Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Berantas Anarkisme-Premanisme, Wujudkan Zero Corrupction-"Uang Pelicin"

13 Juli 2016, 21.48.45

​Berantas Anarkisme-Premanisme, Wujudkan Zero Corrupction-"Uang Pelicin"

Jakarta, Sentananews.com

SEBELUM dilantik Presiden, bertempat di Markas Besar (Mabes) Polri, internal Kepolisaian Republik Indonesia menggelar penerima memori dari Kapolri sebelumnya, Jenderal Pol Badrodin Haiti kepada Kapolri baru Jenderal Pol Tito Karnavian. Dalam acara terima memori sertijab tersebut berisi capaian-capaian Kapolri Jenderal Badrodin Haiti selama memimpin, dan ada beberapa titipan program yang harus ditindak lanjuti.

Kepala Devisi Humas Mabes Polri, Irjend Pol Boy Rafli Amar kepada insan pers di Mabes Polri mengatakan Kapolri baru Jenderal Tito Karnavian berterima kasih dan akan menjadikan memori sertijab tersebut sebagai rujukan.

"‎Pak Tito menyampaikan terima kasih soal laporan kesatuan. Dia juga akan menjadikan memori sertijab sebagai rujukan dalam melangkah ke depan," ungkap Boy di Mabes Polri, jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (13/7).

Selanjutnya, kata Boy, dalam sambutannya Tito berkomitmen akan melanjutkan program-program yang sebelumnya sudah dirancang oleh Badrodin.

"Dan akan menuntaskan berbagai persoalan serta penanganan yang belum terselesaikan," katanya.

Lebih lanjut, Boy menjelaskan, dalam acara yang berlangsung sekitar 1 jam tersebut, ada poin-poin khusus yang diberikan kepada Tito untuk ditindak lanjuti diantaranya, evaluasi dan tindak lanjuti operasi Tinombala dan pengerjaran terangka kasus terorisme di Poso kelompok Santoso cs.

"Jadi, antara unit 1 beberapa agenda yang disampaikan oleh Pak Badrodin itu berkaitan dengan program-program yag sudah dilaksanakan seperti penyiapan hal-hal yang dilaksanakan berkaitan dengan pembinaan SDM antara lain; peraturan Kapolri tentang trek record seorang anggota Polri, penyesuaian Perwira bagi personil yang akan memasuki usia pensiun 58 tahun ada penyesuaian kenaikan kepangkatan," jelasnya.

Lebih lanjut, Boy merincinya dalam sistem pembinaan karir terkait dalam pembinaan. Kemudian dalam kegiatan ke depan begitu berkaitan dengan masalah Asena Pol dimana charmennya Bapak Kapolri sejak tanggal 25 Juli akan diserahan kepada kepala Kepolisian de Raja Malaysia.

"Karena waktu sudah dekat dan begitu juga penyiapan sidang Interpol pada bulan November yang akan datang. Dimana Indonesia ketepatan sebagaituan rumah sidang Interpol dan pun negara yang dilaksanakan minggu pertama dalam bulan November .Ini agenda besar dan ini perlu penyiapan yang perlu dilakukan oleh Bapak Kapolri yang baru nanti," rincinya.

Agenda yang lainnya, beber Boy, berkiatan dengan penanganan perkara yang pada umumnya ada peningkatan. Demikian juga angka penyelesaian perkara, penurunan angka kejahatan dan terjadi peningkatan penyelesian perkara.

"Demikian juga terjadi peningkatan tugas-tugas di mana-mana saat polisi satu desa itu Babinkantibmas. demikan juga berkaitan dengan anggaran dimana sekarang ini dengan bulan tujuh realisasi anggaran. Apa itu belanja pengawai, tetapi dijelaskan dalam laporan kesatuan ada gambaran di pejabat baru nanti akan dimulai," bebernya.

Sementara itu, Jenderal Pol. Badrodin Haiti mengaku sudah memberikan sejumlah wejangan kepada Tito yang menggantikan posisinya memimpin Polri.

"Tadi pagi sudah ada paparan kesatuan dari pejabat lama. Saya sendiri sama Pak Tito yang dihadiri pejabat utama. Di situ kita sampaikan capaian yang telah kita dapatkan untuk program prioritas 2015 dan semester 1 2016. Ada juga hal yang perlu dilanjutkan dan diatensi," kata Badrodin di Istana Selasa (13/7) siang, sebelum acara pelantikan.

Badrodin menekankan, salah satu yang harus menjadi fokus utama Tito memimpin Polri adalah peningkatan kualitas personil kepolisian. Dia ingin agar personil kepolisian tidak hanya berjumlah banyak, tetapi juga memiliki kualitas yang mumpuni.

"Peningkatan kualitas personil perlu karena tak mungkin polisi nambah terus jumlah personilnya. Anggaran harus rasional tak dihabiskan untuk belanja pegawai," tutur Badrodin.

Dalam acara pelantikan Komjen Pol. Tito Karnavian menjadi Kapolri baru menggantikan Jenderal Pol. Badrodin Haiti. Prosesi pelantikan itu diawali dengan pembacaan surat keputusan Presiden mengenai pengangkatan Tito.

"Keputusan Presiden Nomor 48 Polri Tahun 2016 tentang pemberhentian dan pengangkatan Kepala Polri," ujar Sekretariat Militer Marsekal Muda Hadi Tjahjanto saat membacakan surat keputusan itu.

Melalui Keppres itu, Presiden menetapkan untuk memberhentikan Jenderal Badrodin dengan NRP 85070887 dari jabatan Kapolri lalu mengangkat Tito Karnavian yang memiliki NRP 64100600 sebagai Kapolri.

"Keputusan Presiden ini mulai berlaku setelah selesai pelantikan pejabat," ujar Hadi.

Setelah itu, acara pelantikan dilanjutkan dengan pengucapan sumpah dibimbing langsung oleh Presiden Jokowi dan diakhiri dengan penandatanganan berita acara upacara pelantikan.

Seusai seluruh prosesi itu dilaksanakan, Hadi kembali membacakan Surat Keputusan Presiden Nomor 49 Polri Tahun 2016 tentang kenaikan jabatan satu tingkat Tito dari komisaris jenderal menjadi jenderal polisi.

Turut hadir dalam pelantikan tersebut Wakil Presiden Jusuf Kalla, Presiden kelima RI Megawati Soekarno Putri, beberapa jajaran Kabinet Kerja dan pejabat tinggi negara.

Petinggi Polri yang hadir antara lain; Wakil Kapolri Komjen Budi Gunawan, Kalemdikpol Komjen Sjafruddin, Kakorlantas Irjen Agung Budi Maryoto, Kadiv Humas Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar, dan Kapolda Metro Jaya Irjen Moechgiyarto.

Selain itu, turut hadir jajaran Komisioner Kompolnas. Mereka bergantian memberi selamat kepada Tito di akhir prosesi pelantikan.

Bukan cuman para petinggi negara, kalangan masyarakat juga memberikan ucapan selamat kepada Jenderal Tito Karnavian sebagai Kapolri yang baru. Selain ucapan selamat, sejuta harapan juga dibebankan masyarakat kepada Tito.

Di dunia maya media sosial, baik komentar berita di media online, Twitter, Facebook dan whats'App ramai ucapan dan harapan masyarakat diutarakan, beberapa di antaranya dari pemilik akun Harry Saputra; "SELAMAT DAN SUKSES PAK TITO, BABAT HABIS PREMAN PREMAN YA PAK DAN TUKANG DEMO BAYARAN YG MENGGANGGU DAN ANARKIS," tulis Harry Saputra di komentar berita di Kompas.com, Rabu (13/7).

Aldo, warga lainnya berkomentar di Whats'App: "Semoga di era kepemimpinan pak Tito tidak ada lagi aparat Polisi yang bermental 'Ada uang pelicin urusan jalan'. Go Gerakan perubahan, Revolusi Mental," tulisnya.

Harapan akan kepemimpinan korps Kepolisian oleh Tito juga diutarakan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto. Mantan ketua DPR RI ini berharap Polisi harus mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat. Ia juga menyadari bahwa tugas tersebut tentu bukan hal yang mudah dilakukan.

Selain itu, menurut Novanto, tantangan keamanan negara Indonesia ke depan cukup berat. Selain menghadapi problem keamanan konvensional seperti menurunkan angka kriminalitas, masih banyak masalah lain yang perlu penanganan khusus.

"Seperti tindak pidana terorisme, cyber crime dan lain-lain, menjadi tantangan Kapolri yang baru," kata dia.

Namun, Novanto meyakini bahwa Tito dapat mengemban tugas dengan baik. Hal itu bisa dilihat dari sejumlah pengalaman yang dimilikinya.

Sebelumnya, Komisi III punya 13 catatan dan harapan kepada Tito. Ketigabelas catatan itu dibacakan Ketua Komisi III Bambang Soesatyo sebelum berakhirnya uji kelayakan dan kepatutan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (23/6/2016) lalu.

Pertama, kata Bambang, Kapolri yang terpilih nantinya harus memiliki program unggulan yang berbeda dengan calon Kapolri sebelumnya. Kedua, Komisi III berharap agar reserse tidak melakukan kriminalisasi pada sebuah kasus yang tengah diselidiki. Ketiga, perlu dilakukan reformasi internal mulai dari rekrutmen hingga penerapan reward and punishment dalam kinerja kepolisian ke depannya.

Berikutnya, Komisi III juga berharap agar Polsek menjadi ujung tombak dari kepolisian dalam menyelesaikan permasalahan kriminal di masyarakat.

Kelima, diharapkan Polri ke depannya tidak dicitrakan sebagai lembaga yang paling korup. Sebab hingga saat ini polri masih belum mampu menyelesaikan persoalan itu.

Keenam Polri dalam penanganan terorisme diharapkan tidak melanggar HAM. Selama ini dalam proses penangkapan tersangka teroris, kerap kali semua tersangka tewas sebelum diproses di pengadilan. Ketujuh, Polri memerlukan konsep jitu untuk menyelesaikan konflik antara Polri dan KPK. Komisi III, jelas Bambang, melihat kerap terjadi tumpang tindih yang berujung konflik, tentunya dalam penanganan kasus korupsi.

Kedelapan, Polri diharapkan bisa bekerja lebih baik dengan TNI untuk menghindari konflik antara Polri dan TNI. Terlebih ke depannya ada wacana pelibatan TNI secara aktif dalam pemberantasan terorisme yang selama ini menjadi wilayah kerja Polri. Kesembilan, diperlukan konsep dalam sistem pembinaan karir dan diharapkan sistem pembinaan karir di Polri menjadi lebih terbuka dan profesional. Kesepuluh, Komisi III menilai perlu ada affirmative action, yakni kesempatan perempuan dalam menduduki jabatan di Polri.

Berikutnya, Kapolri baru perlu strategi membangun polri yang berkarakter. Sebab selama ini Polri masih terjebak dengan citranya yang dinilai kurang baik di mata masyarakat.

Kemudian Kapolri baru juga diharapkan sering turun ke daerah mengunjungi Polres dan Polda. Itu berguna untuk melakukan pengecekan kesiapan kepolisian di daerah dalam menjalankan tugasnya.

Terakhir diperlukan program gerakan zero corrupction dalam seluruh penerimaan bintara, akademi kepolisian, dan selainnya, sebagai bagian dari upaya membangun postur Polri yang profesional bersih mandiri dan bebas KKN. (ARP/Vec)


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Banyak Bermain Proyek, KPK Harus Periksa Kemenkes
News
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui satuan kerja Sekretariat Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) di tahun anggaran 2016 menj...
HUT Golkar ke 54, Presiden: Indonesia Terus Menanti Karyamu
News
Puncak peringatan HUT Partai Golkar yang ke-54, Minggu (21/10) sore berlangsung meriah. Dengan mengangkat tema "Bersama Rakyat,...
Terkait Penyegelan 3 Gereja di Jambi, GMKI Se-Indonesia Serentak Gelar Aksi
News
BUNTUT adanya penyegelan terhadap tiga Gereja di Kota Jambi pada tanggal 27 September 2018 yakni; Gereja GSJA, GMI, dan HKI ber...
​Pelukan YBM PLN untuk Pengungsi Dusun Wombo
News
Petang itu, jumat (28/9) Masliani (25) masih terkulai lemas di salah satu ruangan Puskesmas Pantoloan, Palu. Dirinya masih mela...
Tanggap Darurat Bencana Harus Sediakan Fasum dan Fasos
News
Kepala Subdirektorat Konstruksi Berkelanjutan Kementerian PUPR, Brawijaya mengatakan, pemerintah telah berupaya keras untuk dap...
​Pemerintah Bersatu Pulihkan Wilayah Terkena Bencana
News
Indonesia menjadi salah satu negara yang sangat rawan terhadap berbagai bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletu...
Suap Meikarta, KPK Buka Peluang Jerat Lippo Group
News
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Bupati Bekasi periode 2017-2022, Neneng Hasanah Yasin (NHY) dan Direktur Op...
​Terjerembap di 'Tanah Basah' Meikarta, Neneng Dipecat
News
Dikenal sebagai bupati muda dari Partai Golkar, Neneng Hassanah punya perjalanan karier politik yang mengantarkan dirinya hingg...
3,6 Juta Pelamar Bersaing di Seleksi CPNS 2018
News
Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menyatakan total pendaftar seleksi calon pegawai negeri sipil...