Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Resahkan Warga, Penanganan Geng Motor Perlu Tindakan Tegas​

8 Nov. 2018, 16.46.40

Resahkan Warga, Penanganan Geng Motor Perlu Tindakan Tegas​

Jakarta, Sentananews.com

Keberadaan geng motor yang selalu membuat resah masyarakat perlu tindakan tegas dari pihak berwajib seperti kepolisian. Pasalnya keberadaan mereka menjadi ancaman serius karena berbagai kasus yang muncul di permukaan kerap menimbulkan korban jiwa. Anarkisme yang selalu dilakukan oleh geng motor ini patut untuk segera diakhiri agar tidak semakin banyak korban jiwa atau kerugian materiil yang disebabkan oleh ulah mereka.

"Sekarang motor bukan menjadi satu hal yang mewah, ini dampak dari beberapa waktu yang lalu dengan DP 500 dapat motor. Tapi pergeseran dan nilai membuat wawasan bermotor jadi beda," ujar Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Setyo Wasisto saat berbicara di Forum Promoter Polri bertema "Penanggulangan Teror Geng Motor Demi Memberikan Rasa Aman dan Terwujudnya Kamtibmas" di Menara 165 Jakarta, Kamis (8/11).

Menurutnya, perkembangan geng motor di Indonesia dipengaruhi oleh banyak faktor seperti imitasi, lingkungan, budaya, pengagguran, perhatian orang tua yang minim dan kemiskinan. Rata-rata geng motor terbentuk karena kebiasaan para remaja atau pemuda yang nongkrong - nongkrong yang biasanya dilakukan di malam hari. Selanjutnya mereka melakukan aksi balap liar da hal-hal yang menantang untuk menunjukkan eksistensi diri terhadap kelompoknya atau kelompok lainnya.

"Kondisi tidak ideal biasanya menimbulkan celah sosial, lemahnya disiplin lalu lintas menjadi peluang timbulnya geng motor. Lingkungan sosial yang tidak komdndusif dan pendidikan karakter yang gagal menjadikan mereka mudah terombang - ambing sehingga menuju pergaulan yang salah," ulas Setyo.

Untuk mengatasi munculnya geng-geng motor baru, perlu upaya bersama dari semua pemangku kepentingan termasuk peran orang tua, sekolah, lingkunga dan masyarakat. Kepolisian diakuinya tidak dapat bekerja sendiri untuk mengatasi teror geng motor yang sudah sangat meresahkan masyarakat.

Kasubnit V Subdit III Ranmor, AKP Andhiek Budy Kurniawan, menambahkan rata-rata geng motor muncul di kota-kota besar. Dari catatannya geng motor banyak bermunculan di wilayah Jawa Barat disusul Jakarta, Medan dan Bali. Aksi yang kerap diciptakan oleh gerombolan geng motor ini diantaranya pengrusakan fasilitas umum mauun pribadi, penganiayaan, pengeroyokan, pemerasan, pencurian dengan kekerasan, pemerkosaaan hingga pembunuhan.

"Keberadaan geng motor yang mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat akan ditindak tegas oleh kepolisian. Polisi tidak akan ada toleransi lagi bagi anggota geng yang bertindak anarkis," kata Andhiek.

Upaya untuk mengatasi persoalan geng motor ini, Kepolisian aktif melakukan berbagai upaya pencegahan. Diantaranya preemtif, preventif dan represif. Untuk upaya preemtif diantaranya melalui penyuluhan kepada masyarakat dengan melibatkan kamtibmas. Selain itu dengan menggandeng stake holder terkait agar dapat melengkapi sarana prasarana jalan umum seperti penerangan jalan, pemasangan cctv dan lainnya.

Upaya preventif yang dilakukan Polri meliputi patroli rutin, pembuatan aplikasi Polisi Kita dan penempatan anggota Polri pada daerah rawan tindak kejahatan. Sedangkan upaya represif denga membentuk satgas anti kejahatan, pemetaan daerah rawan kejahatan dan proses sidik.

"Apabila pelaku kekerasan dari geng motor adalah anak-anak, kita melakukan mekanisme restorative justice yaitu menghindarkan anak-anak dari pemidanaan dan diganti dengan bimbingan," ulas dia.

Sementara itu Sosiolog dari Universitas Ibnu Chaldun Jakarta, Musni Umar, mengatakan bahwa geng motor merupakan fenomena global yang ada di hampir semua negara. Namun perkembangan geng motor di Indonesia menjadi salah satu yang paling pesat. Menurutnya,

Untuk mencegah geng motor terus perkembang salah satu cara yang efektif adalah dengan mengembalikan fungsi keluarga dan sekolah sebagai pusat pendidikan akhlak dan nilai-nilai agama. Kemudian enciptakan lingkungan sosial yang peduli terhadap anggota geng motor. Selain itu, orang tua harus diberi pendidikan cara mendidik anak agar tidak salah asuh.

Hal lain yang tak kalah penting adalah kolaborasi dan sinergi antara orang tua, sekolah, masyarakat, polisi dan pemerintah untuk membina geng motor. Pada dasarnya, anak remaja yang sedang tumbuh dimana rata-rata anggota geng motor adalah dari kalangan remaja, membutuhkan kehangatan, keakraban dan rasa aman dalam keluarga dan lingkungan.

"Perlu melatih mereka supaya memiliki kepakaran (skill), lalu memberi mereka lokasi tempat berusaha atau lapangan kerja. Menumbuhkan suasana keluarga yang hangat, akrab dan aman. Terakhir adalah mengobati mereka yang sudah terlibat Narkoba dan stres agar kembali sehat rohani dan jasmani," pungkas Musni.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Princess Meganondo Dinobatkan Jadi Miss Indonesia 2019
News
Jakarta, sentananews.comMiss Jambi, Princess Meganondo dinobatkan menjadi Miss Indonesia 2019. Kemenangan Princess ini otomatis...
​Pertamina Energi Negeri Edukasi Bencana Sejak Dini
News
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara memperingatkan Sumut sebagai daerah rawan bencana. Hingga 14...
Alsyami: Pemilu Harus Damai dan Bebas Hoaks
News
ADA dan beredarnya informasi, kabar, berita bohong atau hoaks dinilai dapat menjadi faktor utama yang menyebabkan terganggunya ...
​Rektor Unhan Buka Rakornis Unhan Tahun Anggaran 2019
News
Rektor Universitas Pertahanan (Unhan) Letjen TNI Dr. Tri Legionosuko, S.IP., M.AP ,secara resmi membuka kegiatan Rapat Koordina...
​Bawaslu Jaktim Hentikan Kasus Caleg Gerindra
News
BADAN Pengawas Pemilu (Bawaslu) kota Jakarta Timur, akhirnya mengambil keputusan untuk tidak melanjutkan kasus pembagian kalend...
​Bantu Perjuangan Prabowo-Sandi, Relawan Luncurkan Toko PAS
News
Sebagai upaya membantu perjuangan politik paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandi, relawan pendukung Prabowo-Sandi meluncurkan platf...
​Jokowi: Pilih Pemimpin yang Sudah Punya Pengalaman
News
Ribuan alumni Universitas Trisaksi menyatakan mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil Presiden RI peri...
​Labor Institute: Perlu Regulasi Khusus Lindungi Pekerja Pers
News
Pemerintah diminta untuk membuat regulasi khusus untuk melindungi pekerja media, yang menjamin mereka bisa menjalankan pekerjaa...
​Jelang Pemilu, Website KPU Jadi Sasaran Ancaman Serius
News
Website Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadi sasaran ancaman yang serius menjelang Pemilu 2019 mendatang. Bahkan ancaman tersebu...