Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Ketua PBNU: Pembagian CSR Telkom Jangan Diskriminatif

17 April 2018, 11.01.53

​Ketua PBNU: Pembagian CSR Telkom Jangan Diskriminatif

Jakarta, sentananews.com

Dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Telkom Indonesia yang diduga diskrimininatif menuai kritikan keras dari Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU). PBNU menyatakan, seharusnya, perusahaan milik negara yang saat ini dikomandoi oleh Alex J. Sinaga dapat bersikap adil.

Demikian disampaikan Ketua PBNU, KH Marsudi Syuhud kepada wartawan, Senin (16/4/2018). Meski secara undang-undang tidak ada larangan, Marsudi menilai, secara moral kebangsaan hal tersebut tidak boleh dibeda-bedakan.

Dia pun menyesalkan sikap Direktur Utama PT Telkom yang diduga melakukan diskriminasi dalam pembagian dana CSR kepada masyarakat Indonesia.

"Tidak boleh ada diskriminasi, mestinya begitu. Memang orang islam tidak ada yang kapabel di bidang-bidang itu, kan juga tidak, pasti banyak. Yang penting jangan melakukan diskriminasi karena golongannya, juga pula karena agamanya," ungkap Marsudi.

Marsudi menyampaikan hal itu sekaligus menyikapi tuntutan dan aspirasi ratusan mahasiswa dan pemuda di depan Gedung PT Telkom. Mahasiswa memprotes sikap Dirut PT Telkom Alex Sinaga yang diduga melakukan penyelewengan dana CSR untuk kepentingan kelompok-kelompoknya.

Mereka menduga, Alex Sinaga pilih kasih dalam menyalurkan bantuan keagamaan sehingga menimbulkan kecemburuan sosial dan dapat memicu terjadinya konflik SARA di masyarakat. Atas dasar itu, mereka mendesak agar Menteri BUMN segera mencopot Alex Sinaga sebagai Dirut PT Telkom dan tidak memilih kembali Alex Sinaga dalam RUPS nantinya.

Marsudi merespon positif aspirasi yang disampaikan para mahasiwa tersebut. Terlebih, para `agen perubahan` itu mengkritisi kebijakan yang dinilai janggal.

"Sebagai mahasiswa, tulang punggung pemilik bangsa ke depan itu mahasiswa, apa saja harus kritis," tutur Marsudi.

Dan sangat wajar, kata Marsudi, jika Presiden Joko Widodo melakukan evaluasi terhadap BUMN. Termasuk terhadap PT Telkom yang dikomandoi Alex Sinaga tersebut.

"Pasti itu dan harus dilihat kinerjanya, apalagi kinerja BUMN besar begitu kan harus profesional, tidak boleh lah diskriminasi dalam memberikan CSR atau diskriminasi dalam posisi pekerjaan atau apa saja yang ada disitu, karena bukan milik pribadi, BUMN ini milik negara, milik rakyat," ujar Marsudi.


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

PDIP: Saat Ini Baru Jokowi yang Capres
News
Hingga saat ini hanya Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang sudah memenuhi syarat dukungan sebagai calon presiden (Capres) 2019. P...
Hendrajit: Hilangnya Satelit Telkom-1 Berbahaya bagi Negara
News
Pengkaji Geopolitik Global Future Institute, Hendrajit menilai, rusaknya satelit Telkom yang sempat mati beberapa waktu lalu pa...
Lagi, TNI Evakuasi Tiga Guru Korban KKSB
News
TNI AD kembali mengevakuasi sebanyak tiga guru SD dari Kampung Aroanop, Distrik Tembagapura, Mimika, Papua, Sabtu pukul 08.34 W...
Yahya Terpilih  Ketua  Pokja Wartawan Polres  Jakut
News
Jakarta, sentananews.com Musyawarah pemilihan ketua POKJA Wartawan Jakarta Utara, yang dilaksanakan di balai wartawan Polres J...
Gempa Banjarnegara,  PLN Terjunkan Personil Amankan Listrik
News
PT PLN Area Purwokerto melakukan respon cepat amankan jaringan listrik pasca terjadinya gempa berkekuatan 4,4 Skala Richter (SR...
​Mensos: Penuhi Kebutuhan Dasar Korban Gempa Banjarnegara
News
Menteri Sosial Idrus Marham meminta semua unsur dalam penanggulangan bencana di Kementerian Sosial untuk all out memenuhi selur...
​Muhammadiyah Desak Presiden Ganti Dirut Telkom
News
Persoalan dana CSR yang dibagikan oleh PT Telkom Indonesia Tbk mendapat protes keras dari ormas Islam. Jika sebelumnya PBNU, ka...
​FSTM: Tolak Politisasi Masjid dan Kembalikan Fungsinya
News
Forum Silaturrahim Takmir Masjid (FSTM) mengajak para takmir Masjid Se-Jakarta pusat untuk mengkampanyekan fungsi Masjid sesuai...
LIPI Gelar Pameran ​Tiga Tinta Emas Abad 20
News
Dalam rangka memperingati 63 tahun Konferensi Asia Afrika, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menggelar Pameran "Tiga Ti...