Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Pengamat: Pendirian ​Koopssusgab Karena Situasi Mendesak

19 Mei 2018, 22.16.49

Pengamat: Pendirian ​Koopssusgab Karena Situasi Mendesak

Jakarta, sentananews.com

Pengamat Pertahanan Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati menilai, penanggulangan terorisme di Indonesia masuk ranah pidana yakni kewenangan yang dimiliki oleh kepolisian.

Namun, dalam hal operasi pemberantasan terorisme, TNI bisa dilibatkan sebagaimana diatur dalam UU TNI yakni operasi militer selain perang (OMSP) seperti penanganan aksi terorisme.

"Kalau sudah masuk bom dan senjata pemusnah massal itu maka harus TNI. Apalagi kalau memang mengancam objek vitalitas," ungkap perempuan yang akrab disapa Nuning itu dalam diskusi bertajuk 'Koopssusgab, RUU Antiterorisme, Deradikalisasi' di Gado-Gado Boplo, Menteng, Jakarta, Sabtu (19/5).

Kendati demikian kata dia, sah-sah saja rencana pemerintah mengaktifkan Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI untuk menangkal aksi terorisme menuai pro dan kontra di masyarakat.

"Karena kalangan yang pro menganggap mengaktifkan Koopssusgab langkah tepat mengingat aksi teror oleh terorisme belakangan ini semakin menggila," tukasnya.

Ia menilai, mendirikan Koopssusgab yang harus dipahami oleh semua pihak adalah suatu pasukan yang bersifat temporary. Karenanya, perlu ada payung hukum seperti Peraturan Presiden.

Menurut dia, payung hukum ini dianggap penting agar tak terjadi overlaping antara Polisi dan TNI. "Kepentingan kita arahnya menjaga NKRI agar tetap utuh," ujarnya.

Mantan anggota Komisi I DPR ini menganggap, problem yang terjadi saat ini adalah ego sektoral yang masih ada. Sehingga, tugas bersama tersebut dianggap mempengaruhi para petugas yang diterjunkan ke lapangan.

"Koopssusgab didirikan karena ada situasi mendesak itu, kan sifatnya juga temporary, harus ada UU yang memayunginya," kata Nuning.


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Korban Jiwa Selama Mudik Lebaran 2018 Capai 333 Orang
News
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mencatat jumlah korban meninggal dunia selama arus mudik 2018 hingga H+3 berjumlah...
​Densus 88 Tangkap Tiga Terduga Teroris di Jabar
News
Tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri menangkap tiga orang terduga teroris di Kota Cimahi dan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (K...
​Demokrat Tegaskan Belum Merapat ke Gerindra
News
Partai Demokrat membantah telah merapat ke Partai Gerindra untuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019. Sehingga...
Libur Lebaran,  Pelayanan Kesehatan Jakut  Normal
News
Libur Lebaran, Pelayanan Kesehatan Jakut Normal Jakarta, Sentananews.com Guna memastikan pelayanan tetap buka saat libur Hari...
​Mendagri Bantah Pelantikan Iriawan Langgar UU
News
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyatakan pelantikan Sekretaris Utama Lembaga Ketahanan Nasional Komjen Pol Drs ...
Anggota DPR: Pelantikan Komjen Iriawan Langgar UU
News
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem Luthfi Andi Mutty menilai dilantiknya Komjen Pol Mochammad Iriawan menjadi Penjabat Gu...
​90.000 Kendaraan Arus Balik Lebaran Masuk Tol Japek
News
Hubungan Masyarakat PT Jasa Marga Tol Jakarta-Cikampek, Irwansyah mengungkapkan, sebanyak 90.000 lebih kendaraan arus balik Leb...
H+1 Lebaran, Lalin di GT Cikarut Mulai Alami Peningkatan
News
Pada H+1 perayaan Hari Raya Idulfitri 1439 H, lalu lintas yang melewati GT Cikarang Utama mulai mengalami peningkatan.Terpantau...
​Jasa Marga Berlakukan _Contraflow_ di Km 47 Hingga Km 41 Jalan Tol Japek
News
Untuk mengurai kepadatan lalu lintas arus balik / arah Jakarta, Jasa Marga memberlakukan rekayasa lalu lintas _contraflow_ dari...