Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Pemalsu Surat Tanah, Polisi Tangkap Dokter Spesialis Kulit

27 Feb. 2016, 14.09.23

Pemalsu Surat Tanah, Polisi Tangkap Dokter Spesialis Kulit

Komisaris Besar Polisi Krishna Murti

Jakarta, Sentananews.com

Petugas Polda Metro Jaya menangkap seorang dokter spesialis kulit Samuel Lucas Simon (SLS) terkait dugaan kasus pemalsuan surat lahan tanah di Kalideres Jakarta Barat.

"Kasusnya sudah P21(lengkap) dan tersangka sudah ditahan," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Krishna Murti di Jakarta, Sabtu (27/2).

Krishna menjelaskan kasus dugaan yang menyeret seorang dokter itu telah dinyatakan lengkap sehingga penyidik Polda Metro Jaya akan melimpahkan tahap kedua kepada kejaksaan.

Diungkapkan Krishna, penyidik menahan dokter SLS karena pertimbangan subyektif terhadap tersangka yang khawatir melarikan diri ke luar negeri.

Perwira menengah kepolisian itu menuturkan penyidik mempertimbangkan penahanan tersangka karena pengalaman adik tersangka SLS yakni dokter gigi Daniel Lucas Simon juga melarikan diri ke luar negeri terkait kasus yang sama.

Sementara itu, pengacara pelapor Amir, Frans Hallatu membeberkan kasus itu berawal saat SLS melaporkan kliennya terkait kasus menduduki lahan sesuai Pasal 167 KUHP berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/2009/VI/2013/PMJ tertanggal 12 Juni 2013.

Penyidik Subdit Keamanan dan Negara Ditreskrimum Polda Metro Jaya sempat menetapkan tersangka terhadap Amir.

Namun, pengacara Amir menilai terdapat kejanggalan terkait penetapan tersangka kliennya itu sehingga mengumpulkan alat bukti guna melaporbalikkan SLS ke Polda Metro Jaya.

Amir diwakili Frans Hallatu melaporkan SLS ke Polda Metro Jaya dengan Laporan Polisi Nomor : TBL/1244/IV/PMJ/Ditreskrimum dugaan melanggar Pasal 167 KUHP juncto Pasal 266 KUHP terkait menduduki lahan atau pemalsuan surat.

Sesuai SP2HP III tertanggal 11 Juli 2014, Frans mengungkapkan akta jual beli (AJB) milik SLS tidak identik antara keterangan pada sidik jari jempol kanan dengan KTP Nasih berdasarkan uji laboratorium forensik.

"Nasih itu di KTP lelaki padahal Nasih itu perempuan," ujar Frans.

Editor : Andrew Santiago


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Princess Meganondo Dinobatkan Jadi Miss Indonesia 2019
News
Jakarta, sentananews.comMiss Jambi, Princess Meganondo dinobatkan menjadi Miss Indonesia 2019. Kemenangan Princess ini otomatis...
​Pertamina Energi Negeri Edukasi Bencana Sejak Dini
News
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara memperingatkan Sumut sebagai daerah rawan bencana. Hingga 14...
Alsyami: Pemilu Harus Damai dan Bebas Hoaks
News
ADA dan beredarnya informasi, kabar, berita bohong atau hoaks dinilai dapat menjadi faktor utama yang menyebabkan terganggunya ...
​Rektor Unhan Buka Rakornis Unhan Tahun Anggaran 2019
News
Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) Letjen TNI Dr. Tri Legionosuko, S.IP., M.AP ,secara resmi membuka kegiatan Rapat Koordina...
​Bawaslu Jaktim Hentikan Kasus Caleg Gerindra
News
BADAN Pengawas Pemilu (Bawaslu) kota Jakarta Timur, akhirnya mengambil keputusan untuk tidak melanjutkan kasus pembagian kalend...
​Bantu Perjuangan Prabowo-Sandi, Relawan Luncurkan Toko PAS
News
Sebagai upaya membantu perjuangan politik paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi, relawan pendukung Prabowo-Sandi meluncurkan platf...
​Jokowi: Pilih Pemimpin yang Sudah Punya Pengalaman
News
Ribuan alumni Universitas Trisaksi menyatakan mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil Presiden RI peri...
​Labor Institute: Perlu Regulasi Khusus Lindungi Pekerja Pers
News
Pemerintah diminta untuk membuat regulasi khusus untuk melindungi pekerja media, yang menjamin mereka bisa menjalankan pekerjaa...
​Jelang Pemilu, Website KPU Jadi Sasaran Ancaman Serius
News
Website Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadi sasaran ancaman yang serius menjelang Pemilu 2019 mendatang. Bahkan ancaman tersebu...