Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Kemenpar: Gerhana Matahari Merupakan Momentum Dongkrak Pariwisata

25 Jan. 2016, 14.07.09

Kemenpar: Gerhana Matahari Merupakan Momentum Dongkrak Pariwisata

Ilustrasi

Jakarta, Sentananews.com

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menjadikan fenomena Gerhana Matahari Total (GMT) 2016 yang akan berlangsung serentak di hampir seluruh wilayah Indonesia pada Rabu, 9 Maret 2016, sebagai momentum untuk mendongkrak sektor pariwisata.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di Jakarta, Senin (25/1), mengatakan fenomena alam yang langka tersebut dijadikan sebagai agenda menarik untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia yang tahun ini ditargetkan 12 juta orang.

Selain itu, juga untuk menggerakan perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) di dalam negeri yang tahun ini ditargetkan sebanyak 260 juta perjalanan wisnus.

"Pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota (Pemprov/Pemkab/Pemkot) yang wilayahnya akan dilintasi GMT 2016 telah mempersiapkan diri dengan sejumlah 'event' menarik agar wilayahnya banyak dikunjungi wisatawan," katanya.

GMT dengan durasi sekitar 2-3 menit tersebut akan melintasi 12 provinsi di Indonesia yakni Bengkulu, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara serta sejumlah kota besar seperti Palembang, Tanjung Pandang, Palangkaraya, Balikpapan, Palu, Ternate, dan Sofifi.

Menteri Arief Yahya mengatakan, GMT 2016 akan menjadi momentum untuk meningkatkan kunjungan wisman karena peristiwa tersebut banyak diminati oleh kalangan astronom dan peneliti, komunitas astronomi, fotografer, maupun wisman dan wisnus termasuk masyarakat setempat.

"Sebagai perbandingan (benchmarking) ketika terjadi GMT 2012 di Queensland, Australia berhasil menarik sebanyak 60 ribu pengunjung termasuk 1.200 peneliti dari Jepang yang datang dengan mencarter pesawat. Peristiwa tersebut mempunyai nilai promosi yang tinggi karena disaksikan sekitar 20 juta orang lewat NASA 'live broadcast'," kata Menpar Arief Yahya.

Pada kesempatan itu digelar jumpa pers bersama para gubernur dan bupati dari berbagai wilayah yang akan dilintasi GMT 2016 di Hotel Sari Pan Pasific Jakarta.

Agenda GMT 2016 juga akan dipromosikan di berbagai media cetak dan elektronik internasional, online media, mailing list, astronomer online forum, Yahoo Group, dan sosial media dalam rangka "eclipse awareness campaign".

Pemerintah juga telah bekerja sama dengan pelaku usaha pariwisata untuk mempersiapkan paket wisata di antaranya eclipse regatta.

"Untuk eclipse regatta sudah ada 4 cruise yang mendaftarkan diri melintasi Indonesia saat berlangsung GMT yakni Orion Cruise (milik National Geographic), Caladonian Cruise, Coral Princess Cruise, dan Peter Deilmaaan Cruise, sedangkan PT Pelni merencanakan 3 kapal besar sebagai hotel terapung di Bangka, Belitung, Palu, dan Ternate," kata Arief Yahya.

GMT 2016 memiliki keistimewaan tersendiri bagi Indonesia karena di tahun tersebut jalur totalitas gerhana matahari akan melewati Indonesia dan Indonesia merupakan satu-satunya negara yang dapat mengamati fenomena GMT dari daratan.

Peristiwa GMT 2016 akan menjadi daya tarik pariwisata bagi para sejarawan, pendidikan, peneliti astronomi, fotografi dan pelancong dan diharapkan akan menggerakan mereka untuk mengunjungi daerah destinasi wisata yang akan dilalui gerhana matahari total tersebut.

Dari 12 provinsi yang akan dilintasi GMT 2016 masing-masing telah mempersiapkan agenda menarik seperti Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mempersiapkan seperti 'glowing night run', ritual komunitas supranatural, penampilan budaya, festival lomba foto internasional, pertunjukan barongsai sepanjang 30 meter, pelepasan lampion dan wisata edukasi untuk anak sekolah bekerja sama dengan LAPAN.

Pariwisata tahun ini menargetkan kunjungan 12 juta wisman dengan perolehan devisa sebesar Rp172 triliun serta mendorong pergerakan wisnus berwisata di dalam negeri sebanyak 260 juta perjalanan dengan uang yang dibelanjakan sebesar Rp223,6 triliun.

Sektor pariwisata diharapkan akan memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional (PDB) sebesar lima persen serta menciptakan lapangan kerja sebanyak 11,7 juta tenaga kerja.

Editor: Adityan Pratomo


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Jokowi-Ma'ruf Pemenang,  Indonesia  Milik Bersama
News
Jakarta, sentananews.comIndonesia adalah negara besar yang membutuhkan peran semua pihak untuk bersama-sama memajukannya menjad...
​Aksi Demo Tak Puas Pasca Hasil Perhitungan Hal Biasa
News
Aksi demo yang dilakukan oleh rakyat yang tidak puas dengan penyelenggaraan Pilpres merupakan hal yang biasa.Hal ini disampaika...
Mudik 2019,  Diharapkan  Berjalan  Aman dan Lancar
News
Jakarta, sentananews.comMenteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengatakan, mudik 2019 akan menjadi mudik yang aman dan...
Syukuri Kemengangan, Tanggung Jawab Bagi Kemajuan Negeri
News
Jakarta, sentananews.comHasil akhir rekapitulasi penghitungan secara berjenjang dari bawah, akhirnya menetapkan Jokowi-KH Ma'ru...
​Panglima TNI Safari Ramadhan ke Polda Banten
News
Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Wakapolri, Komjen Pol Drs. Ari Dono Sukmanto, S.H. mengunjungi Banten...
​Polisi Perketat Penjagaan Gedung KPU dan Bawaslu
News
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono menegaskan, bahwa menjelang pengumuman hasil Pemilu 2019 pada 22 Mei mendatang ...
Satpol PP Meruya Utara Gelar Operasi Miras
News
Jakarta, sentananews.comPetugas gabungan Satpol PP Kel.Meruya Utara Kec.Kembangan Jakarta Barat menggelar operasi minuman keras...
​TPPU Kasus Narkotika, BNN Sita Aset Rp 10 Miliar
News
Kepala Biro Humas dan Protokol Badan Narkotika Nasional (BNN), Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono mengungkapkan, pihaknya berhas...
​KSBSI DKI Tegas Tolak People Power
News
Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) DKI Jakarta menegaskan sikap untuk tidak melakukan aksi dan kegiatan dala...