Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Oknum Pegawai PLN Diduga Komersialkan Aset dan Curi Listrik

16 Maret 2018, 17.53.49

​Oknum Pegawai PLN Diduga Komersialkan Aset dan Curi Listrik

Jakarta, sentananews.com

Oknum pegawai Perusahaan Listrik Negara (PLN) diduga kuat mengkomersilkan aset milik perusahaan dan mencuri listrik.

Hasil pantauan SENTANA di Gardu Induk (GI) PLN Plumpang-Semper terdapat areal komplek perumahan yang dahulu diperuntukan bagi pegawai PLN.

Menurut keterangan warga, ada 6 unit rumah di situ yang sudah lama tidak lagi diperuntukan sebagi tempat tinggal bagi karyawan PLN.

Namun saat ini di komplek pemukiman tersebut terdapat berbagai bangunan hunian (rumah) namun penghuninya bukanlah pegawai PLN tetapi warga umum yang mengkontrak rumah yang sudah dipetak-petakan.

Saat SENTANA mendatangi kantor GI Plumpang, Kepala kantor, Gusti tidak bersedia ditemui, hanya menitip pesan kepada petugas security.

"Kata pak Gusti beliau tidak tahu menahu tentang keberadaan perumahan tersebut. Cuma 1 orang pegawai PLN yang tinggal di situ yakni pak Oman yang berkantor di APP Pulogadung," kata perugas security kepada SENTANA, belum lama ini.

Sementara salah seorang warga yang mengontrak di komplek perumahan tersebut, mengaku menyewa seharga Rp 800 ribu per-bulan. "Rp 800 ribu per bulan pak, sudah termasuk listrik," kata penghini yang namanya dirahasiakan kepada SENTANA, Jumat (9/4) malam.

Terkait aliran listrik ke komplek perumahan tersebut, menurut keterangan warga/pedagang di sekitar lokasi, tadinya sambungan kabel listrik ke rumah-rumah di areal itu melalui tiang di jalan Plumpang Semper. Namun dengan alasan kabel sering putus ditabrak mobil truk atau kontrainer, maka oleh seorang oknum yang mengaku sebagai petugas PLN, Heru dipindahkan ke tiang pemukiman warga yang beraada di samping tembok pembatas komplek perumahan tersebut.

"Yang pasang namanya Heru. Nggak tahu dia petugas PLN mana. Pak Heru bilang sambungan kabel listrik dipindahkan karena sering putus ditabrak truk container," kata seorang ibu yang tak menyebutkan namanya.

Masih dalam pantauan SENTANA, kabel sambungan listrik dari tiang yang berada di pemukiman warga ke tiang (bekas) yang ada di komplek perumahan tersebut melalui atap rumah warha dan ditempelkan ke sebuah rumah warga berlantai dua.

Menurut keterangan warga pemilik rumah yang atapnya dilewati kabel (dari tiang ke tiang-red) tersebut, hal itu dilakukan sang oknum PLN tanpa ada ijin dan pemberitahuan kepadanya.

"Saya nggak tahu, nggak ada ijin, saya saja kaget tiba-tiba ada kabel melintas di atas atap rumah. Pantesan tembok rumah saya retak dan atap rumah sering bocor dan tulang atap rumah rusak," terang ibu Silalahi warga Jl.Plumpang 'B', RT.014/04, nomor.16, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (17/3).

Saat memantau di lokasi komplek perumahan PLN, investigasi SENTANA tidak melihat adanya meteran di setiap rumah yang ada di komplek perumahan tersebut. Hal itu membuat muncul dugaan bahwa aliran listrik ke setiap rumah di situ tidak resmi alias mencuri arus listrik.

"Bisa jadi ada oknum pejabat PLN yang memerintahkan itu. Mencuri arus merugikan warga. Kalau benar itu oknum pegawai PLN, berarti mereka semena-mena dan saya juga menduga dia mencuri listrik dilihat dari sambungan kabel yang terkesan tersembunyi. Ini merugikan dan membahayakan kami," kata Lodeni yang rumahnya dilewati kabel tersebut.

Sementara, menurut Ketua RT setempat, tidak pernah ada petugas PLN yang meminta ijin atau pemberitahuan tentang pemasangan kabel penyambung arus listrik tiang dan melewati atap rumah warga kepadanya.

"Nggak tahu ada kabel itu, nggak pernah ada pemberitahuan apalagi ijin dari pihak pelayanan PLN," katanya.

Penulis: Agus Rianto P


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Jokowi-Ma'ruf Pemenang,  Indonesia  Milik Bersama
News
Jakarta, sentananews.comIndonesia adalah negara besar yang membutuhkan peran semua pihak untuk bersama-sama memajukannya menjad...
​Aksi Demo Tak Puas Pasca Hasil Perhitungan Hal Biasa
News
Aksi demo yang dilakukan oleh rakyat yang tidak puas dengan penyelenggaraan Pilpres merupakan hal yang biasa.Hal ini disampaika...
Mudik 2019,  Diharapkan  Berjalan  Aman dan Lancar
News
Jakarta, sentananews.comMenteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengatakan, mudik 2019 akan menjadi mudik yang aman dan...
Syukuri Kemengangan, Tanggung Jawab Bagi Kemajuan Negeri
News
Jakarta, sentananews.comHasil akhir rekapitulasi penghitungan secara berjenjang dari bawah, akhirnya menetapkan Jokowi-KH Ma'ru...
​Panglima TNI Safari Ramadhan ke Polda Banten
News
Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Wakapolri, Komjen Pol Drs. Ari Dono Sukmanto, S.H. mengunjungi Banten...
​Polisi Perketat Penjagaan Gedung KPU dan Bawaslu
News
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono menegaskan, bahwa menjelang pengumuman hasil Pemilu 2019 pada 22 Mei mendatang ...
Satpol PP Meruya Utara Gelar Operasi Miras
News
Jakarta, sentananews.comPetugas gabungan Satpol PP Kel.Meruya Utara Kec.Kembangan Jakarta Barat menggelar operasi minuman keras...
​TPPU Kasus Narkotika, BNN Sita Aset Rp 10 Miliar
News
Kepala Biro Humas dan Protokol Badan Narkotika Nasional (BNN), Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono mengungkapkan, pihaknya berhas...
​KSBSI DKI Tegas Tolak People Power
News
Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) DKI Jakarta menegaskan sikap untuk tidak melakukan aksi dan kegiatan dala...