Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Panglima TNI: Tidak Boleh Ada Separatis Bersenjata

15 Nov. 2017, 1.23.46

Panglima TNI: Tidak Boleh Ada Separatis Bersenjata

Jakarta, sentananews.com

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mengaskan bahwa, di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tidak boleh ada Separatis Bersenjata yang dibiarkan. Apabila ada Gerakan Separatis Bersenjata di dalam NKRI, itu urusan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan pasti TNI akan bertindak apabila dengan cara persuasif tidak bisa.

Hal tersebut ditegaskan kepada wartawan usai acara Penyerahan Tanah yang berasal dari kegiatan Penertiban dan Pendayagunaan Tanah Terlantar, di Aula Prona, lantai 7 Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), jalan Sisingamangaraja No. 2 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (14/11).

Panglima TNI menjelaskan bahwa berdasarkan video yang telah beredar, dengan adanya korban penyiksaan warga sampai meninggal yang terjadi di Papua, itu dilakukan oleh Gerakan Separatis Bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM). "TNI dan Kepolisian berusaha semaksimal mungkin melakukan tindakan persuasif, dan menyiapkan langkah-langkah untuk tindakan emergency," ujarnya.

TNI dan Kepolisian sudah menghimbau Gerakan Separatis Bersenjata di Papua, untuk menyerahkan diri, tapi sampai sekarang belum ada yang menyerahkan diri, dan kita akan tetap berusaha terus sampai berhasil," tutur Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Pada kesempatan itu, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyampaikan terima kasih dan penghargaan karena TNI telah menerima Sertifikat Tanah terlantar dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Panglima TNI menjelaskan bahwa tanah tersebut akan dijadikan daerah-daerah latihan TNI dan harus disyukuri bersama, walaupun yang diberikan tanah terlantar, tetapi ini sangat bermanfaat. "Permasalahan TNI adalah tempat-tempat latihan, dimana tanah semakin hari semakin menyempit dikarenakan pertumbuhan penduduk di bumi yang semakin besar jumlahnya," ungkapnya.

"TNI selalu menggunakan tempat latihan di daerah-daerah yang kosong. Tidak ada tanah masyarakat yang dijadikan tempat latihan. Setelah dibuat markas tempat latihan, daerah tersebut menjadi berkembang menjadi pusat perekonomian baru," tutur Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Lebih lanjut Panglima menyampaikan bahwa bekas Markas-Markas Belanda yang saat ini menjadi Markas-Markas TNI adalah tempat-tempat jalur logistik. "Dalam waktu dekat, kami akan laporkan kepada Menteri ATR / BPN Dr. Sofyan Djalil dan Presiden RI Ir. Joko Widodo tentang gelar Markas TNI yang disesuaikan dengan program pemerintah, untuk memajukan sentra-sentra ekonomi baru di seluruh Indonesia," katanya.

Dalam acara tersebut, TNI menerima Sertifikat Hak Pakai Hasil Pendayagunaan Tanah Terlantar Untuk Latihan Perang seluas 40 Ha diserahkan kepada TNI AD, untuk keperluan pembangunan Batalyon Armed 76 MM/Tarik Kodam III/Slw, untuk latihan perang di Desa Seuseupan, Desa Cikembang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.(rif)

Penulis: Marsudi Yudi


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Meriahkan HUT Ke-3, Bakamla RI Luncurkan Jingle
News
Jingle Bakamla RI akan segera ditayangkan pertama kalinya pada acara puncak Perayaan HUT ke-3 Bakamla RI pada 15 Desember menda...
​Dandim 0503/JB Perintahkan Danramil Berdayakan LVRI Jakbar
News
Dandim 0503/Jakarta Barat (JB), Letkol Kav Andre Henry Masengi menghadiri Upacara Pelantikan Enam Dewan Pimpinan Ranting LVRI w...
​Letusan Gunung Agung, Masyarakat Diminta Tetap Tenang
News
Pasca letusan Gunung Agung yang terjadi pada hari Selasa (21/11), pukul 17.05 WITA, masyarakat diharapkan tetap tenang dan meng...
​Helikopter S-58 T Twin Pac Lengkapi Museum Pusat TNI AU
News
Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala Kembali mendapat koleksi baru pesawat jenis Helikopter S-58 T Twin Pac dari ...
Setnov Akhirnya Masuk Tahanan KPK
News
Wakil ketua KPK Laode Syarif menegaskan bahwa Ketua DPR Setya Novanto yang telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi E-...
Wapres: Budaya Melayu Budaya Persatuan
News
Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan, budaya Melayu memiliki peran penting dan andil yang besar bagi bangsa Indonesia.Hal ini ...
​Ikuti Air Force Run 2017, Ribuan Masyarakat Padati Halim
News
Ribuan masyarakat menyaksikan lomba lari Air Force Run 2017 di Halim Perdanakusuma. Air Force Run 2017 adalah lomba lari tahuna...
Bangun Opini Publik Strategis Hadapi Perang Informasi
News
Kapendam Jaya/Jayakarta Letnan Kolonel Inf Kristomei Sianturi melakukan gebrakan dengan mengumpulkan seluruh Admin website jaja...
​Kasal: KRI Bima Suci Hadir Sebagai Penerus KRI Dewaruci
News
Setelah melaksanakan pelayaran dari Vigo Spanyol sejak 18 September 2017, Kapal Latih terbaru milik TNI Angkatan Laut yakni KRI...