Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Jangan Berhenti di Setnov, Bongkar Semua Penerima Duit e-KTP

3 Jan. 2018, 23.57.45

Jangan Berhenti di Setnov, Bongkar Semua Penerima Duit e-KTP

Jakarta, sentananews.com

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didorong untuk mengusut tuntas kasus korupsi pengadaan e-KTP yang diduga melibatkan banyak politikus Senayan. Artinya, kasus yng merugikan negara triliunan rupiah ini tidak klimaks pada Setya Novanto (Setnov) saja.

KPK juga harus tetap menyelidiki nama-nama politikus yang disebut menerima aliran uang dari korupsi e-KTP. Nama-nama tersebut termasuk tiga politikus PDIP, Ganjar Pranowo, Yasonna H Laoly, dan Olly Dondokambey.

Saat dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu (03/1/2018), Ketua Presidium Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima) Sya'roni berharap berharap semua penerima dana e-KTP harus diusut tuntas, semuanya harus ditangkap sebagaimana KPK menangkap Novanto.

"KPK butuh bukti baru untuk menjerat tiga nama. Kemungkinan KPK tengah menunggu keterangan Novanto dalam persidangan untuk menjerat mereka," ucap Sya'roni.

Ia juga meminta kepada Setya Novanto untuk membuka pihak-pihak yang terlibat dalam korupsi berjamaah yang merugikan negara hingga triliunan rupiah tersebut.

"Novanto harus buka mulut bila tidak mau meringkuk di balik tahanan KPK sendirian. Kalau Novanto tidak mau menerima ini sendirian, maka dia harus membuka semuanya," kata Sya'roni.

Sya'roni menilai, KPK kini tengah menunggu pengakuan Novanto dalam persidangan untuk menjerat politikus lain yang diduga menerima duit korupsi e-KTP.

"KPK butuh bukti baru untuk menjerat nama-nama lain. KPK Masih menunggu keterangan Novanto. Ini menjadi kesempatan Novanto membongkar semua," pungkasnya.

Setnov Bungkam

Sementara Setya Novanto tak banyak bicara setelah menjalani pemeriksaan di KPK. Terdakwa kasus korupsi proyek e-KTP itu dimintai keterangan terkait pengembangan perkara e-KTP.

Dari pantauan, Novanto tampak keluar dari lobi KPK pada pukul 17.04 WIB, Rabu (3/1/2018) setelah menjalani pemeriksaan selama kurang-lebih 4 jam. "Klarifikasi," ujar Novanto singkat.

Novanto tampak masih membawa map putih. Dia hanya tersenyum ketika berjalan menuju mobil tahanan.

Terkait dugaan korupsi proyek e-KTP ini, KPK memang sedang mengembangkan kasus. KPK mengejar beberapa pihak yang diduga ikut menikmati aliran duit proyek ini, baik dari pihak swasta, politikus, maupun kalangan birokrat.

"Karena tentu saja dari konstruksi kasus yang sudah kita uraikan sebelumnya masih ada sejumlah pihak lain yang diduga terlibat dalam kasus e-KTP ini. Sehingga kita perlu melakukan pendalaman untuk mencari keterlibatan pihak lain. Apakah dari pihak swasta, sektor politik, ataupun dari birokrasi, tentu nanti hasil dari perkembangan perkara ini," ucap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di kantornya kemarin, Selasa (2/1).

Ia juga mengungkapkan bahwa tim Jaksa Penuntut KPK telah resmi mengajukan banding terhadap vonis Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) atas terdakwa kasus korupsi e-KTP Andi Agustinus alias Andi Narogong.

"banding Andi Narogong tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk menjerat pihak-pihak lain yang secara bersama-sama melakukan tindak pidana korupsi proyek e-KTP," ujarnya.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Gempa Banjarnegara,  PLN Terjunkan Personil Amankan Listrik
News
PT PLN Area Purwokerto melakukan respon cepat amankan jaringan listrik pasca terjadinya gempa berkekuatan 4,4 Skala Richter (SR...
​Mensos: Penuhi Kebutuhan Dasar Korban Gempa Banjarnegara
News
Menteri Sosial Idrus Marham meminta semua unsur dalam penanggulangan bencana di Kementerian Sosial untuk all out memenuhi selur...
​Muhammadiyah Desak Presiden Ganti Dirut Telkom
News
Persoalan dana CSR yang dibagikan oleh PT Telkom Indonesia Tbk mendapat protes keras dari ormas Islam. Jika sebelumnya PBNU, ka...
​FSTM: Tolak Politisasi Masjid dan Kembalikan Fungsinya
News
Forum Silaturrahim Takmir Masjid (FSTM) mengajak para takmir Masjid Se-Jakarta pusat untuk mengkampanyekan fungsi Masjid sesuai...
LIPI Gelar Pameran ​Tiga Tinta Emas Abad 20
News
Dalam rangka memperingati 63 tahun Konferensi Asia Afrika, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menggelar Pameran "Tiga Ti...
​Ketua PBNU: Pembagian CSR Telkom Jangan Diskriminatif
News
Dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Telkom Indonesia yang diduga diskrimininatif menuai kritikan keras dari Pengurus ...
​Asnil Bambani dan Afwan Prwanto Pimpin AJI Jakartau
News
Asnil Bambani (Redaktur Kontan) dan Afwan Purwanto (News Producer RTV) terpilih secara aklamasi dan ditetapkan sebagai Ketua da...
​Kapushidrosal Menata Pipa dan Kabel Bawah Laut Lewat Peta Laut
News
Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H.,...
​24 April Vonis untuk Setnov Bakal Dibaca
News
Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta telah menetapkan jadwal persidangan dengan agenda pembacaan vonis bagi terda...