Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Menkopolhukam: Napi Narkoba dan Terorisme Akan Tempati Sel Khusus

11 Feb. 2016, 15.22.34

Menkopolhukam: Napi Narkoba dan Terorisme Akan Tempati Sel Khusus

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Panjaitan

Cilacap, Sentananews.com

Sejumlah terpidana kasus narkoba dan terorisme bakal menempati sel khusus di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pasir Putih, Pulau Nusakambangan, Cilacap, kata Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamananan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Pandjaitan.

"Tadi kita tinjau, melihat penempatan untuk yang narkoba (terpidana kasus narkoba) dan yang hukuman mati untuk narkoba supaya penjaranya diisolasi sehingga komunikasi keluar jangan jalan. Yang kedua, kita lihat penempatan para teroris yang statusnya juga sama, terisolasi, terpisah," katanya di Dermaga Wijayapura (tempat penyeberangan khusus menuju Pulau Nusakambangan, red.), Cilacap, Jawa Tengah, Kamis siang (11/2).

Luhut mengatakan hal itu kepada wartawan usai mengunjungi sejumlah lapas di Pulau Nusakambangan bersama Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly, Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Badrodin Haiti, Kepala Badan Nasional Penggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal Polisi Saud Usman Nasution, serta sejumlah pejabat lainnya.

Dengan demikian, kata dia, para terpidana kasus narkoba maupun terorisme itu tidak bisa lagi mengendalikan operasi di luar.

Khusus untuk terpidana kasus terorisme, lanjut dia, dalam satu kamar tidak boleh diisi dua orang atau lebih.

"Sendiri-sendiri, di (Lapas) Pasir Putih. Tadi kita mulai empat orang kemudian yang lainnya nanti," katanya tanpa menyebutkan identitas empat terpidana kasus terorisme yang menempati sel khusus itu.

Ia mengatakan bahwa pihaknya membagi tiga kategori terpidana kasus terorisme itu, yakni ideologis, garis keras, dan simpatisan.

Menurut dia, terpidana kasus terorisme yang masuk kategori simpatisan tetap ditempatkan seperti napi lainnya dan dinilai tidak ada masalah.

"Kita siapkan 20 kamar (sel khusus, red.). Kemudian yang narkoba kita perlakukan sama sebab narkoba juga berbahaya. Kita tidak mau seperti Meksiko ya," katanya.

Dia mengatakan bahwa terpidana kasus terorisme menyangkut masalah bisnis ideologi sedangkan terpidana kasus narkoba menyangkut bisnis riil.

"Mereka (terpidana kasus narkoba, red.) bisa membayar siapa saja, bisa membuat angkatan bersenjata atau tim bersenjata dia seperti yang di Meksiko. Kita tidak mau sampai seperti itu," jelasnya.

Lebih lanjut, Luhut mengakui bahwa Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia kekurangan personel maupun penjara atau lapas yang sudah memenuhi syarat untuk napi berisiko tinggi.

Oleh karena itu, kata dia, untuk sementara pengamanan dilakukan dengan mengombinasikan antara petugas lapas dan polisi serta tentara.

Disinggung mengenai rencana eksekusi terhadap terpidana mati kasus narkoba, dia mengatakan bahwa hingga saat ini belum ada rencana tersebut.

"Kalau yang eksekusi mati, kita eksekusi saja, kok ramai-ramai. Itu saja," katanya.

Saat ditanya mengenai permintaan delegasi Dewan Keamanan Rusia yang meminta ekstradisi untuk enam warga negara itu yang menjadi terpidana dan dihukum di Indonesia, dia mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia tidak punya perjanjian ekstradisi dengan Rusia sehingga permintaan tersebut sulit dilakukan.

Editor : Andrew Santiago


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Tepat HUT RI, PT PEP Lakukan Tajak Sumur Eksplorasi Wolai – 001
News
Komitmen PT Pertamina EP anak perusahaan PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang hulu migas, sekaligus dibawah naungan S...
​Asian Games 2018, RSPP Siagakan 80 Tenaga Medis
News
Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) dipercaya menjadi Tim Medis untuk proses Opening dan Closing Ceremony Asian Games 2018. RSPP...
Suhu Politik Meningkat, ​Stop Kampanye Hitam
News
Ketua Forum Silaturahmi Anak Bangsa (FSAB), Suryo Susilo, meminta semua pihak untuk bisa menahan diri dalam penggunaan media so...
Ribuan Warga Balikpapan Antusias Ikuti Jalan Sehat
News
Lebih dari 5.000 warga Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) dan sekitarnya antusias mengikuti jalan sehat dan bersih lingkunga...
Sebulan Penuh Lomba  HUT RI Ke 73 di PIK
News
Jakarta, sentananews.com Semarak memperingati hari lahir Republik Indonesia yang ke 73 , seluruh rakyat Indonesia turut merama...
Semangat Merah Putih dari Anjungan Lepas Pantai PHE ONWJ
News
PT Pertamina Hulu Energi OffShore North West Java (PHE ONWJ), kontraktor di bawah pengawasan dan pengendalian SKK Migas, melaku...
Aksi Heroik, PLN Beri Bantuan Yohanis Beasiswa Hingga S1
News
Tergerak atas aksi heroik yang dilakukan oleh Yohanis siswa SMP di Atambua, NTT, PLN Peduli mengapresiasi tindakan tersebut den...
PLN Meriahkan Tahuna dengan Konser Kemerdekaan HUT RI ke-73
News
Masih dalam rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan RI ke 73, PLN meriahkan malam di salah satu Kota di Pulau terluar Indonesia, yai...
Menteri Basuki : Kemerdekaani Jembatan Emas Wujudkan Bangsa  Mandiri
News
Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 menjadi momentum untuk terus mewujudkan semangat Proklam...