Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Jangan Sembarangan Jual Barang Bekas Elektronik

5 Juli 2017, 22.46.09

Jangan Sembarangan Jual   Barang Bekas Elektronik

Jakarta, Sentananews.com

Setiap hariribuan jenis barang elektronik rusak, selanjutnya tinggal rongsokannya. Tapi pernahkah terbayangkan, bagaimana nasib barang elektronik bekas yang sudah tak dipakai. Sudah benarkah pengelolaan sampah elektronik atau electronic waste atau e-waste.

Sebab jika salah pengelolaan, e-waste yang banyak mengandung bahan beracun dan berbahaya (B3) akan memberi dampak negatif bagi manusia. Hal inidikatakan Pengajar Jurusan Teknik Mesin Universitas Janabadra, Yogyakarta, Mochamad Syarasiro, seperti dikutipdari PR.

Dikatakan,sampah elektronik harus dikelola secara benar dengan pemisahan komponen yang benar-benar selektif. Alasannya, ada beberapa zat berbahaya dalam komponen elektronika yang membutuhkan penanganan secara khusus dan tak bisa dicampur dengan sampah lain.

"Yang pertama plastik, khususnya jenis PVC, karena di dalamnya mengandung unsur klorin yang kita semua tahu bahwaitu zat yang cukup berbahaya bagi kesehatan, dan sangat sulit sekali terurai di dalam tanah, butuh waktu puluhan bahkan ratusan tahun untuk mengurainya,"katanya.

Sementara Menurut Wakil Kepala DLH DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim, limbah elektronik yang berasal dari berbagai jenis barang, seperti telepon genggam(HP), televisi hingga kulkas bekas, bisa menimbulkan hal yang berbahaya bagi kehidupan, untuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengingatkan warga agar tidak menganggapnya remeh.


"Barang elektronik kalau sudah rusak itu menjadi limbah yang berbahaya," kata Wakil Kepala DLH DKI Jakarta, Ali Maulana Hakim, Rabu (5/7).

Lebih jauh dikatakan, saat ini banyak dari warga yang menjual limbah elektronik ke pengepul barang bekas. Limbah elektronik tersebut selanjutnya dipreteli pengepul dan diambil komponen yang penting saja.
"Misalnya accu. Airnya akan dibuang ke tanah. Kalau sampai air itu masuk tanah dan ada tumbuhan di sekitar lahan itu maka akan mati tercemar," jelasnya.

Menyikapi persoalan ini, kata Ali, pihaknya akan menggencarkan program e-waste. Dalam program tersebut, limbah elektronik warga akan ditampung dan diolah agar tidak lagi mencemari lingkungan. "Limbah elektronik daripada disimpan di rumah, lebih baik ditaruh di drop box yang kita sediakan di kelurahan. Nanti kami olah dengan baik," ungkapnya.

Editor: Pangihutan S


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Kemenristekdikti Akan Tata Ulang Jumlah Dosen
News
Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) akan melakukan penataan, agar syarat jumlah dosen yang men...
Besok KPK Periksa Setya Novanto
News
Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif mengungkapkan, pihaknya menjadwalkan kembali pemeriksaan terhadap politisi puncak Partai Golkar...
Dua Tahanan Kabur Tewas Didor Polisi
News
Petugas Polres Metro Jakarta Barat terpaksa menembak mati dua tahanan yang melarikan diri, di Bekasi, Jawa Barat, lantaran meng...
Putusan MA Tetap Perhatikan Kenyamanan Konsumen
News
Pakar Perundang-undangan dari Universitas Jember, Bayu Dwi Anggono mengatakan, meski ada pembatalan 14 poin aturan di dalam Per...
Proses Penerimaan CPNS Diawasi Ombudsman RI
News
Jakarta, Sentananews.comOmbudsman Republik Indonesia turut melakukan pengawasan terhadap proses penerimaan Calon Pegawai Negeri...
Wali Kota Batu Ditangkap KPK
News
Malang, sentananews.comSalah satu pimpinan di daerah kabarnya diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Operasi Tangkap ...
BNPB: Bantuan Rohingya Tambahan Dikumpulkan di Halim
News
Jakarta, sentananews.comDirektur Tanggap Darurat BNPB Junjungan Tambunan mengatakan sejumlah barang-barang bantuan kemanusiaan ...
Delapan Tahanan Narkoba Polres Metro Jakbar Kabur
News
Lemahnya pengawasan di ruang tahanan Polres Metro Jakarta Barat harus dibayar mahal. Delapan orang tahanan Polres Metro Jakarta...
Diskotek Diamond Resmi Ditutup Pemrov DKI
News
Pasca-penangkapan politisi Golkar Indra J Piliang bersama dua rekannya yang mengonsumsi sabu di Diamond Diskotik dan Karaoke, t...