Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Bangkitkan Keceriaan Anak-Anak di Pengungsian

5 Okt. 2018, 20.54.11

​Bangkitkan Keceriaan Anak-Anak di Pengungsian

Palu, Sentananews.com

"Terbangkan pesawat, setinggi cita-cita dan harapan kalian. Satu, dua, tiga!" Aba-aba Dr. Thomas diikuti anak-anak yang membawa pesawat mainan dari kertas. Pesawat satu persatu terbang. Dan anak-anak pun tertawa lepas.

Sebelumnya, belasan anak-anak antusias membuat mainan pesawat dari secarik kertas putih di Posko Pertamina Peduli DPPU Mutiara. Beralaskan terpal biru, mereka berlomba melipat kertas, sambil tertawa dan bercanda. Pesawat kertas selesai, dan mereka beranjak ingin menerbangkannya.

Permainan membuat pesawat hanyalah satu dari beragam kegiatan sederhana untuk mendukung pemulihan trauma para penyintas atau korban selamat bencana. Di Posko Pertamina Peduli, kawasan DPPU Mutiara ini, trauma healing menjadi kegiatan yang dilakukan para relawan Pertamina yang bertugas di posko.

Salah satunya Dr. Thomas Meidiansyah Tri Baskoro (34). Menjadi relawan di daerah bencana bukan baru kali ini dilakoninya. Sebelum ke Palu, ia bergabung dengan relawan pengungsi gempa Lombok selama dua pekan lebih, untuk memberikan bantuan medis, baik fisik maupun psikis.

Pria yang sehari-hari bertugas di IGD Rumah Sakit Pusat Pertamina tersebut, merasa terpanggil menolong saudara sebangsa yang sedang tertimpa musibah.

"Menolong korban bencana memang banyak caranya. Inilah yang bisa saya lakukan untuk mereka. Menolong dengan keahlian yang saya punya. Saya rasa, kita akan berperan lebih jika berada langsung di tengah-tengah mereka," ujarnya usai memberikan trauma healing di posko 2 Pertamina di depan Bandara Mutiara SIS Al Jufri, Palu.

Demikian pula yang dirasakan Lutfi (28). Salah satu pendamping relawan trauma healing. "Selain karena penugasan, saya juga bisa berperan aktif menolong korban gempa yang butuh perawatan. Bagaimana pun, mereka sangat membutuhkan bantuan. Minimal, dapat mengurangi kesedihan yang mereka rasakan, karena tak merasa sendiri," imbuhnya.

Usai mengajak bermain pesawat, Thomas dan Lutfi yang kaya ide kreatif, kembali mengajak anak-anak bergembira. Keterbatasan alat peraga berupa mainan, tidak menyurutkan mereka untuk menghibur anak-anak.

Thomas memanfaatkan sarung tangan medis berbahan karet, untuk dijadikan balon lempar. Sarung tangan diisi air. Anak-anak berpasangan, berlomba uji ketrampilan 'oper' balon. Yang paling lama bertahan, mereka juaranya. Kembali gelak tawa pecah. Menang dan kalah tetap mendapatkan biscuit, sebagai pengobat hiburan hari ini.

Kegiatan ditutup dengan lomba memasukkan ranting di botol. Permainan menyerupai lomba memasukkan pensil dalam botol ini, juga memanfaatkan botol air kemasan yang tidak terpakai dan ranting pohon.

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Kejenuhan duduk tanpa kegiatan di tenda pengungsian terlewati dengan kegiatan permainan menyenangkan itu. Menjelang sore, anak-anak kembali ke orang tuanya. Berkumpul di tenda. Mereka bercerita tentang pengalaman selama 2 jam bermain bersama relawan Pertamina.

Untuk sementara mereka melupakan ketakutan, trauma dan kejenuhan di pengungsian. Menurut Thomas, trauma healing merupakan salah satu cara meringankan beban psikis dari korban bencana alam, terutama pada anak-anak. "Kami berharap anak-anak bisa bisa lebih semangat dan ceria," kata Dr. Thomas.

"Saya suka. Mau sering-sering diajak main seperti tadi," kata Putera (13) salah satu peserta trauma healing sangat menikmati kegiatan tersebut.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

HUT Golkar ke 54, Presiden: Indonesia Terus Menanti Karyamu
News
Puncak peringatan HUT Partai Golkar yang ke-54, Minggu (21/10) sore berlangsung meriah. Dengan mengangkat tema "Bersama Rakyat,...
Terkait Penyegelan 3 Gereja di Jambi, GMKI Se-Indonesia Serentak Gelar Aksi
News
BUNTUT adanya penyegelan terhadap tiga Gereja di Kota Jambi pada tanggal 27 September 2018 yakni; Gereja GSJA, GMI, dan HKI ber...
​Pelukan YBM PLN untuk Pengungsi Dusun Wombo
News
Petang itu, jumat (28/9) Masliani (25) masih terkulai lemas di salah satu ruangan Puskesmas Pantoloan, Palu. Dirinya masih mela...
Tanggap Darurat Bencana Harus Sediakan Fasum dan Fasos
News
Kepala Subdirektorat Konstruksi Berkelanjutan Kementerian PUPR, Brawijaya mengatakan, pemerintah telah berupaya keras untuk dap...
​Pemerintah Bersatu Pulihkan Wilayah Terkena Bencana
News
Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat rawan terhadap berbagai bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletu...
Suap Meikarta, KPK Buka Peluang Jerat Lippo Group
News
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Bupati Bekasi periode 2017-2022, Neneng Hasanah Yasin (NHY) dan Direktur Op...
​Terjerembap di 'Tanah Basah' Meikarta, Neneng Dipecat
News
Dikenal sebagai bupati muda dari Partai Golkar, Neneng Hassanah punya perjalanan karier politik yang mengantarkan dirinya hingg...
3,6 Juta Pelamar Bersaing di Seleksi CPNS 2018
News
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menyatakan total pendaftar seleksi calon pegawai negeri sipil...
Satu Bola Lampu, Sejuta Harapan Kota Palu
News
"Satu bola lampu yang menyala memberi harapan sejuta pedagang di kota Palu"Kalimat di atas meluncur dari Simpra Tajang (51), pe...