Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Bawaslu Usul Nama Caleg Koruptor Dipampang di TPS

23 Sep. 2018, 16.37.45

Bawaslu Usul Nama Caleg Koruptor Dipampang di TPS

Jakarta, SENTANA

BUNTUT dari keputusan Bawaslu RI meloloskan eks napi koruptor menjadi Calon Legislatif (Caleg) DPRD I dan II, DPR RI dan DPD dianggap tidak peduli akan pemberantasan korupsi oleh masyarakat.

"Padahal kita menerapkan keadilan dan berpijak pada konstitusi. Hak politik seseorang dicabut jangan selamanya tetapi ada jangka waktunya. Dalam jangka waktu itu dilakukan pembinaan agar berperilaku baik tidak lagi koruptif misalnya. Beri kesempatan seseorang bertobat dan berbuat baik," kata Komisioner Bawaslu RI, Dwi Putra dalam paparannya di acara Diskusi Publik yang digelar oleh Perkumpulan Ikatan Alumni Magister Ilmu Hukum Universitas Kristen Indonesia (IKA MIH UKI) bekerjasama dengan program Magister Hukum UKI di Aula Kampus Program Magister Hukum UKI, Jalan Diponegoro No.84-86, Jakarta Pusat, Sabtu (22/9/2018).

Dalam Diskusi Publik bertajuk "Kedudukan Caleg Eks Napi Setelah Putusan Mahkamah Agung (MA) Sebagai Suatu Tinjauan Yuridis" itu Dwi Putro mengungkapkan bahwa pihaknya sangat peduli akan upaya pemberantasan korupsi. Untuk itu ia mengusulkan agar nama-nama Caleg eks napi koruptor dipampang di Tempat Pemungutan Suara (TPS). "Ya agar masyarakat tahu. Biarlah masyarakat yang menentukan dan memilih," katanya.

Lagipula, kata dia, tentang adanya eks napi koruptor menjadi Caleg bukanlah kesalahan pada proses calon tetapi pencalonannya. "Ya jadi Partai Politik-lah yang harus menseleksi seseorang bakal calon legislatif saat pencalonan. Saya tidak tahu syarat dan ketentuan apa yang ditetapkan parpol," ungkapnya.

Untuk diketahui, melalui peratutannya (PKPU) KPU mengeluarkan ketentuan bahwa seseorang eks napi Korupsi, pledofil (kejahatah seks anak) dan pelaku narkoba dilarang menjadi Caleg. Khusus soal eks napi koruptorm sejumlah caleg melakukan gugatan di MA dan dimenangkan.

Meski dimenangkan MA, pencalonan eks napi koruptor masih menjadi polemik di sejumlah masyarakat. Pasalnya, saat ini juga tengah diajukan gugatan terhadap UU Pemilu di Mahkamah Konstitusi (MK). UU Pemilu adalah landasan KPU membuat aturan larang eks napi korupotor menjadi caleg tersebut. (ARP)


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Princess Meganondo Dinobatkan Jadi Miss Indonesia 2019
News
Jakarta, sentananews.comMiss Jambi, Princess Meganondo dinobatkan menjadi Miss Indonesia 2019. Kemenangan Princess ini otomatis...
​Pertamina Energi Negeri Edukasi Bencana Sejak Dini
News
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara memperingatkan Sumut sebagai daerah rawan bencana. Hingga 14...
Alsyami: Pemilu Harus Damai dan Bebas Hoaks
News
ADA dan beredarnya informasi, kabar, berita bohong atau hoaks dinilai dapat menjadi faktor utama yang menyebabkan terganggunya ...
​Rektor Unhan Buka Rakornis Unhan Tahun Anggaran 2019
News
Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) Letjen TNI Dr. Tri Legionosuko, S.IP., M.AP ,secara resmi membuka kegiatan Rapat Koordina...
​Bawaslu Jaktim Hentikan Kasus Caleg Gerindra
News
BADAN Pengawas Pemilu (Bawaslu) kota Jakarta Timur, akhirnya mengambil keputusan untuk tidak melanjutkan kasus pembagian kalend...
​Bantu Perjuangan Prabowo-Sandi, Relawan Luncurkan Toko PAS
News
Sebagai upaya membantu perjuangan politik paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi, relawan pendukung Prabowo-Sandi meluncurkan platf...
​Jokowi: Pilih Pemimpin yang Sudah Punya Pengalaman
News
Ribuan alumni Universitas Trisaksi menyatakan mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil Presiden RI peri...
​Labor Institute: Perlu Regulasi Khusus Lindungi Pekerja Pers
News
Pemerintah diminta untuk membuat regulasi khusus untuk melindungi pekerja media, yang menjamin mereka bisa menjalankan pekerjaa...
​Jelang Pemilu, Website KPU Jadi Sasaran Ancaman Serius
News
Website Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadi sasaran ancaman yang serius menjelang Pemilu 2019 mendatang. Bahkan ancaman tersebu...