Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Pelukan YBM PLN untuk Pengungsi Dusun Wombo

18 Okt. 2018, 20.59.05

​Pelukan YBM PLN untuk Pengungsi Dusun Wombo

Palu, Sentananews.com

Petang itu, jumat (28/9) Masliani (25) masih terkulai lemas di salah satu ruangan Puskesmas Pantoloan, Palu. Dirinya masih melawan rasa sakit setelah berjuang selama satu jam lebih untuk melahirkan buah hati keduanya. Zhifa, nama bayi mungil dengan berat 2,5 kilo gram itu.

Kebahagiaan Masliani tiba-tiba berubah menjadi kepanikan yang luar biasa. Ranjang tempatnya memeluk Zhifa terguncang keras. Tabung oksigen dan meja di samping ranjangnya terpental tak beraturan. Ditengah ketakutan ia memeluk erat Zhifa seraya mengucap kalimat dzikir.

Diluar puskesmas, jeritan tsunami terdengar bersahutan. Adik Masliani, Mita (17) berlari masuk keruangan. Ia berinisiatif menggendong Zhifa untuk menyelamatkan diri keluar. Suami Masliani, Aran (26) yang saat itu berada di depan Puskesmas menggendong anak pertamanya Zhafa (3), menarik Masliani dan berlari ke bukit Ova.

"Alhamdulillah kami masih diberi keselamatan. Malam itu, walaupun kondisi gelap gulita, kami memutuskan mengungsi ke Dusun Wombo Kalonggo bersama ratusan warga lainnya," kata Masliani.

Kesedihan Masliani belum berakhir, dari suaminya ia mendapatkan kabar bahwa rumahnya tak aman lagi untuk ditempati. Mau tak mau ia harus tinggal di pengungsian dengan kondisi seadanya. Bagi Zhifa sendiri, ini merupakan sambutan pedih kelahirannya. Jangankan popok, pakaian pun ia tidak punya.

Empat hari setelah bencana, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN datang membawa bantuan. Tak hanya mendirikan dapur umum bagi 1000 pengungsi di lokasi tersebut. YBM PLN juga membawa obat-obatan, tenda, pakaian dan popok bayi.

"Saya menangis bahagia, tak hanya pakaian bayi yang mereka bawakan, mereka juga memberikan penerangan lampu bagi kami. Mulai malam itu Zhifa tak lagi ketakutan di kegelapan malam. Tak lagi menggunakan pakaian seadanya lagi. Mereka memeluk kami saat semangat hidup kami mulai luntur," katanya.

Masliani tak bisa membayangkan, apa jadinya Zhifa jika YBM PLN tidak hadir. Karena menurutnya tak mungkin Zhifa terus menerus berada dalam kegelapan saat malam. Tak mungkin juga terus menerus menggunakan pakaian seadanya untuk menghangatkannya di kala malam.

"Saya ingat betul tiga malam disini, setiap malam gelap. Suami saya sibuk mencari makanan, pakaian dan apapun yang dapat membuat kami bertahan. Yang saya lakukan setiap malam hanya mendekap Zhifa agar ia tak ketakutan," katanya.

Ucapan terima kasih kepada YBM PLN juga terlontar dari Aini (24) yang terpaksa harus melahirkan anak keduanya lima hari paska gempa di pengungsian tersebut. Beruntung selain ada bidan dusun yang membantunya, dengan adanya bantuan YBM PLN, ia tidak kebingungan mencari makanan dan pakaian bagi bayinya.

"Kami cukup nyaman disini, bantuan yang diberikan YBM PLN lebih dari cukup. Sekarang kami akan berusaha optimis untuk terus berjuang hidup. Kami akan mencoba ikhlas dengan berserah diri. Kami yakin bisa kembali bangkit seperti sedia kala," ucapnya.@


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Penyakit Hepatisis A Mewabah, Lurah RBU Klaim Sudah Sosialisasi ke Warga
News
TERKAIT wabah penyakit Hepatitis A yang menyerang sekolah-sekolah di sekitar Kelurahan Rawa Badak Utara (RBU), Lurah setempat, ...
Puluhan Siswa dan 1 Guru Jadi Korban Wabah Hepatitis A Jakut​
News
PULUHAN siswa dan seorang guru terjangkit virus hepatitis A di koja jakarta utara. Hasil diagnosa medis dipastikan terjangkit v...
​Kuatkan Dukungan, PDIP Gelar Safari Kebangsaan
News
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengungkapkan, guna menguatkan pemenangan pasangan capres-cawapres Joko W...
​Lagi, Pertamina EP Gelar Pelatihan Keriwausahaan
News
Proyek Strategis Nasional (PSN) Lapangan Gas Unitisasi Jambaran – Tiung Biru (JTB) melalui operatornya PT Pertamina EP Cepu (PE...
​FSAM Deklarasi Dukung Prabowo-Sandi
News
Sebanyak 60 orang yang mewakili Forum Silaturahmi Alumni Mesir (FSAM) mendeklarasikan dukungan terhadap pasangan calon presiden...
Wisuda Ke 66 Unindra Prof Gautam Kumar Lakukan Orasi Ilmiah
News
Jakarta, sentananews. comAda yang menarik dalam pelaksanaan wisuda ke 66 Universitas Indraprasta (Unindra) PGRI yang di laksana...
​Monumen Kapsul Waktu di Merauke Siap Diresmikan Presiden
News
Monumen Kapsul Waktu di Merauke, Papua, yang menyimpan Impian Indonesia 2015-2085, telah rampung dibangun. Rencananya, Presiden...
Pulau Seribu Resmikan Gerai Dekranasda
News
Jakarta, sentananews.comPemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Seribu resmikan gerai Dekranasda dan pameran produk unggulan Us...
Belasan Bangli di Bantaran Kali Mati Angke Ditertibkan
News
Jakarta, sentana news. comDalam upaya mengatasi banjir saat musim hujan, belasan bangunan liar yang berada di bantaran Kali Ite...