Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Penggugat STT SETIA Diduga Punya Motif Kepentingan Ekonomi

16 Maret 2018, 18.10.42

​Penggugat STT SETIA Diduga Punya Motif Kepentingan Ekonomi

Jakarta, sentananews.com

PENGGUGAT atau pihak yang melaporkan secara hukum Sekolah Tinggi Teologi (STT) SETIA, William Frans Ansanay, S.H.M.Si diduga memiliki motif kepentingan ekonomi.

Hal itu diungkapkan kuasa hukum terdakwa, Dr.Tommy Sihotang dalam sidang lanjutan gugatan perkara tuduhàn menyelenggarakan program pendidikan ilegal Pendidikan Guŕu Sekolah Dasar (PGSD) STT SETIA, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Rabu (14/3).

Pasalnya, Frans telah melakukan gugatan berkali-kali kepada STT SETIA, khususnya kepada Pdt.Dr.Matteus Mangentang selaku Rektor STT SETIA, dengan kasus yang berbeda-beda, di Pengadilan yang berbeda dan kalah.

Selain itu ada permintaan dari Frans kepada Matteus untuk berdamai dengan kompensasi pembagian presentase sejumlah uang atas hasil penjualan aset STT SETIA.

"Jadi yang mulia (Hakim), ada motif ekonomi dari saksi ini yang membuat gugatan kasus ini. Nanti akan kami tunjukan bukti surat permintaan damai beliau kepada klien kami. Ini kami tunjukan bukti salah satu gugatan saksi yang dikalahkan di pengadilan negeri Tangerang untuk kasus yang hampir sama," papar Tommy dalam persidangan kepada Hakim usai mengajukan beberapa pertanyaan kepada Frans yang menjadi saksi fakta di persidangan tersebut.

Adapun tergugat dalam perkara ini ialah Rektor STT SETIA, Pdt.Matteus Mangentang dan Direktur STT SETIA, Ernawaty.

Dalam keterangannya sebagai saksi fakta, Frans yang mengaku sebagai Ketua Majelis Tinggi sinode Gereja Kristen Setia Indonesia mengatakan bahwa dia mendapatkan informasi tentang adanya penyelenggaraan pendidikan ilegal oleh STT SETIA dari Sekjend GKSI, Senny Hanafi, yang kemudian dipertemukan oleh beberapa alumnus PGSD STT SETIA yang mengaku telah mendapatkan ijazah yang tidak diakui saat dipakai mencari kerja, khususnya saat tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di daerahnya yang dinilai sebagai ijazah palsu.

Frans kemudian mendapatkan Surat Kuasa dari mereka untuk melakukan gugatan kepada pimpinan STT SETIA. "Tidak ada hubungan. Saya diberi kuasa oleh mereka untuk menyelesaikan masalah mereka lalu saya laporkan secara hukum," terang Frans menjawab pertanyaan Tommy tentang adakah hubungan dirinya (Frans) dengan STT SETIA dan apakah dia dirugikan oleh STT SETIA serta apa kepentingannya.

Dalam sidang tersebut juga diketahui Frans sebagai alumnus STT SETIA Prodi S1 Teologi dan mengaku sebagai pendiri STT SETIA tahun 1987.

"Jadi saudara mengaku turut mendirikan STT SETIA dan lulus dari STT SETIA tahun 1991, artinya mendirikan STT dan kuliah di situ," kata Tommy merangkum keterangan Frans.

Sebelumnya, dalam keterangannya sebagai saksi fakta dan penggugat, Frans menerangkan bahwa ijjn penyelenggaraan pendidikan yang dimiliki oleh STT SETIA adalah Prodi Teologi dan Pendidikan Agama Kristen (PAK) berdasarkan Surat Keputusan (SK) Dirjend Bimas Kristen Kemenag.

Menurut dia, PGSD yang ada di STT SETIA tidak ada ijjnnya, kalaupun ada ijin, harusnya dari Dirjen Dikti karena bukan Prodi keagamaan Kristen tapi keguruan. Sayangnya, Frans tidak bisa menunjukan SK Prodi tersebut di pengadilan saat diminta Hakim.

"Anda ini saksi fakta, artinya yang mengalami dan mengetahui tetapi tidak bisa menunjukan buktinya, bagaimana ini," ujar Hakim Ketua sidang, Antonius Simbolon.

Saksi lain yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang juga penggugat, Maria mengaku tidak lulus CPNS karena Ijazahnya tidak diakui.

"Jadi saya baru tahu bahwa ijazah itu palsu. Saya tidak lulus jadi CPNS. Melamar ke swasta sebagai guru juga tidak diterima," terang Maria dalam kesaksiannya.

Namun saat ditanya darimana dia tahu bahwa gagal lulus dari tes CPNS karena ijazah D2 PGSD nya. Maria mengaku dari temannya yang juga tidak lulus tes tersebut bukan dari panitia penyelenggara perekrutan CPNS, dan Maria tidak lulus CPNS karena gagal saat tes tertulis.

Maria, yang menikah dengan Yohanes yang juga lulusan STT SETIA dan saat ini sebagai PNS mengaku tidak pernah meminta konfirmasi dan penjelasan tentang ijazahnya kepada pimpinan STT SETIA, dalam hal ini terdakwa. Dia juga mengaku langsung menikah usai lulus studi di STT SETIA dan tidak pernah mengajar.

Direktur STT SETIA yang juga tergugat (terdakwa), Ernawaty menjelaskan bahwa PGSD bukanlah Prodi di STT SETIA tetapi pendidikan tambahan untuk membekali mahasiswa usai lulus melayani di daerah-daerah.

"Anda (Maria) tahu Visi-Misi SETIA?, bahwa kamu berkali-kali menjelaskan saat studi bahw ijazah itu tidak bisa atau dipakai untuk menhadi PNS?," kata Erna dalam kesempatannya mengajukan pertanyaan kepada saksi.

Terkait pengakuan Frans sebagai salah satu pendiri STT SETIA, terdakwa Matteus Mangentang mempertanyakan bukti bahwa Frans, bersama dirinya adalah yang mendirikan STT SETIA "Anda punya Berita Acaranya? ada akta pendirian STT SETIA, adakah nama anda di situ," tutur Matteus.

Di persidangan itu juga diketahui Frans menggunakan ijazah dari STT SETIA untuk menjadi PNS di DKI Jakarta.

Penulis: Agus Rianto P


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Jokowi-Ma'ruf Pemenang,  Indonesia  Milik Bersama
News
Jakarta, sentananews.comIndonesia adalah negara besar yang membutuhkan peran semua pihak untuk bersama-sama memajukannya menjad...
​Aksi Demo Tak Puas Pasca Hasil Perhitungan Hal Biasa
News
Aksi demo yang dilakukan oleh rakyat yang tidak puas dengan penyelenggaraan Pilpres merupakan hal yang biasa.Hal ini disampaika...
Mudik 2019,  Diharapkan  Berjalan  Aman dan Lancar
News
Jakarta, sentananews.comMenteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengatakan, mudik 2019 akan menjadi mudik yang aman dan...
Syukuri Kemengangan, Tanggung Jawab Bagi Kemajuan Negeri
News
Jakarta, sentananews.comHasil akhir rekapitulasi penghitungan secara berjenjang dari bawah, akhirnya menetapkan Jokowi-KH Ma'ru...
​Panglima TNI Safari Ramadhan ke Polda Banten
News
Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Wakapolri, Komjen Pol Drs. Ari Dono Sukmanto, S.H. mengunjungi Banten...
​Polisi Perketat Penjagaan Gedung KPU dan Bawaslu
News
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono menegaskan, bahwa menjelang pengumuman hasil Pemilu 2019 pada 22 Mei mendatang ...
Satpol PP Meruya Utara Gelar Operasi Miras
News
Jakarta, sentananews.comPetugas gabungan Satpol PP Kel.Meruya Utara Kec.Kembangan Jakarta Barat menggelar operasi minuman keras...
​TPPU Kasus Narkotika, BNN Sita Aset Rp 10 Miliar
News
Kepala Biro Humas dan Protokol Badan Narkotika Nasional (BNN), Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono mengungkapkan, pihaknya berhas...
​KSBSI DKI Tegas Tolak People Power
News
Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) DKI Jakarta menegaskan sikap untuk tidak melakukan aksi dan kegiatan dala...