Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​CBA: Pengelolaan Keuangan BPJS Ketenagakerjaan "Menyimpang"

24 Okt. 2016, 13.20.32

​CBA: Pengelolaan Keuangan BPJS Ketenagakerjaan "Menyimpang"

Direktur CBA, Uchok Sky Khadafi

Jakarta, Sentananews.com

Center For Budget Analysis (CBA) sangat menyayangkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atas kebijakannya mengelola keuangan yang dinilai"menyimpang" karena "menyembunyikan" uang para pekerja dalam bentuk deposito.

"Kami sangat menyesalkan kebijakan yang diambil manajemen BPJS Ketenagakerjaan dalam mengelola keuangan para buruh. Karena, yang namanya uang buruh yang mereka kelola itu harus tercatat dalam pelaporan keuangan sebagai pertanggungjawaban, bukan tidak tercatat atau disembunyikan dalam bentuk deposito. Karena hal ini bisa merugikan para buruh, atau pekerja," kata Direktur CBA, Uchok Sky Khadafi kepada Sentananews.com di Jakarta, Senin (24/10).

Menurut dia, jika terus dilakukan maka hal ini bisa jadi menciptakan sebuah "uang gelap" untuk memasukan sejumlah deposito tanpa tercatat pada laporan keuagan. "Atau bisa juga tujuannya hanya untuk mengambil bunga deposito demi kepentingan kelompok.dan pribadi," ketusnya.

Dikatakan, bila transaksi tersebut tidak dimasukkan atau tercatat dalam keuangan BPJS Ketenagakerjaan, maka lama kelamaan sejumlah deposito bisa menjadi milik pribadi atau kelompok. "Dan ini bisa sangat merugikan keuangan negara, sehingga kami meminta kepada aparat hukum seperti Kejaksaan agung atau KPK untuk segera mengusutnya. Minimal untuk mencari tahu kejelasan sejumlah deposito sebesar Rp 858.5 miliar, dan mencari tahu siapa pelaku yang bertanggungjawab atas usaha "mencuri" duit jaminan sosial buruh, dan menaruhnya pada sejumlah bank dalam bentuk deposito," tukasnya.

Ia mengungkapkan, pada tahun 2014 pendapatan operasional BPJS Ketenagakerjaan mencapai Rp 2.4 triliun. Sedangkan pendapatan operasional pada tahun 2015 sebesar Rp 3.1 triliun. Jadi ada kenaikan pendapatan operasional sebesar Rp 703.6 miliar dari tahun 2014 ke tahun 2015.

Sementara beban operasional BPJS Ketenagakerjaan tahun 2015 lebih boros dibandingkan tahun 2014. Sebab beban operasional 2014 hanya menghabiskan Rp 2.5 triliun. Sedangkan pada tahun 2015, bisa sampai sampai sebesar Rp 3 triliun,

"Tetapi pada tahun 2014, dan diperkirakan sampai tahun 2015 ditemukan kejanggalan dalam pengelolaan laporan keuangan. Karena asanya sejumlah deposito yang tercatat tetapi tidak tercatat dalam laporan keuangan per 31 Desember 2014 sebesar Rp 858.5 miliar dan sejumlah deposito yang disimpan di sesejumlah Bank," tukasnya.

Sejumlah Bank yang diduga menyimpan deposito milik BPJS Ketenagakerjaan adalah Bank Papua sebesar Rp 61 miliar, Bank Permata Rp 110 miliar, Bank Muamalat Rp 179.7 miliar, CIMB Niaga Rp 45 miliar, dan BTN Ciputat sebesar Rp 54.6 miliar. Kemudian BRI cabang khusus sebesar Rp 9.6 miliar, BRI cabang Gatsu Rp 7.6 miliar,

Bank Bukopin sebesar Rp 231.2 miliar, BPD Bali cabang Renon sebesar Rp 50 miliar, BNI cabang Utama Senayan sebesar Rp 9.1 miliar, Bank Sumut cabang Utama Medan sebesar Rp 5 miliar dan Bank Mandiri Cabang Jamsostek sebesar Rp 111.5 miliar.

Penulis: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Di Depan Ojol, Prabowo Sindir Berita Pelintiran
News
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto bercerita atau 'curhat' bahwa pernyataannya kerap kali dibelokkan oleh banyak pih...
​Dinilai Bagian Orba, Eks Aktivis 98 Tolak Prabowo
News
Kelompok masyarakat yang mengatasnamakan Rumah Gerakan 98 mendeklarasikan gerakan melawan kembali ke zaman Orde Baru melalui ta...
Soal Perusak Bendera Demokrat, SBY Klaim Punya Bukti Kuat
News
Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut pihaknya telah mengantongi bukti kuat di balik aksi perusak...
​Presiden Bagikan 6.000 Sertifikat Tanah di Jambi
News
Presiden Joko Widodo membagikan 6.000 sertifikat tanah kepada masyarakat Jambi sebagai bukti hukum kepemilikan lahan."Saya liha...
Presiden: Jelang Pilpres Semua Pihak Harus Jaga Ketenangan
News
Presiden Joko Widodo meminta semua pihak menjaga ketenangan dan kesejukan menjelang pelaksanaan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019....
Pangdam Jaya Pimpin Upacara Hari Juang Kartika TNI AD 2018
News
Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Joni Supriyanto pimpin upacara, dalam Rangka memperingati Hari Juang Kartika TNI AD Tahun 201...
​Hiruk Pikuk Panggung Politik, Elektabilitas Mandeg
News
Hiruk-pikuk panggung politik nasional dua bulan terahir belum memberikan efek yang signifikan terhadap elektabilitas kedua pasa...
Pemkab Kepulauan Seribu Galakkan Jumat Bersih
News
Jakarta, sentanews.comGuna menanggulangi sampah di Kepulauan Seribu, Pemerintah Kabupaten galakkan Jumat bersih. Jumat bersih s...
​Kementerian PUPR Terima Medali Emas Simpul Jaringan Geospasial
News
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menerima penghargaan Bhumandala Kanaka Tahun 2018 atau Medali Emas untuk...