Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Kapolri: Kita Sepakat Dengan Tambahan Hukuman Pelaku Kejahatan Seksual

11 Mei 2016, 12.41.20

Kapolri: Kita Sepakat Dengan Tambahan Hukuman Pelaku Kejahatan Seksual

Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti

Jakarta, Sentananews.com

Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti menyatakan sepakat dengan adanya hukuman tambahan terhadap pelaku kejahatan seksual apalagi kepada anak-anak.

"Masih ada pro dan kontra, tapi yang jelas kita sepakat ada hukuman tambahan," kata Badrodin Haiti di Istana Negara Jakarta, Rabu (11/5).

Kapolri menyatakan pihaknya tidak bisa memutuskan bentuk hukuman kepada pelaku, termasuk hukuman kebiri yang saat ini muncul.

"Kita tidak bisa memutuskan, kan ada beberapa," ucapnya.

Ia mencontohkan di Selandia Baru pelaku kejahatan seksual dipasangi sebuah "chip" sehingga akan termonitor ketika yang bersangkutan mendekati sekolah atau tempat anak-anak berada.

"Ada beberapa hal yang masih kita pertimbangkan terkait kejahatan seksual terhadap anak," imbuhnya.

Kapolri mengatakan tidak tahu apakah model seperti di Selandia Baru akan dipakai atau tidak di Indonesia.

"Sudah dibahas tapi masih ada pro dan kontra, tetapi yang jelas kita sepakat ada hukuman tambahan," tegas Kapolri.

Sebelumnya Presiden Joko Widodo menyatakan kejahatan seksual terhadap anak adalah kejahatan yang luar biasa. Hal tersebut disampaikan Presiden dalam pernyataannya usai rapat kabinet paripurna, Selasa (10/5) di Istana Negara Jakarta.

"Akhir-akhir ini kejahatan seksual terhadap anak semakin marak. Tadi dalam rapat juga sudah kita bicarakan bahwa kejahatan seksual terhadap anak kita nyatakan sebagai kejahatan luar biasa," kata Jokowi.

Selain menyatakan kejahatan tersebut sebagai kejahatan luar biasa, Presiden Jokowi juga menginginkan agar penanganan, sikap, dan tindakan seluruh elemen, baik itu pemerintah maupun masyarakat, untuk kasus-kasus serupa itu juga luar biasa.

"Oleh karena itu penanganannya harus dengan cara-cara yang juga luar biasa. Sikap dan tindakan kita juga harus luar biasa. Tadi sudah saya sampaikan pada Kapolri, Jaksa Agung bahwa ini harus ditindaklanjuti dengan cepat, dengan ketegasan, namun tetap sesuai dengan aturan yang ada," tambahnya.

Sementara itu terkait pencarian Ketua PSSI La Nyala Mattality, Kapolri Badrodin Haiti mengatakan Jaksa Agung memang sudah menyampaikan "red notice" kepada Polri.

"Dan kita sudah sampaikan ke interpol, tetapi sampai saat ini belum ada jawaban. Tentu kita terus berkomunikasi dengan berbagai pihak," kata Badrodin Haiti.


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Setnov Akhirnya Masuk Tahanan KPK
News
Wakil ketua KPK Laode Syarif menegaskan bahwa Ketua DPR Setya Novanto yang telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi E-...
Wapres: Budaya Melayu Budaya Persatuan
News
Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan, budaya Melayu memiliki peran penting dan andil yang besar bagi bangsa Indonesia.Hal ini ...
​Ikuti Air Force Run 2017, Ribuan Masyarakat Padati Halim
News
Ribuan masyarakat menyaksikan lomba lari Air Force Run 2017 di Halim Perdanakusuma. Air Force Run 2017 adalah lomba lari tahuna...
Bangun Opini Publik Strategis Hadapi Perang Informasi
News
Kapendam Jaya/Jayakarta Letnan Kolonel Inf Kristomei Sianturi melakukan gebrakan dengan mengumpulkan seluruh Admin website jaja...
​Kasal: KRI Bima Suci Hadir Sebagai Penerus KRI Dewaruci
News
Setelah melaksanakan pelayaran dari Vigo Spanyol sejak 18 September 2017, Kapal Latih terbaru milik TNI Angkatan Laut yakni KRI...
KPK Datangi Rumah Seya Novanto
News
KPK Jemput Paksa SetnovTim penyidik KPK, Rabu (15/11) malam mendatangi rumah Ketua DPR Setya Novanto di Jalan Wijaya XIII, Jaka...
​Kasal Pimpin Upacara Hut ke-72 Korp Marinir
News
Kepala Staf TNI AL (Kasal) Laksamana TNI Ade Supandi, SE,MAP bertindak selaku Inspektur Upacara dalam peringati HUT ke - 72 Kor...
Hindari Perbedaan, Sensus 2020 BPS Libatkan Kemendagri
News
Indonesia hingga saat ini masih ada permasalahan dalam data kependudukan. Data kependudukan masih berasal dari dua sumber yaitu...
Panglima TNI: Tidak Boleh Ada Separatis Bersenjata
News
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengaskan bahwa, di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tidak boleh ada ...