Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Gugatan Ambang Batas Presiden ke MK Didukung Jimly

16 Juni 2018, 23.09.48

​Gugatan Ambang Batas Presiden ke MK Didukung Jimly

Jakarta, sentananews.com

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie menilai harusnya tak ada ambang batas pencalonan presiden pada 2019 mendatang.

Menurut dia, dalam sistem demokrasi, presidential threshold (PT) atau ambang batas pencapresan idealnya nol persen. "Yang paling cocok sama demokrasi, ya, nol persen," katanya saat ditemui di kediaman ketua DPD Oesman Sapta Odang usai menghadiri acara halalbihalal, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (16/6).

Jimly berkata ambang batas nol persen akan membuka semakin banyak calon maju di pemilihan presiden. Hal itu menurut dia positif dan bisa menawarkan pilihan pemimpin presiden di 2019 nanti.

"Kita banyak referensi. (Di Pilpres Rusia) yang penuhi syarat, kan, 8 enggak apa apa. Apa iya terlalu banyak? Enggak juga, memang bangsa kita terlalu majemuk jadi banyak capres tidak apa-apa," lanjutnya.

Lebih lanjut, ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia ini juga menyarankan agar gugatan ambang batas pencalonan presiden ini bisa diputus sebelum pendaftaran capres pada Agustus nanti.

Sebab menurut dia jika putusan baru keluar setelah pendaftaran, maka akan menyulitkan penyelenggara dan peserta pemilu.

"Kalau sudah pendaftaran itu berlaku prinsip sudah masuk ke proses. Jangan lagi nanti setelah sudah masuk ke tengah jalan lalu diubah. Bukan hanya soal negara, tapi penyelenggara, pesertanya pun kacau, pemilih juga kacau," katanya.

Sebelumnya, sebanyak 12 tokoh publik bersiap menggugat ulang ambang batas pencalonan presiden ke Mahkamah Konsititusi (MK).

Busyro Muqoddas, Bambang Widjojanto, Chatib Basri, Rocky Gerung, dan Faisal Basri tercatat sebagai pemohon dari rencana uji materi beleid tersebut.

"Yang kami perjuangkan ini untuk menegakkan kembali kedaulatan rakyat dalam memilih presiden," ujar Denny Indrayana selaku kuasa hukum para pemohon, Rabu (13/6).

Editor: Syarief Lussy

To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

KUTIPAN Minta Kemenaker Klarifikasi SepakTerjang Oknum L
News
Direktur Eksekutif Komunitas Untuk Transparansi Informasi Publik Nasional (KUTIPAN) Aswan Bayan sangat menyayangkan orang keper...
HUT Ke 65, FK.UKI Gelar Seminar "Gaul Tanpa Sex Bebas"
News
Dalam rangka HUT Ke 65 Universitas Kristen Indonesia (UKI) melaksanakan serangkaian kegiatan diantaranya acara seminar kepada m...
​Aroma Korupsi Menyeruak dari Tiga Kementrian
News
Center For Budget Analysis (CBA) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut potensi kerugian negara sebesar Rp ...
Bawaslu Usul Nama Caleg Koruptor Dipampang di TPS
News
BUNTUT dari keputusan Bawaslu RI meloloskan eks napi koruptor menjadi Calon Legislatif (Caleg) DPRD I dan II, DPR RI dan DPD di...
​Pameran Seni Printmaking 2018 hadir di Plaza Indonesia
News
Sampai saat ini seni Printmaking and Paper Art di Indonesia masih kurang diminati dan dikenal oleh sebagian masyarakat luas dib...
​Perludem: Hoaks Jadi Ancaman Serius di Pemilu 2019
News
Peredaran berita bohong alias hoaks di media sosial dinilai menjadi ancaman serius bagi jalannya Pemilu 2019. Pembuatan hoaks b...
​Gelaran Pertamina Budaya, Jaga Kelestarian Tari Topeng
News
PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (Pertamina Internasional EP) beker...
​Resmi Cawapres, Ma'ruf Mundur dari Rais Aam PBNU
News
Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin resmi mundur sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), setelah resmi menjadi cal...
​Pertamina Run For Charity 6,1 KM Bantu Pendidikan di Belawan
News
Dalam rangka mewujudkan kepedulian terhadap sesama, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I menyelenggarakan ...