Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​BPK: Lebih Cocok PGN Akuisisi Pertagas

7 Des. 2017, 17.45.48

​BPK: Lebih Cocok PGN Akuisisi Pertagas

Achsanul Qasasi

Jakarta, sentananews.com

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menilai bahwa jika langkah Pertamina yang berniat mengakuisisi Perusahaan Gas Negara (PGN) tidak tepat. Menurut anggota BPK Achsanul Qasasi, lebih cocok PGN jika mengakuisisi Pertagas karena sama-sama perusahaan yang mengelola gas.

"Sebaiknya kita memisahkan kelompok usaha sesuai core bisnis yang dikuasai. Sehingga Pertagas lebih pas diakusisi PGN. Dan sebagai perusahaan Publik, itu bisa membantu saham PGN agar naik drastis," ungkap Achsanul.

Untuk itu tegas Achsanul menekankan bahwa, gas memang seharusnya diurus PGN, dan minyak diurus oleh Pertamina. Sangat tidak sesuai jika Pertamina yang mengakuisisi PGN, karena core bisnisnya yang berbeda.

Achsanul juga mengungkapkan, jika PGN dan Pertagas saling bersinergi, maka akan mengurangi investasi ganda yang menyebabkan anggaran perusahaan sia-sia.

"Saat ini seringkali ada investasi ganda. PGN membangun pipa, pertagas juga membangun pipa dilokasi yang sebetulnya beritisan. Jika mereka saling sinergi dan bersatu mungkin hal ini tidak akan terjadi, dan terjadi pemborosan keuangan," paparnya.

Seperti diketahui, BPK menemukan adanya potensi kerugian ratusan miliar yang dialami PT Pertamina Gas (Pertagas), pasca tidak efektivifnya sejumlah proyek yang dikerjakan anak usaha PT Pertamina tersebut.

Mengacu Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester (IHPS) I 2017, potensi kerugian Pertagas bersumber dari tidak optimalnya bisnis niaga dan transportasi gas perusaaan di sejumlah wilayah, mulai dari Jakarta, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, dan Jawa Timur dalam periode 2014 hingga semester I 2016.

"Pada kegiatan niaga gas, Pertagas menanggung kehilangan pendapatan senilai USD16,57 juta dan timbulnya piutang macet senilai USD11,86 juta akibat penyusunan nominasi, skema niaga, dan operasi pemanfaatan gas Pondok Tengah yang tidak mempertimbangkan kondisi operasi, serta pengalihan alokasi gas untuk kebutuhan Compressed Natural Gas (CNG) kepada PT Mutiara Energy (PT ME)," ujar Ketua BPK, Moermahadi Soerja dalam IHPS I 2017, beberapa waktu lalu.

Selain kerugian di atas, Moermahadi menambahkan, Pertagas juga berpotensi mengalami kerugian dalam pengerjaan proyek pipanisasi Belawan yang menghubungkan Kawasan Industri Medan (KIM) dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Dari proyek senilai Rp 183 miliar itu, Pertagas diyakini bakal menanggung kerugian dalam jangka waktu yang panjang lantaran hingga kini proyek pipanisasi Belawan belum juga rampung.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Generasi LDII Jaksel akan Tembus Dunia  Maya Cegah Hoax
News
Jakarta, SENTANAMARAKNYA hoax belakangan ini, membuat banyak pihak terpanggil untuk mengatasinya dengan cara yang diyakininya. ...
​Kasum TNI: Ulama Berperan Jaga Keutuhan NKRI
News
Perjuangan mewujudkan dan mempertahankan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak lepas dari peran para Ulama/Kyai...
​Tahun Politik, Awasi Ketat Proyek Kementrian dan Lembaga Negara
News
Direktur Eksekutif Komunitas Untuk Transparansi Informasi Publik Nasional (KUTIPAN), Aswan Bayan mengajak semua pihak yang berk...
Pangkoopsau I Buka Rakernis Koopsau I
News
Panglima Komando Operasi Angkatan Udara I Marsekal Muda TNI Nanang Santoso, membuka Rapat Kerja Teknis Koopsau I yang diikuti o...
​Panglima TNI Jadi Warga Kehormatan Korps Marinir
News
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. secara resmi dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan Korps Marinir ke-37 TNI AL ya...
​Kasad Berikan Anugerah Aword Kepada Media Massa
News
Silaturahmi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Mulyono dengan para Pemimpin Redaksi (Pemred), yang tergabung ...
Gelar Operasi Gabungan Kendaraan Kelebihan Muatan di GT Kapuk
News
PT Jasa Marga (Persero) Tbk. berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) menggelar operasi gabun...
​FSTM Wujudkan Masjid Sebagai Penyebaran Islam Rahmatan Lil Alamin
News
Forum Silaturahim Takmir Masjid Jakarta (FSTM), menyelenggarakan Trainning Capacity Building (Peningkatan Kapasitas) Takmir Mas...
​Mensos: Bangun Asmat dengan Potensi dan Sumber Daya Lokal
News
Pemerintah terus berupaya untuk mempercepat pembangunan di Kabupaten Asmat. Hal ini sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Ta...