Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

IPW Kecam Kebijakan Ganjil Genap di Tol Bekasi

9 Maret 2018, 19.52.55

IPW Kecam Kebijakan Ganjil Genap di Tol Bekasi

Jakarta, sentananews.com

Ind Police Watch (IPW) mengecam keras sikap Menteri Perhubungan yang mengeluarkan Permen No PM 18 Tahun 2018, yang menetapkan Genap Ganjil Tol Cikampek Jalur Bekasi Jakarta mulai 12 Maret 2018.

Menurut Ketua Presidium Ind Police Watch, Neta S Pane, penerapan sistem Genap Ganjil Tol Cikampek adalah sebuah penghinaan bagi masyarakat Bekasi. "Seharusnya warga dan Pemko Bekasi memprotes dan menolak penerapan Peraturan Genap Ganjil Jalan Tol Cikampek Jalur Bekasi Jakarta itu. Sebab peraturan tersebut sangat mendiskriminasi warga Bekasi dan bukan solusi untuk mengatasi "neraka" kemacetan Tol Cikampek Jakarta," kata Neta dalam keterangan persnya yang diterima Sentananews.com di Jakarta, Jumat (09/3).

Menurutnya, Permen tersebut dikeluarkan tanpa dasar yang jelas, tanpa kajian matang dan tanpa mau melihat fakta di lapangan. Dan hanya didasarkan pada sikap sok tahu, arogan dan pragmatis.

"Kenapa kami sebut kebijakan itu sarat diskriminasi? Sebab hanya warga Bekasi yang terkena sistem genap ganjil. Sementara warga lain di sisi tol, bebas melintas tanpa terkena peraturan genap ganjil," ketusnya.

"Sistem ini bukan solusi karena warga Bekasi bisa saja masuk dari Pintu Tol Tambun ataupun Pondokgede. Jika itu terjadi "neraka" macet akan berpindah ke dua jalur tersebut. Jadi Peraturan Menteri Perhubungan itu tidak jelas manfaatnya dan menjadi sebuah kesiasian," paparnya.

Seharusnya, kata dia, Menteri Perhubungan berkordinasi dengan Polri untuk melakukan rekayasa lalulintas Tol Cikampek Jakarta. "Sebab munculnya "neraka" kemacetan jalan tol itu adalah akibat sikap seenaknya pemerintah yang menumpuk proyek infrastruktur di pinggir dan tengah jalan tol secara bersamaan," tukasnya.

"Seharusnya pemerintah menyadari bahwa Tol Cikampek Jakarta adalah urat nadi satu satunya Trans Jawa. Sehingga sedapat mungkin dihindari untuk "mengganggunya". Kalaupun ingin membangun jalur kereta dan lainnya seharusnya menggunakan lahan yang lain agar urat nadi Trans Jawa tidak terganggu," paparnya.

Ironisnya, lanjut dia, akibat sikap ngawur pemerintah itu menimbulkan "neraka" kemacetan, Menteri Perhubungan seolah menyalahkan warga Bekasi sebagai biang keroknya dan didiskriminasi dengan sistem genap ganjil. Padahal jika dicermati, kemacetan Tol Cikampek di pagi hari justru lebih parah dari arah Jakarta hingga ke Cibitung.

"Titik kemacetannya mulai dari Pintu Keluar JORR di Cikunir hingga pintu keluar Kawasan Industri Cibitung. Sedangkan kemacetan parah Jalur Bekasi Jakarta umumnya hanya terjadi hari Senin pagi. Itupun dari arah Bandung dan Pantura, yang umumnya orang orang yang habis liburan," jelasnya.

Dengan kondisi ini, pihaknya memastikan bahwa Sistem Genap Ganjil bukan solusi untuk mengatasi kemacetan Tol Cikampek. Tapi sistem itu hanya mengatasi masalah dengan masalah hingga akan menimbulkan masalah baru. Akibat kebijakan itu warga dan Pemko Bekasi harusnya merasa terhina. Sebab mereka seperti dianggap sebagai "warga dari planet lain" yang pantas didiskriminasi oleh Menteri Perhubungan.

"IPW berharap dalam dalam mengatasi "neraka" macet Tol Cikampek, Menteri Perhubungan berkordinasi dengan Polri untuk melakukan rekayasa lalulintas tanpa diskriminasi. Selain itu mendesak pemerintah menata jalan arteri Pulogadung Bekasi dan Jalur Kalimalang sebagai alternatif yang ideal untuk mengurai "neraka" kemacetan Tol Cikampek," pungkasnya.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Jasa Marga Berlakukan _Contraflow_ di Km 47 Hingga Km 41 Jalan Tol Japek
News
Untuk mengurai kepadatan lalu lintas arus balik / arah Jakarta, Jasa Marga memberlakukan rekayasa lalu lintas _contraflow_ dari...
H2 Lebaran, Volume Lalin di GT Cileunyi dan GT Ciawi Meningkat
News
Pada hari kedua Lebaran, tepatnya Sabtu (16/6) terpantau adanya peningkatan lalu lintas yang cukup signifikan di sejumlah Gerba...
​Gugatan Ambang Batas Presiden ke MK Didukung Jimly
News
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie menilai harusnya tak ada ambang batas pencalonan presiden pada 2019 men...
Ade Yasin Terseret Korupsi, Warga Ditipu Jadi Joki AJB
News
Terkuaknya dugaan kasus penjualan aset (lahan) negara sekaligus penyerobotan tanah milik warga petani di Desa Singasari, Kecama...
Menteri dan Pejabat Negara Hadiri Open House Jokowi
News
Sejumlah menteri Kabinet Kerja dan pejabat negara menghadiri acara open house yang digelar Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Ist...
Menteri Basuki dan Keluarga ShalatIed di Masjid Kementrian PUPR
News
Pada hari kemenangan 1 Syawal 1439 Hijriah yang bertepatan dengan Jumat, 15 Juni 2018 ini, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan...
​Venue Layar Ditargetkan Rampung Akhir Juni 2018
News
Pembangunan Venue Layar di Pantai Barat Ancol untuk digunakan pada Asian Games ke-18 ditargetkan selesai akhir Juni 2018. Selur...
​Mudik Bareng Para Pekerja Konstruksi di Kompleks GBK
News
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya menyelenggarakan kegiatan mudik ...
​GK Ladies Jokowi Gelar Sembako Murah
News
DALAM rangka Bulan Ramadhan, Galang Kesatuan (GK) Ladies kembali menggelar "Sembako Murah". Kali ini Sembako Murah GK Ladies di...