Fasum) di RT.016/12,Taman Semanan Indah (TSI) ...
Terkait Aliran Dana, KPK Dalami Delapan Anggota DPRD Jambi
News
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami terhadap delapan anggota DPRD Provinsi Jambi soal aliran dana dalam penyidikan kas...
​KPK Dorong Revisi UU Pemberantasan Tipikor
News
Komisi Pemilihan AmomPK mendorong revisi Undang-undang No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU 20 tahun 2001 tentang Pemb...
Ekonom Konstitusi: Penangkapan Mantan AMT Sudah Tepat
News
Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori mengaku heran dengan munculnya pernyataan menyayangkan penangkapan mantan sopir mobil tangki at...