Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Jokowi Ajak Mahasiswa Berpikir Masa Depan Ikuti Perkembangan Jaman

14 Sep. 2018, 23.49.46

Jokowi Ajak Mahasiswa Berpikir Masa Depan Ikuti Perkembangan Jaman

kongres gmki ke-36

Bogor, SENTANA – PRESIDEN RI Ir, H, Joko Widodo (Jokowi) mengajak mahasiswa sebagai generasi muda bangsa untuk berpikir masa depan bukan malah memikirkan hal-hal kecil untuk dijadikan masalah. Bila ada masalah atau kendala harusnya ditangani dalam rangka menciptakan masa depan yang lebih baik bukan untuk menjatuhkan orang lain apalagi menjadi menciptakan permusuhan dan perpecahan.

Hal itu dikatakan Jokowi saat membuka secara resmi kongres ke-36 Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di Hotel Grand Forest Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/9/2018). "Jangan gara-gara Pilkada, Pileg atau Pilpres karena berbeda pilihan terjadi permusuhan bikin kita terpecah-belah," kata Presiden Jokowi

Kata Jokowi, Indonesia adalah bangsa yang besar, bahkan sangat besar. Dengan 17.000 pulau, 714 suku dan 1.100 lebih Bahasa daerah serta beraneka ragam agama dan kepercayaan bersatu dalam suatu Negara. Indonesia yang sangat pluralis, lanjut Jokowi, bisa jadi kekuatan besar jika bersatu dan hidup rukun.

Selain soal keberagaman, di depan peserta kongres, Jokowi mengingatkan agar anak muda harus mengetahui teknologi karena perubahan yang begitu cepat. Jokowi sempat menyinggung soal kecerdasan buatan (artificial intelligent) hingga 3D Printing.

"Kita harus sadar bahwa sekarang ini terjadi perubahan besar di dunia global, berubah begitu cepat harus ikuti semua apalagi anak muda harus tahu artificial intelligent 3D printing, virtual reality, kalau enggak ditinggal kita. Dunia berubah begitu cepatnya dan Revolusi Industri 4.0 3 kali lebih cepat sehingga ini segera terjadi perubahan besar di dunia ini. Apa yang harus kita siapkan? Pekerjaan besar kita ada di situ. Kita bisa lakukan lompatan kalau bisa rencanakan antisipasi perubahan yang ada," jelas Jokowi.

"Coba lihat saja pas Asian Games, begitu kita bersatu itu yang main silat, agamanya apa?, kan nggak pernah tanya seperti itu. Yang main badminton nggak pernah tanya suku apa. Ya memang seharusnya seperti itu," kata Jokowi.

Jokowi menyayangkan pembukan Asian Games kemarin 'digoreng' oleh sejumlah politikus Indonesia. Padahal, seharusnya bisa menjadi sebuah tontonan yang harus dinikmati sebagai opening ceremony Asian Games.

Selain berbagai atraksi yang disajikan, penampilan Presiden Jokowi di dalam video pembukaan juga mendapat sorotan masyarakat. Namun ada juga politisi yang mempersoalkan penggunaan stuntman atau pemeran pengganti Jokowi saat aksi terbang menggunakan sepeda motor.

"Tapi yang diramaikan bukan masalah pembukaannya, yang diramaikan sama politisi-politisi itu stuntmannya," kata Jokowi.

Menurut Jokowi tidak mungkin seorang Kepala Negara melakukan atraksi dengan menggunakan sepeda motor. Untuk itu panitia Asian Games menggandeng Saddum So, Freestyler asal Thailand sebagai stuntman Presiden Jokowi.

"Khan ini tontonan, ini hiburan jangan dibawa kemana-mana. Ya kita nikmati sebagai sebuah opening ceremony, sebuah event besar Asian Games," imbuh Jokowi

"Aset terbesar bangsa ini adalah Persatuan. Dengan hidup rukun dan kebersamaan akan menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang besar. Jadi, mahasiswa dan pemuda harus berpikir masa depan yang lebih baik untuk diri dan bangsa ini," harapnya.

Jokowi lalu menceritakan pengalamannya saat berkunjung ke markas Facebook. Di sana ia diajak oleh CEO Facebook Mark Zuckeberg bermain tenis meja dengan menggunakan aplikasi seltina Valley. "Jadi saya dan Mark seperti main pingpong beneran. Seperti ada meja dan bolannya dan badan kita bergerak. Nanti orang bisa main sepak bola juga hanya di ruangan," ujarnya.

Jokowi menyayangkan ulah politisi Indonesia saat ini yang hanya bertujuan menang dan berkuasa tapi mengindahkan edukasi dan persatuan dan kesatuan bangsa. "Jangan merusak kebersamaan dan keharmonisan bangsa karena tujuan politik," tandasnya. (ARP)


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Aroma Korupsi Menyeruak dari Tiga Kementrian
News
Center For Budget Analysis (CBA) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut potensi kerugian negara sebesar Rp ...
Bawaslu Usul Nama Caleg Koruptor Dipampang di TPS
News
BUNTUT dari keputusan Bawaslu RI meloloskan eks napi koruptor menjadi Calon Legislatif (Caleg) DPRD I dan II, DPR RI dan DPD di...
​Pameran Seni Printmaking 2018 hadir di Plaza Indonesia
News
Sampai saat ini seni Printmaking and Paper Art di Indonesia masih kurang diminati dan dikenal oleh sebagian masyarakat luas dib...
​Perludem: Hoaks Jadi Ancaman Serius di Pemilu 2019
News
Peredaran berita bohong alias hoaks di media sosial dinilai menjadi ancaman serius bagi jalannya Pemilu 2019. Pembuatan hoaks b...
​Gelaran Pertamina Budaya, Jaga Kelestarian Tari Topeng
News
PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (Pertamina Internasional EP) beker...
​Resmi Cawapres, Ma'ruf Mundur dari Rais Aam PBNU
News
Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin resmi mundur sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), setelah resmi menjadi cal...
​Pertamina Run For Charity 6,1 KM Bantu Pendidikan di Belawan
News
Dalam rangka mewujudkan kepedulian terhadap sesama, PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region (MOR) I menyelenggarakan ...
Jakut Prioritaskan Perbaikan Saluran
News
Jakarta, sentananewsMemasuki musim penghujan, Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara memprioritaskan program penanggulangan...
​Gaduh Impor Beras Buwas vs Mendag Kontraproduktif
News
Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso 'berseteru' dengan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita karena polemik impor...