Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Ongkos Jadi Anggota DPR Bisa Capai Rp 43 M

5 Des. 2018, 0.26.43

Ongkos Jadi Anggota DPR Bisa Capai Rp 43 M

Jakarta, sentananews.com

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengakui ongkos politik untuk menuju Senayan memang mahal. Tjahjo membeberkan hal itu berdasarkan pengalamannya menjadi pengurus partai.

"Saya pengalaman sekjen partai, ada yang cukup Rp300 juta untuk menjadi anggota DPR, ada yang butuh Rp43 miliar untuk mendapat satu kursi," kata Tjahjo dalam konferensi pers Hari Antikorupsi Sedunia di Hotel Bidakara, Selasa (4/12).

Tjahjo mengaku angka-angka itulah yang menjadi taksiran para calon anggota legislatif harus merogoh koceknya. Terlepas dari itu, Tjahjo mengaku tangan pemerintah terbatas untuk memberantas racun demokrasi.

Ia menjelaskan, racun demokrasi yang dimaksud adalah politik uang dalam proses pemilihan pejabat daerah, anggota DPR, hingga presiden dan wakil presiden.

"Tangan pemerintah seperti saya ini terbatas menyangkut politik uang dalam proses memilih seorang kepala daerah, DPR, DPD, sampai capres cawapres," ucap Tjahjo.

Ia mengatakan kewenangan penuh untuk memberantas racun demokrasi itu adalah milik Komisi Pemberantasan Korupsi. Pasalnya, ucap Tjahjo, langkah-langkah untuk memerangi racun demokrasi diinisiasi oleh KPK.

Menteri dari PDIP ini menjelaskan dengan memberantas racun demokrasi niscaya konsolidasi demokrasi dan sistem pemerintahan yang efektif dan efisien dapat terwujud.

"Kita menganut sistem pemerintahan presidensil yanh multipartai untuk mewujudkan konsolidasi demokrasi dan sistem pemerintah yang efektif efisien. Salah satu langkah-langkah inilah yang diinisiasi KPK: memangkas, memerangi, racun demokrasi," ucapnya.

Selain itu, untuk mewujudkan konsolidasi demokrasi yang ideal, benalu demokrasi juga perlu untuk diberantas. Menurutnya partai politik lah yang mempunyai kewenangan penuh untuk memberantas hal tersebut.

"Dari tahap benalu politiknya itu kewenangan parpol yang pemerintah dan KPK tidak bisa ikut campur, rekrutmennya kaderisasi masing-masing partai punya anggaran dasar anggaran rumah tangga," papar Tjahjo.

Lebih lanjut, Tjahjo menjelaskan, masih terdapatnya racun dan benalu demokrasi ini lantaran politik di Indonesia masih berbiaya tinggi.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Di Depan Ojol, Prabowo Sindir Berita Pelintiran
News
Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto bercerita atau 'curhat' bahwa pernyataannya kerap kali dibelokkan oleh banyak pih...
​Dinilai Bagian Orba, Eks Aktivis 98 Tolak Prabowo
News
Kelompok masyarakat yang mengatasnamakan Rumah Gerakan 98 mendeklarasikan gerakan melawan kembali ke zaman Orde Baru melalui ta...
Soal Perusak Bendera Demokrat, SBY Klaim Punya Bukti Kuat
News
Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut pihaknya telah mengantongi bukti kuat di balik aksi perusak...
​Presiden Bagikan 6.000 Sertifikat Tanah di Jambi
News
Presiden Joko Widodo membagikan 6.000 sertifikat tanah kepada masyarakat Jambi sebagai bukti hukum kepemilikan lahan."Saya liha...
Presiden: Jelang Pilpres Semua Pihak Harus Jaga Ketenangan
News
Presiden Joko Widodo meminta semua pihak menjaga ketenangan dan kesejukan menjelang pelaksanaan Pemilu Presiden (Pilpres) 2019....
Pangdam Jaya Pimpin Upacara Hari Juang Kartika TNI AD 2018
News
Pangdam Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Joni Supriyanto pimpin upacara, dalam Rangka memperingati Hari Juang Kartika TNI AD Tahun 201...
​Hiruk Pikuk Panggung Politik, Elektabilitas Mandeg
News
Hiruk-pikuk panggung politik nasional dua bulan terahir belum memberikan efek yang signifikan terhadap elektabilitas kedua pasa...
Pemkab Kepulauan Seribu Galakkan Jumat Bersih
News
Jakarta, sentanews.comGuna menanggulangi sampah di Kepulauan Seribu, Pemerintah Kabupaten galakkan Jumat bersih. Jumat bersih s...
​Kementerian PUPR Terima Medali Emas Simpul Jaringan Geospasial
News
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menerima penghargaan Bhumandala Kanaka Tahun 2018 atau Medali Emas untuk...