Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Jangan Menjadi Besar Dengan Membunuh Si Kecil

18 Maret 2018, 6.57.54

Jangan Menjadi Besar Dengan Membunuh Si Kecil

M.Basuki Hadimoeljono, Menteri PUPR

Jakarta, sentananews.com

Mohamad Basuki Hadimoeljono lebih kuat dari yang kelihatannya. Energik, penuh antusias. Tak pernah menyerah. Kualitas kepribadian itu pantas bagi Basuki menjelaskan kepada Indonesia kinerja yang memukau tentang pembangunan infrastruktur sebagai membangun negara.

Di lantai 2 gedung kementerian infrastruktur, berdiri kekuatan paling profesionalnya sejak dilantik sebagai Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia (PUPR) pada Oktober 2014.

Supaya Indonesia terlihat hebat, tidak tampak bolong-bolong sosial-ekonominya, maka ciri penting daripada fungsi dan peranan pembangunan infrastruktur saat ini dan nanti, adalah sasaran utamanya. Yakni, membangun Negara.

Seperti diakuinya dalam suatu wawancara, Basuki menyatakan, "When we build infrastructure, we build the nation." Di mata dunia, Indonesia memang harus lebih hebat.

Keharusan, yang secara nasional dimulai dari pemantapan ketersediaan infrastruktur, yang menjembatani kesenjangan antara desa, antar daerah pinggiran, perbatasan, dan antar wilayah di pelosok nusantara.

Konsekuensi menjembatani segala bentuk kesenjangan adalah, konsekuen pula mengakomudir segala agenda pemerataan, pertumbuhan, produktivitas atau daya saing dalam kerangka memperhebat Indonesia.

Ketika Pemerintahan Joko Widodo menggaungkan pembangunan infrastruktur secara besar-besaran, program strategi PUPR pun dikebut. Di bidang sumber daya air, contoh; ada 65 waduk baru, 3 juta ha jaringan irigasi baru, dan 3 juta ha rehabilitasi jaringan.

Di bidang jalan, ada 1000 km jalan bebas hambatan, 2700 km jalan arteri, 2350 km jalan nasional baru, 14400 meter jembatan dan 26000 meter fly-over, unde-pass dan perlintasan kereta api.

Dibidang perumahan, ada 900 ribu unit rumah tapak dan rumah susun, dan 450 ribu unit rumah swadaya. Semuanya dalam tahun anggaran 2015-2019. Fantastisnya, hingga Maret 2018 ini, separuh dari pembangunan infrastruktur yang dikebut itu boleh dikata mulai mewujud.

Basuki

Basuki lahir di Surakarta, 5 November 1954. Ayahnya seorang perwira menengah TNI-AD. Lahir sebagai anak keempat dari delapan bersaudara, Basuki kecil mengikuti ayahnya yang berpindah-pindah tempat penugasan.

Usia sekolah SD hingga separuh SMP ia habiskan di Palembang (1963-1968). Setelah tamat SMP dan separuh SMA di Papua, (tamat SMA di Surabaya), ia masuk UGM dan lulus jurusan teknik geologi pada 1979. Pada 1980, Basuki pun melamar kerja di kantor PU di Semarang.

Setelah menjalani karir yang berliku selama 34 tahun di lingkungan Pekerjaan Umum, Basuki akhirnya diangkat menjadi Menteri PUPR dalam Kabinet Kerja Jokowi.

Sebelum diangkat menjadi Menteri, Basuki mengaku tidak punya hubungan spesial dengan Jokowi. Ia hanya mengenal Jokowi selintas saja. Pertama, dalam suatu acara di Solo, saat Jokowi menjabat Walikota, dan Basuki menjabat Dirjen. Mereka pernah main band bersama dalam suatu acara; Basuki bermain drum, dan Jokowi bernyanyi.

Pertemuan kedua, terjadi setelah Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta. Suatu saat ia mengantar Jokowi keliling Jakarta terkait masalah tata ruang, ia diminta membuat tulisan tentang infrastruktur. Ia bikin, selesai, kemudian hasilnya ia serahkan kepada Jokowi. Habis itu tidak ada kontak lagi.

Sebelum pengumuman kabinet, Basuki diundang Megawati ke rumahnya. Pada 20 Oktober 2014, ia dipanggil menghadap Jokowi. Pada 24 Oktober 2014, ia dilantik sebagai Menteri PUPR bersama menteri-menteri lainnya.

Jangan Membunuh Si Kecil

Sebagai 'harga' ketertinggalan mengejar pertumbuhan dan kesejahteraan, Basuki tampak paham betul bahwa sebahagian Jawa, sebahagian Sumatera, Sulawesi, untuk sementara harus menahan daftar angka index mobilitas dan aksesbilitas, supaya jangan dulu bertambah.

Ketika biaya besar harus digelontorkan untuk infrastruktur, itu memang tak lepas dari upaya pemerintah untuk menaikkan derajat desa-desa, daerah-daerah pinggiran dan perbatasan yang sudah lama dilanda lesu darah.

Akhirulkalam, pemerataan pendapatan bagi golongan masyarakat bawah jauh lebih mendesak, daripada memanjakan segelintir masyarakat kota yang berpunya seperti yang sudah-sudah.

Lahirnya kebijakan program padat karya tunai irigasi sebagaimana berjalan sekarang umpamanya, itu contoh bagus tentang manfaat langsung pembangunan infrastruktur terhadap perekonomian. Itu mengasumsikan jangan ada lagi menjadi besar dengan 'membunuh' si kecil.

Penulis, Luthfi Pattimura


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Jokowi-Ma'ruf Pemenang,  Indonesia  Milik Bersama
News
Jakarta, sentananews.comIndonesia adalah negara besar yang membutuhkan peran semua pihak untuk bersama-sama memajukannya menjad...
​Aksi Demo Tak Puas Pasca Hasil Perhitungan Hal Biasa
News
Aksi demo yang dilakukan oleh rakyat yang tidak puas dengan penyelenggaraan Pilpres merupakan hal yang biasa.Hal ini disampaika...
Mudik 2019,  Diharapkan  Berjalan  Aman dan Lancar
News
Jakarta, sentananews.comMenteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengatakan, mudik 2019 akan menjadi mudik yang aman dan...
Syukuri Kemengangan, Tanggung Jawab Bagi Kemajuan Negeri
News
Jakarta, sentananews.comHasil akhir rekapitulasi penghitungan secara berjenjang dari bawah, akhirnya menetapkan Jokowi-KH Ma'ru...
​Panglima TNI Safari Ramadhan ke Polda Banten
News
Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Wakapolri, Komjen Pol Drs. Ari Dono Sukmanto, S.H. mengunjungi Banten...
​Polisi Perketat Penjagaan Gedung KPU dan Bawaslu
News
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono menegaskan, bahwa menjelang pengumuman hasil Pemilu 2019 pada 22 Mei mendatang ...
Satpol PP Meruya Utara Gelar Operasi Miras
News
Jakarta, sentananews.comPetugas gabungan Satpol PP Kel.Meruya Utara Kec.Kembangan Jakarta Barat menggelar operasi minuman keras...
​TPPU Kasus Narkotika, BNN Sita Aset Rp 10 Miliar
News
Kepala Biro Humas dan Protokol Badan Narkotika Nasional (BNN), Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono mengungkapkan, pihaknya berhas...
​KSBSI DKI Tegas Tolak People Power
News
Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) DKI Jakarta menegaskan sikap untuk tidak melakukan aksi dan kegiatan dala...