Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Pembelaaan Novanto Langsung Ditolak Jaksa KPK

13 April 2018, 21.11.20

​Pembelaaan Novanto Langsung Ditolak Jaksa KPK

Jakarta, sentananews.com

Jaksa penuntut umum (JPU) KPK menolak seluruh isi nota pembelaan (pleidoi) yang disampaikan Setya Novanto ataupun tim penasihat hukumnya. JPU meyakini telah membuktikan dakwaan terhadap mantan ketua DPR yang kini menjadi pesakitan korupsi e-KTP itu.

"Kami menolak seluruh nota pembelaan penasihat hukum, kami tetap pada tuntutan kami 29 Maret 2018," kata JPU Hariawan Agusti di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Jumat (13/4).

JPU menegaskan, bukti pemeriksaan terhadap Johannes Marliem yang dipersoalkan Novanto juga sudah disampaikan di persidangan. Menurut Hariawan, KPK melakukan cara-cara prosedural untuk memperoleh bukti-bukti keterlibatan mantan ketua umum Golkar itu dalam kasus e-KTP.

Bukti yang dikantongi KPK juga dari Biro Penyelidik Federal Amerika Seikat (FBI). Ada pula dari perintah pengadilan distrik di California.

"Permintaan KPK resmi. Seluruh tindakan resmi untuk dapatkan bukti, resmi perintah pengadilan Amerika," ujar jaksa Hariawan.

Hanya saja, Maqdir Ismail selaku penasihat hukum Novanto mencoba mementahkan klaim JPU perihal adanya pemeriksaan terhadap Johannes Marliem. Maqdir memperkuat sanggahannya berdasar keterangan Direktur Penyidikan KPK Brigjen Aris Budiman yang menyebut lembaga antirasuah itu tak pernah memeriksa Johannes.

"Yang berkenaan dengan Aris Budiman, mengatakan pemeriksaan terhadap Marliem tidak pernah dilakukan KPK. Jadi kalau benar bahwa ada pemeriksaan FBI, sependek pengetahuan kami di Amerika Serikat setiap keterangan saksi atau tersangka harus diuji kebenarannya di pengadilan Amerika. Kalau tidak diuji tidak akan pernah dipertimbangkan pengadilan," jelas Maqdir.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Sudin Pendidikan I Jakbar  Sosialisasikan Kesadaran Hukum di  Sekolah
News
Jakarta, sentananews.com Suku Dinas Pendidikan wilayah I Kota Administrasi Jakarta Barat bersama Lembaga Bantuan Hukum Tosa, me...
Tokoh Lintas Agama Minta Tragedi Kemanusiaan New Zealand Jangan Dipolitisasi
News
BERTEMPAT di aula gedung Kementerian Agama RI, sejumlah Tokoh-tokoh agama dan kepercayaan serta masyarakat sipil Indonesia bers...
Ratusan Satpol PP Jakbar Kerja Bakti di Lokasi Kebakaran
News
Jakarta, sentananews.com Petugas Satpol PP Jakarta Barat didukung petugas PPSU, Sumber Daya Air, Lingkungan Hidup dan TNI, mela...
​Suvey Litbang Kompas: Elektabilitas Jokowi - Ma'ruf Menurun
News
Tim Kampanye Nasional Joko Widodo - Ma'ruf Amin atau TKN Jokowi - Ma'ruf membantah pihaknya tidak bekerja untuk memenangkan pet...
​Penetapan Tersangka Pembajak Truk Tanki Sudah Sesuai KUHAP
News
Pengacara dan Pendiri Law Office LSS Jakarta, Lonna Lengkong menegaskan, bahwa dengan ditetapkannya 5 orang tersangka pembajaka...
Diminta Pemerintah Urus  Lahan Fasos-Fasum TSI Semanan
News
Jakarta, sentananews.comKondisi lahan Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum (Fasos/Fasum) di RT.016/12,Taman Semanan Indah (TSI) ...
Terkait Aliran Dana, KPK Dalami Delapan Anggota DPRD Jambi
News
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami terhadap delapan anggota DPRD Provinsi Jambi soal aliran dana dalam penyidikan kas...
​KPK Dorong Revisi UU Pemberantasan Tipikor
News
Komisi Pemilihan AmomPK mendorong revisi Undang-undang No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU 20 tahun 2001 tentang Pemb...
Ekonom Konstitusi: Penangkapan Mantan AMT Sudah Tepat
News
Ekonom Konstitusi, Defiyan Cori mengaku heran dengan munculnya pernyataan menyayangkan penangkapan mantan sopir mobil tangki at...