Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Mensos: Perkuat Kemampuan Detaksi Potensi Kerawanan di Daerah

25 Okt. 2017, 17.11.06

Mensos: Perkuat Kemampuan Detaksi Potensi Kerawanan di Daerah

Jakarta, sentananews.com

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansah mengatakan, bahwa banyak daerah di Indonesia yang perlu penguatan kemampuan deteksi terkait potensi kerawanan. Hal ini terjadi akibat kurangnya sensitifitas terhadap dampak destruktif yang merugikan kehidupan masyarakat, bangsa dan negara.

Untuk itu, kata dia, hadirnya institusi pencegah kerawanan sosial menjadi sangat mendesak. "Komitmen kita sangat dibutuhkan untuk mencegah potensi munculnya konflik sosial, radikalisme dan terorisme. Bagaimana bisa mendeteksi potensi kerawanan sosial jika tidak ada institusi yang menanganinya" kata Khofifah saat membuka pemantapan petugas deteksi dini di Jakarta, hari ini.

Mensos menjelaskan, akar terorisme dan radikalisme antara lain hilangnya perekat kearifan lokal di masyarakat. Terlebih dengan makin majunya teknologi dan informasi yang ada saat ini, sehingga hubugan antar masyarakat lebih banyak terbangun dengan gadget daripada silaturrahim face to face .

"Pengaruh teknologi sangat luar biasa bagi kehidupan. Teknologi bisa membawa pengaruh baik atau buruk tergantung bagaimana kita bisa memaknainya. Banyak pelaku teror yang belajar dari internet. Mereka tidak tersosialisasikan bagaimana memvangun kehidupan yang harmoni, penuh toleransi dan moderasi serta saling menghargai perbedaan. Disitulah kearifan lokal hadir" tegas Khofifah.

Ia menambahkan, cara lain untuk mencegah radikalisme dan terorisme adalah dengan menanamkan dan memupuk rasa toleransi sejak dini. "Hal itu bisa dilakukan, baik lewat lembaga pendidikan seperti PAUD maupun lewat peran orangtua dengan menstimulasi anak agar siap menerima keberadaan orang lain dan menanamkan karakter toleran terhadap orang lain yang berbeda dengan dirinya," tukasnya.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), lanjut dia, mencatat potensi radikalisme di Indonesia masih cukup besar. "Sebanyak 265 pelaku teror saat ini masih ditahan di lapas," ungkapnya.

Menurut Khofifah. keberadaan mereka tentunya tidak bisa dipandang sebelah mata. "Oleh Karena itu tugas berat bagi Kemensos dan BNPT serta seluruh warga bangsa adalah mencegah agar mereka tidak kembali melakukan gerakan radikal," ujarnya.

Khofifah menuturkan, radikalisme dan terorisme tidak bisa dihadapi secara parsial karena membutukan jejaring sosial di seluruh lapisan masyarakat. Kekuatan jaringan inilah, lanjut dia, yang akan mampu memutus mata rantai radikalisme di Indonesia.

"Tentunya ini harus kita rangkul dengan memperhatikan keluarga mereka. Anak-anak mereka kita ajarkan bagaiamana bisa hidup dan saling menghargai keberagaman. Keluarga mereka kita sapa dengan berbagai program perlindungan sosial termasuk bantuan pelatihan ekonomi," tutup Khofifah.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

KOWANI Usulkan Roehana Koedoes Jadi Pahlawan Nasional
News
Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) akan mengusulkan jurnalis perempuan (Wartawati) pertama Indonesia, Roehana Koedoes menjadi Pa...
 Sosialisasikan Asian Games, Jasa Marga Bagi-bagi Takjil Gratis
News
Dalam rangka melakukan sosialisasi kegiatan Asian Games 2018 yang akan dilaksanakan pada Agustus 2018 mendatang dan sebagai keg...
​Kolaborasi Relawan Minta Jokowi Pecat Rini Soemarno
News
Kolaborasi relawan jokowi yang terdiri dari Relawan PADAMU NEGERI (RPN), Barisan Jokowi NKRI (Badjo NKRI), LSM LPI TIPIKOR dan ...
​Akhir Mei Venue Kano Slalom Majalengka Rampung
News
Daerah Irigasi Rentang di Kecamatan Jatitujuh Kabupaten Majalengka akan menjadi salah satu venue Asian Games 2018 untuk cabang ...
Jelang Ramadan, Harga Bahan Pokok di Depok Stabil
News
Depok. Sentananews.com Jelang bulan Ramadan, harga bahan pokok di Kota Depok masih belum mengalami kenaikan yang signifikan. ...
​Sinyal Jokowi-Muhaimin Tersirat di Disnatalies 60TH FH-UKI
News
Sinyal pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai calon Presiden dan Wakil Presiden di Pemilu 2019 ters...
Cak Imin: ​Indonesia Jangan Sampai Seperti Yugoslavia
News
WAKIL Ketua MPR RI, Dr (CH) Muhaimin Iskandar, M.Si mengatakan Negara Kesatuan Relublik Indonesia (NKRI) jangan sampai bernasib...
Pembangunan Titik Nol Peradaban Islam di Barus Ditunggu
News
Bupati Tapanuli Tengah (Tamteng), Bakhtiar Ahmad Sibarani mengatakan pasca kunjungan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) ke Barus...
Delapan Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat
News
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memimpin apel penerimaan laporan korps kenaikan pangkat 28 perwira tinggi TNI. Salah s...