Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Kapushidrosal Menata Pipa dan Kabel Bawah Laut Lewat Peta Laut

13 April 2018, 21.59.22

​Kapushidrosal Menata Pipa dan Kabel Bawah Laut Lewat Peta Laut

Jakarta, sentananews.com

Kepala Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) Laksamana Muda TNI Dr. Ir. Harjo Susmoro, S.Sos., S.H., M.H. mengungkapkan, di dasar perairan Indonesia yang sangat luas ini terdapat berbagai infrastruktur buatan di bawah laut yang secara kasat mata tidak terlihat dari permukaan laut.

"Infrastrutur buatan itu adalah pipa dan kabel bawah laut. Minyak dan gas dari anjungan pengeboran-pengeboran minyak lepas pantai di saluran ke daratan kebanyakan melalui pipa bawah laut," katanya dalam pesan tertulisnya kepada Sentananews.com, di Jakarta Jumat (13/4).

Menurut dia, jalur komunikasi di Indonesia ini juga banyak didukung melalui kabel serat optik yang di gelar di permukaan dasar laut. Kerusakan pipa bawah laut dapat mengakibatkan pencemaran laut seperti kejadian di Teluk Balikpapan. "Demikian juga halnya dengan kerusakan kabel bawah laut, dapat memutus jaring komunikasi internet sehingga juga dapat mempengaruhi dan menghambat lalulintas ekonomi melalui transaksi perbankan," ujarnya.

Dikatakan, kerusakan kabel maupun pipa bawah laut pada umumnya diakibatkan karena jangkar kapal yang sedang berlabuh jangkar dan kegiatan perikanan menggunakan peralatan jaring dasar (bottom trawl), selain juga diakibatkan karena bencana alam seperti gempa maupun tsunami dan lain-lain. "Keberadaan pipa dan kabel bawah laut yang melintas di perairan Indonesia cukup banyak, hal ini bisa dilihat di Peta Laut Indonesia (PLI)," tuturnya.

Kapushidrosal menjelaskan, peta laut merupakan sarana utama yang resmi digunakan untuk menjamin keselamatan bernavigasi di laut. Informasi-informasi di dalam Peta laut, yang pembuatannya mengikuti standar internasional yang dikeluarkan oleh International Hydrographic Organization (IHO).

"Selain menggambarkan bahaya-bahaya navigasi juga menggambarkan instalasi buatan di permukaan maupun di dasar laut (seperti anjungan pengeboran minyak dan gas, pipa serta kabel bawah laut), serta garis-garis batas, batas maritim/ALKI/daerah terlarang dan daerah terbatas, termasuk batas kawasan konservasi maupun taman nasional laut," paparnya.

Ia menegaskan, jika para pemilik pipa maupun kabel bawah laut ingin agar pipa dan kabel miliknya aman maka solusi terbaik adalah dipetakan di Peta Laut Indonesia. "Karena semua pengguna laut di perairan Indonesia bahkan di seluruh dunia, menggunakan peta laut," tegasnya.

Tidak hanya untuk kepentingan bernavigasi kapal laut saja, peta laut juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan wisata bahari, pembangunan pelabuhan, perdagangan melalui laut, mitigasi bencana, perlindungan lingkungan laut, pertahanan di laut, perikanan, eksplorasi maupun eksploitasi sumberdaya alam di laut dan lain sebagainya.

Kerusakan pipa maupun kabel bawah laut biasanya diakibatkan karena operator atau pemilik kabel dan pipa bawah laut tidak melaporkan posisi saat melaksanakan penggelaran kabel maupun pipa bawah laut kepada Kapushidrosal sebagai Indonesian Chief Hydrographer untuk digambarkan dan dipetakan di Peta Laut Indonesia.

"Seyogyanya, Pushidrosal diikutsertakan sejak tahap perencanaan saat penggelaran pipa maupun kabel bawah laut sampai dengan tahap pelaksanaan penggelaran, sehingga kabel maupun pipa dapat tergelar pada dasar laut yang aman serta posisi penggelarannyapun dapat dengan yakin dipetakan pada peta laut Indonesia," ungkapnya.

Pada sisi lain, masih katanya, kerusakan kabel maupun pipa bawah laut juga bisa jadi akibat dari ketidakpedulian pengguna laut yang tidak membaca informasi, tidak melakukan pemutakhiran rutin peta lautnya dengan menggunakan Berita Pelaut Indonesia (BPI) atau Notice to Mariners (NtM) yang diterbitkan setiap minggu oleh Pushidrosal.

Ia menambahkan, berdasarkan Undang-Undang no 17 tahun 2008 tentang Pelayaran, Peraturan Pemerintah no. 5 tahun 2010 tentang Kenavigasian serta Peraturan Menteri Perhubungan No.129 tahun 2016 tentang Alur Pelayaran di Laut dan/atau Instalasi di perairan menyebutkan bahwa untuk lokasi bangunan atau instalasi bawah laut seperti pipa dan kabel bawah laut serta zona keamanan dan keselamatan berlayar harus diumumkan dengan mencantumkan dalam peta laut dan buku petunjuk pelayaran serta disiarkan melalui Berita Pelaut (Notice to Mariners/NtM), stasiun radio pantai kepada seluruh pengguna laut di dunia, sehingga selain dapat memberikan jaminan keselamatan navigasi juga dapat memberikan jaminan keamanan bagi pipa dan kabel bawah laut tersebut.

Manfaat dipetakannya pipa dan kabel bawah laut di peta laut, selain untuk memberikan jaminan keselamtan navigasi dan keamanan kabel dan pipa tersebut, pemerintah juga dapat menata laut.

Saat ini posisi keberadaan pipa dan kabel laut yang berada di peraiaran Indonesia tidak tertata dengan rapi, dimana saja terdapat pipa dan kabel bawah laut, padahal seperti dikatakan oleh Kapushidrosal bahwa yang memanfaatkan laut ini dari berbagai macam kepentingan.

Jika pipa dan kabel tertata rapi maka ruang laut Indonesia dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kesejahetaraan bangsa Indonesia dan juga sebagai upaya mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.(rif)

Penulis: Marsudi Yudi


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

PDIP: Saat Ini Baru Jokowi yang Capres
News
Hingga saat ini hanya Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sudah memenuhi syarat dukungan sebagai calon presiden (Capres) 2019. P...
Hendrajit: Hilangnya Satelit Telkom-1 Berbahaya bagi Negara
News
Pengkaji Geopolitik Global Future Institute, Hendrajit menilai, rusaknya satelit Telkom yang sempat mati beberapa waktu lalu pa...
Lagi, TNI Evakuasi Tiga Guru Korban KKSB
News
TNI AD kembali mengevakuasi sebanyak tiga guru SD dari Kampung Aroanop, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua, Sabtu pukul 08.34 W...
Yahya Terpilih  Ketua  Pokja Wartawan Polres  Jakut
News
Jakarta, sentananews.com Musyawarah pemilihan ketua POKJA Wartawan Jakarta Utara, yang dilaksanakan di balai wartawan Polres J...
Gempa Banjarnegara,  PLN Terjunkan Personil Amankan Listrik
News
PT PLN Area Purwokerto melakukan respon cepat amankan jaringan listrik pasca terjadinya gempa berkekuatan 4,4 Skala Richter (SR...
​Mensos: Penuhi Kebutuhan Dasar Korban Gempa Banjarnegara
News
Menteri Sosial Idrus Marham meminta semua unsur dalam penanggulangan bencana di Kementerian Sosial untuk all out memenuhi selur...
​Muhammadiyah Desak Presiden Ganti Dirut Telkom
News
Persoalan dana CSR yang dibagikan oleh PT Telkom Indonesia Tbk mendapat protes keras dari ormas Islam. Jika sebelumnya PBNU, ka...
​FSTM: Tolak Politisasi Masjid dan Kembalikan Fungsinya
News
Forum Silaturrahim Takmir Masjid (FSTM) mengajak para takmir Masjid Se-Jakarta pusat untuk mengkampanyekan fungsi Masjid sesuai...
LIPI Gelar Pameran ​Tiga Tinta Emas Abad 20
News
Dalam rangka memperingati 63 tahun Konferensi Asia Afrika, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menggelar Pameran "Tiga Ti...