Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Pemerintah Harus Ingat Jasa Pahlawan

9 Nov. 2017, 17.12.53

Pemerintah Harus Ingat Jasa Pahlawan

Jakarta, sentananews.com

Pemerintah Harus ingat Jasa Ormas dalam membangun NKRI, yang diperingati setiap tahun pada tanggal 10 November.

Peringatan Hari Pahlawan pada setiap tanggal 10 November ini merujuk pada peristiwa pertempuran Surabaya, yang merupakan pertempuran heroik pertama hanya berjarak tiga bulan sejak Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

"Pemerintah harus mengenang peran ormas islam dalam pertempuran Surabaya, bahkan ormas islam berperan besar dalam memupuk nasionalisme jauh sebelum republik ini dibentuk," ungkap Ketua DPP LDII Prasetyo Soenaryo, dalam acara dialog kebangsaan dengan tema Pahlawan dan Pembangunan Karakter Bangsa, di Jakarta Kamis (9/11).

Menurut Prasetyo Soenaryo, kesadaran nasionalisme lndonesia, dibangun oleh ormas-ormas yang bersentuhan langsung permasalahan bumiputera saat itu. Mereka mewakili berbagai golongan untuk mendapatkan persamaan hak dan akses terhadap ekonomi yang dikuasai asing. "Lalu muncullah Sarekat Dagang Islam (1905), Budi Utomo (1908), dan Sarekat Islam (1911). Organisasi-organisasi inilah yang mendorong tumbuhnya bibit-bibit nasionalisme dan menyemai munculnya partai-partai politik," tuturnya.

Ia mengatakan, bahwa pergerakan mereka inilah yang mendorong bangsa Indonesia, menyuarakan satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa, indonesia.

"Perasaan nasionalisme yang menguat ini pada puncaknya, menciptakan kemampuan untuk merebut kemerdekaan dan membentuk sebuah negara. Maka pemerintah tidak bisa mengabaikan jasa ormas di hari pahlawan ini," imbuh Prasetyo.

Pertempuran Surabaya dan pertempuran-pertempuran lain pasca Proklamasi Kemerdekaan Rl, untuk melawan kedatangan tentara sekutu, tidak bisa lepas dari Resolusi Jihad yang dikeluarkan oleh Rais Am PBNU KH Hasyim Asy'ari pada 22 Oktober 1945, yang memberi semangat jihad bagi para santri dan warga Surabaya melawan tentara Inggris dan Belanda. Resolusi jihad ini juga menjadi semangat rakyat di berbagai daerah untuk melawan penjajahan pascakemerdekaan indonesia.

"Di era modern, peran serta ormas dalam membangun negara juga tak boleh dinafikkan. Mereka mengisi ceruk-ceruk sempit yang tak mampu dijangkau pemerintah. Baik dalam membangun ekonomi masyarakat maupun pembentukan karakter," papar Prasetyo yang juga pendiri Paradigma institute suatu lembaga yang mengkaji masalah-masalah ekonomi dan politik.

Melihat jasa ormas, Prasetyo menyarankan pemerintah agar bijak dalam penerapan Perppu No. 2 Tahun 2017 Tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) menjadi undang-undang (UU).

Menurut Prasetyo, peraturan ini memungkinkan pemerintah melakukan apa saja, kapan saja, dan di mana saja untuk membubarkan ormas yang dianggap berbahaya dan mengganggu ketertiban serta keamanan. Membubarkan ormas tanpa pengadilan adalah kemunduran berdemokrasi.

"Pemerintah harus mampu mengoreksi dirinya, berpikir matang dan bijaksana dalam membubarkan ormas, tidak subyektif dan tentu saja lebih lagi bila melibatkan pengadilan, meski dalam Perppu No 2 Tahun 2017 tak diatur dengan jelas," kata Prasetyo.

Sementara itu Ketua Umum DPP LDII Abdullah Syam mengatakan, hari pahlawan ini merupakan penghormatan bagi mereka yang dengan harta, benda, jiwa, dan raganya berjuang melawan penjajahan.

"Mereka bersatu padu tanpa memandang sekat suku, agama, dan ras untuk bersama-sama mendirikan sebuah bangsa yang merdeka," tutur Abdullah Syam.(rif)

Penulis: Marsudi Yudi


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

lagi, Mantan Ketua Komisi II DPR Dipanggil KPK
News
Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengungkapkan, hari ini pihaknya akan kembali memanggil mantan K...
​Pakar: Becak Sudah Tak Cocok Beroperasi di Jakarta
News
Rencana Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang akan menghidupkan kembali transportasi becak di Kota Jakarta adalah langkah mu...
Pertamina Bantu Korban KLB Campak di Papua
News
General Manager PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VIII – Maluku Papua, Tengku Fernanda menyerahkan bantuan unt...
​Kasus BLBI, KPK Didesak Tangkap Sjamsul Nur Salim
News
Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Bongkar Kasus BLBI mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menangkap dan menyita aset mi...
Presiden Resmikan Renovasi SUGBK Jelang Asian Games 2018
News
Presiden Joko Widodo, Minggu (14/1/2018) sore meresmikan hasil renovasi besar Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di kawasa...
Rahmayadi Serahkan Tongkat Komando Ke Pejabat Baru
News
Panglima Komando Strategis Angkatan Darat, Letjen TNI Edy Rahmayadi memimpin tradisi penerimaan Pangkostrad yang baru, Letjen T...
Perludem: Jangan Jadikan Politik Sebagai Panglima
News
Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mengingatkan kepada para penegak hukum bahwa politik tidak boleh menjadi pang...
​Bakamla dan India Jajaki Framework Kerjasama
News
Delegasi Indonesia dipimpin Menkopolhukam Jenderal TNI (Purn) Wiranto melakukan kunjungan kerja The First Indonesia-India Secur...
​Mulai Besok Pendaftaran SNMPTN Dibuka
News
Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) atau berdasarkan nilai rapor dan portofolio akademik siswa ...