Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Kohanudnas Ujung Tombak Kotama Operasional TNI AU

9 Feb. 2018, 23.10.50

Kohanudnas Ujung Tombak Kotama Operasional TNI AU

Jakarta, sentananews.com

Kohanudnas merupakan komando utama yang sangat penting bagi kekuatan TNI, sebagai mata dan telinga dalam mengawasi berbagai pergerakan pesawat udara, yang melintas wilayah udara indonesia.

"Kohanudnas menjadi ujung tombak Kotama Operasional TNI, guna melaksanakan penegakan hukum di udara dan mengatur seluruh potensi kekuatan udara NKRI".

Hal tersebut diungkapkan Panglima Komando Pertahanan Udara, (Pangkohanudnas), Marsekal Muda TNI Imran Baidirus, S.E., dalam sambutan pada acara, Gathering dan Tasyakuran dalam rangka memperingati HUT ke- 56 Kohanudnas, di Lapangan Olah raga depan Makohanudnas Halim Perdana Kusuma Jakarta, Jumat (9/2).

Pangkohanudnas mengatakan, sepanjang sejarah kelahirannya sejak Februari 1962, Kohanudnas telah mampu menunjukkan peran aktifnya bagi keberhasilan pelaksanaan tugas TNI, bangsa dan negara dalam menjaga dan menegakkan kedaulatan negara di udara," katanya.

Keberhasilan yang dicapai itu berkat dedikasi, kesungguhan dan kerja keras dari seluruh anggota Kohanudnas dan satuan jajaran, yang kesemuanya merupakan refleksi dari konsistensi sikap dan kesinambungan dalam upaya pembinaan yang terarah, terprogram dan berkelanjutan.

Sesuai dengan tugasnya, lanjut Pangkohaudnas, Kohanudnas menyelenggarakan operasi pertahanan udara secara terus menerus sepanjang tahun bersifat Komando Gabungan Khusus, dengan kekuatan inti TNI AU, didukung oleh komponen angkatan lain yang mempunyai kemampuan pertahanan udara, dengan tugas menyelenggarakan upaya mempertahankan penguasaan wilayah udara nasional.

"Secara ideal sistem pertahanan udara nasional harus mampu mengawasi serta melindungi seluruh wilayah kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari kemungkinan ancaman serangan udara lawan," ujarnya.

Sistem pertahanan udara nasional disusun berdasarkan kemampuan yang ada serta disesuaikan dengan kemungkinan ancaman terhadap obyek-obyek vital nasional yang tersebar di seluruh indonesia.

Oleh karena itu, ungkapnya, Kohanudnas mengembangkan kemampuan secara bertahap melalui empat Komando Sektor dengan memaksimalkan 20 Satua radar(Satrad) untuk mendeteksi adanya pelanggaran udara oleh pesawat asing yang ilegal di wilayah udara nasional.

Kohanudnas sebagai penegak kedaulatan negara di udara melaksanakan tugasnya dengan menindak setiap pelanggaran yang dilakukan pesawat asing yang memasuki wilayah yuridiksi nasional tanpa izin, berpedoman pada prosudur hukum yang berlaku.

Hal ini ditunjukkan dengan berhasilnya memaksa mendarat (Force Down) beberapa pesawat asing yang melintas tanpa izin dan berkurangnya kualitas pelanggaran yang terjadi pada tiga tahun terakhir secara drastis," jelasnya.

Untuk itu Pangkohanudnas menekankan, bangun keterpaduan sistem komunikasi elektronika Tri Matra. "Kohanudnas harus mampu mewujudkan suatu sistem komunikasi yang handal dengan menggunakan sistem komunikasi yang berbasis satelit," tukasnya.

Seiring kemajuan zaman dan teknologi serta perkembangan lingkungan strategis seperti menjamurnya terorisme, radikalisme, ancaman cyber, perubahan iklim, perang proxy, geopolitik, revolution in military affairs, bencana alam dan ancaman lainnya tentu akan berdampak pada beragamnya tantangan tugas Kohanudnas ke depan.

Di sisi perangkat lunak, hingga kini belum ada Undang-undang Kedaulatan Udara dan Peraturan Pemerintah tentang Pengamanan Wilayah Udara sebagai landasan bertindak Kohanudnas dan jajaran di lapangan.

Di lain pihak ancaman perang saat ini mulai dari Cyber War, asimetris war, Currency War, economic war, Culture war, Hybrid war juga menjadi agenda tugas kohanudnas dan jajaran untuk terus belajar dan berlatih secara terus menerus agar prajuritnya siyap bertugas termasuk dalam mengoperasikan teknologi hanud terkini, tanggap, terlatih, dan profesional.

Keberhasilan pencapaian tugas Kohanudnas sangat tergantung kepada kemampuan, kekuatan dan pola gelar yang dilaksanakan. Pembangunan pertahanan udara nasional telah dilaksanakan secara bertahap, dan TNI akan menambah alutsistanya baik radar, pesawat tempur sergap, penindak low speed, rudal jarak menengah dan sedang, maupun penangkis serangan udara.

Dengan penambahan Alutsista ini, diharapkan Kohanudnas semakin memiliki kemampuan menjaga dan mengawasi seluruh wilayah NKRI, terutama wilayah di sepanjang perbatasan dengan negara negara lain serta jalur lalu lintas laut yang padat dan rawan.

Oleh karenanya, tingkatkan terus kesiapan operasional dan profesionalisme, agar Kohanudnas benar benar menjadi kekuatan udara yang tangguh, andal dan disegani lawan, guna mengawal wilayah udara nasional Indonesia.

Pihaknya yakin, dengan semangat dan dedikasi yang tinggi, segenap prajurit Kohanudnas akan terus mampu membawa kesatuan ini melaksanakan tugas pokok yang dilandasi sesanti "Labda Prakasa Nirwikara" yang artinya berdasar kemahiran dan kecakapan khusus, maka dengan segenap potensi sanggup menghancurkan lawan, dan menanggulangi segala bahaya apapun.

"Saya berharap hari jadi ke-56 ini menjadi wahana membangun jiwa dan semangat Labda Prakasa Nirwikara, Kohanudnas, yang semakin mantap, profesional, dengan militansi yang tinggi guna melaksanakan tugas mempertahankan dan menegakkan kedaulatan NKRI," pungkasnya.(rif)

Penulis: Marsudi Yudi


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Sinyal Jokowi-Muhaimin Tersirat di Disnatalies 60TH FH-UKI
News
Sinyal pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai calon Presiden dan Wakil Presiden di Pemilu 2019 ters...
Cak Imin: ​Indonesia Jangan Sampai Seperti Yugoslavia
News
WAKIL Ketua MPR RI, Dr (CH) Muhaimin Iskandar, M.Si mengatakan Negara Kesatuan Relublik Indonesia (NKRI) jangan sampai bernasib...
Pembangunan Titik Nol Peradaban Islam di Barus Ditunggu
News
Bupati Tapanuli Tengah (Tamteng), Bakhtiar Ahmad Sibarani mengatakan pasca kunjungan Presiden RI, Joko Widodo (Jokowi) ke Barus...
Delapan Perwira Tinggi TNI Naik Pangkat
News
Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto memimpin apel penerimaan laporan korps kenaikan pangkat 28 perwira tinggi TNI. Salah s...
​Soal 200 Penceramah, PBNU: Kemenag Jangan Buat Gaduh
News
Langkah Kementerian Agama (Kemenag) yang merilis 200 penceramah terus menuai komentar di masyarakat. Terlebih, rilis yang direk...
Pengamat: Pendirian ​Koopssusgab Karena Situasi Mendesak
News
Pengamat Pertahanan Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati menilai, penanggulangan terorisme di Indonesia masuk ranah pidana yak...
​DPR: RUU Antiterorisme Selesai Pekan Depan
News
Wakil Ketua Panitia Khusus (Pansus) RUU Antiterorisme Supiadin Aries Saputra mengatakan, pembahasan pasal-pasal dalam RUU Antit...
Kementerian PUPR Bangun Infrastruktur Air Bersih Masjid di Sumbar
News
Untuk mendukung kualitas ibadah umat muslim, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan peningkatan kuali...
Pemkot Jakut Gencarkan Gerakan  Jumat  Bersedekah
News
Jakarta, Sentananews.com Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara melalui Badan Amil, Zakat dan Sodaqoh (Bazis) terus menge...