Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Labor Institute: Perlu Regulasi Khusus Lindungi Pekerja Pers

9 Feb. 2019, 21.43.39

​Labor Institute: Perlu Regulasi Khusus Lindungi Pekerja Pers

Jakarta, sentananews.com

Pemerintah diminta untuk membuat regulasi khusus untuk melindungi pekerja media, yang menjamin mereka bisa menjalankan pekerjaan dengan aman dan nyaman.

Hal ini disampaikan Sekretaris Labor Institute Indonesia atau Institute Pengembangan Kebijakan Alternatif Perburuhan Indonesia, Andy William Sinaga di Jakarta, Sabtu (09/202019). "Perlu ada undang-undang khusus untuk melindungi profesi pekerja media, sejajar dengan UU Pekerja Profesi lainnya seperti UU Guru dan Dosen, Kedokteran, dan Advokat," kata Andy William Sinaga..

Labor Institute Indonesia mengutip Report of Southeast Asia Journalist Unions (SEAJU) tahun 2018 yang menempatkan Indonesia pada urutan ketiga setelah Philipina dan Myanmar dalam hal kerawanan ancaman fisik atau kekerasan dan pembunuhan terhadap pekerja media di Asia Tenggara.

Selain itu, Indonesia menempati urutan 124 dari 180 negara yang tercakup dalam survei Indeks Kebebasan Pers Dunia tahun 2018.

Untuk kata Andy, Labor Institute Indonesia mengusulkan penyusunan Undang-Undang Pekerja Media Indonesia (PMI) Indonesia untuk mengatur antara lain hak dan kewajiban, perlindungan, status kerja, kesejahteraan, jaminan sosial, dan pengupahan pekerja media; juga mengenai hak impunitas dalam profesi pekerja media.

Saat ini, menurut catatan Labor Institute Indonesia, kerja para pekerja media cukup memprihatinkan dengan beban dan risiko kerja cukup tinggi.

"Beberapa kasus yang pernah kami advokasi, kontrak kerja yang tidak jelas, dan upah yang masih di bawah upah minimun, juga pernah kami tangani, bahkan juga terjadi di beberapa media raksasa nasional," kata Andy.

Labor Institute Indonesia mendesak pemerintah menggunakan hak inisiatif untuk mengajukan Rancangan Undang-Undang tentang Pekerja Media Indonesia guna mencegah kasus kekerasan atau bahkan pembunuhan terhadap pekerja media seperti yang terjadi pada wartawan Bernas bernama Udin tahun 1996 dan jurnalis Radar Bali AA Gede Bagus Prabangsa tahun 2009. "Negara harus hadir dalam memberikan perlindungan HAM bagi seluruh pekerja media di Indonesia," tutup Andy.

Editor: P Simatupang


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Sudin Pendidikan I Jakbar  Sosialisasikan Kesadaran Hukum di  Sekolah
News
Jakarta, sentananews.com Suku Dinas Pendidikan wilayah I Kota Administrasi Jakarta Barat bersama Lembaga Bantuan Hukum Tosa, me...
Tokoh Lintas Agama Minta Tragedi Kemanusiaan New Zealand Jangan Dipolitisasi
News
BERTEMPAT di aula gedung Kementerian Agama RI, sejumlah Tokoh-tokoh agama dan kepercayaan serta masyarakat sipil Indonesia bers...
Ratusan Satpol PP Jakbar Kerja Bakti di Lokasi Kebakaran
News
Jakarta, sentananews.com Petugas Satpol PP Jakarta Barat didukung petugas PPSU, Sumber Daya Air, Lingkungan Hidup dan TNI, mela...
​Suvey Litbang Kompas: Elektabilitas Jokowi - Ma'ruf Menurun
News
Tim Kampanye Nasional Joko Widodo - Ma'ruf Amin atau TKN Jokowi - Ma'ruf membantah pihaknya tidak bekerja untuk memenangkan pet...
​Penetapan Tersangka Pembajak Truk Tanki Sudah Sesuai KUHAP
News
Pengacara dan Pendiri Law Office LSS Jakarta, Lonna Lengkong menegaskan, bahwa dengan ditetapkannya 5 orang tersangka pembajaka...
Diminta Pemerintah Urus  Lahan Fasos-Fasum TSI Semanan
News
Jakarta, sentananews.comKondisi lahan Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum (Fasos/Fasum) di RT.016/12,Taman Semanan Indah (TSI) ...
Terkait Aliran Dana, KPK Dalami Delapan Anggota DPRD Jambi
News
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami terhadap delapan anggota DPRD Provinsi Jambi soal aliran dana dalam penyidikan kas...
​KPK Dorong Revisi UU Pemberantasan Tipikor
News
Komisi Pemilihan AmomPK mendorong revisi Undang-undang No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU 20 tahun 2001 tentang Pemb...
Ekonom Konstitusi: Penangkapan Mantan AMT Sudah Tepat
News
Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori mengaku heran dengan munculnya pernyataan menyayangkan penangkapan mantan sopir mobil tangki at...