Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Sidang Korupsi Dana Pensiun Pertamina, Yusril: Saksi Aneh

19 Juli 2018, 19.14.48

​Sidang Korupsi Dana Pensiun Pertamina, Yusril: Saksi Aneh

Jakarta. Sentananews.com

Tim kuasa hukum terkait sidang perkara korupsi pengelolaan dana pensiun PT Pertamina (Persero) dengan terdakwa Edward Seky Soeryadjaya (ESS), dalam persidangan, Rabu (18/7) mengaku aneh dengan keterangan yang diungkapkan saksi Betty Halim, pemilik PT Millenium Dana Sekuritas yang aktif melakukan perdagangan saham di bursa.

"Karena keterangan yang diungkapkan saksi Betty Halim, bertentangan dengan keterangan sebelumnya," kata Ketua Tim Kuasa Hukum, Yusril Izha Mahendra usai menghadiri jalannya persidangan perkara korupsi pengelolaan dana pensiun PT Pertamina (Persero) di Pengadilan Jakarta Pusat Rabu (17/7).

"Hari ini salawatan kami ke pengadilan ini karena kasus Pak Edward ini adalah kasus yang sangat aneh, menurut saya. Pertama, Betty ini sudah dijadikan tersangka oleh kejaksaan agung, tapi sampai hari ini masih bebas berkeliaran. Sedangkan Edward, sudah tujuh bulan ditahan dan diadili," kata Yusril.

Selain itu, lanjut Yusril, Betty ini seringkali berbicara kebalik-balik dalam sidang-sidang sebelumnya. Misalnya, dalam sidang Helmi Kemal Lubis, Presiden Direktur Dana Pensiun Pertamina berbeda sekali dalam kesaksian pak Edward.

"Saat ini juga ada LSM yang sedang menggugat Kejagung terkait Betty yang tidak dituntut/ditahan dan memberikan keterangan yang saling bertentangan," jelasnya.

Sementara hasil audit yang dilakukan oleh BPK atas permintaan Kejagung untuk menghitung kerugian negara, Yusril mengungkapkan nama Edward tidak ada sama sekali. Justru yang ada adalah nama Betty dan Helmi. Sedangkan Helmi sudah dipidana dan dinyatakan bersama-sama Betty melakukan tindak pidana bersama.

"Apalagi Betty ini agak aneh, di KTP beragama Hindu, di BAP beragama Kristen, namun ketika disumpah beragama Budha. Jadi apa yang dijadikan pegangan kalau sumpahnya sudah kacau balau, bagi kami sangat meragukan keterangan yang diberikan," papar Yusril.

Anggota tim kuasa hukum Edward, Charles menujukkan bukti bahwa Betty diindikasi memberikan keterangan tidak benar. Selama ini Betty menyatakan saham itu milik Ortus, padahal berdasarkan surat ini jelas saham itu milik dia sendiri.

"Bahkan saham 2/3 sebagai pengendali. Ini merupakan bukti yang dimiliki untuk pembelaan Edward. Bukti ini sempat ditolak/diakui oleh Betty dalam sidang lalu. Helmi tadi tidak mengelak, dia mengakui," ujarnya. "Saat ini terbuka jelas bahwa saham di PT Sugih, dia (Betty) memiliki 23,6 persen, bukan saham Ortus. Prinsipnya dengan saham sebesar itu, dia yang mengendalikan," jelasnya.

Yusril menambahkan, Edward tak pernah bertemu Helmi, karena saham sudah dijual di pasar modal. Selain itu, pihaknya akan melakukan perlawaan terkait praperadilan yang sudah diterima, status tersangkanya gugur, namun jaksa masih memproses tuntutan disidang.

"Perkara Pak Edward sudah diputuskan pada pra peradilan Jakarta Selatan, dikabulkan. Diminta supaya perkara ini dihentikan dan dicabut dari register perkara. Tapi kemudian oleh jaksa ngotot dilanjutkan," jelasnya.

Terkait langkah selanjutnya, pihaknya akan mengadukan perkara ini ke polisi dan Kejagung, baik jaksa agung sebagai satu kesatuan maupun hakim. Menurutnya, Putusan praperadilan merupakan putusan pengadilan Jakarta Selatan. Putusan dianggap benar/sah dan berlaku sebelum dibatalkan oleh putusan yang lain.

Hal ini tegas Yusril adalah penyalah gunaan wewenang. Untuk itu, pihaknya pada Minggu ini juga akan melaporkan jaksa agung ke polisi, supaya ditindak karena jelas ada pasal-pasal pidana yang dilanggar, yaitu pasal-pasal penyalah gunaan kewenangan.

"Jadi sah-sah saja kalau kita mau laporkan. Itu ada dasarnya yang cukup bagi kita. Tidak boleh orang yang sudah dinyatakan pra peradilan sudah diterima, sudah tidak boleh di tuntut di pidana. Dan itu ada surat edaran jaksa agung yang mengatakan bahwa kejaksaan patuh pada putusan pra peradilan," pungkas Yusril.(rif)

Penulis: Marsudi Yudi


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Irjend Pol. Ike Edwin, Figur Calon Komisioner KPK
News
Kapolri Jenderal Tito Karnavian berjanji akan mengirimkan perwira-perwira tinggi Polri terbaik untuk dicalonkan sebagai pimpina...
Sukses Raih WTP, LPP TVRI Dapat Tambahan Anggaran Rp 224 M
News
Jakarta, sentananews.comSetelah tiga tahun berturut-turut mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WDP), Lembaga Penyiaran Pub...
TNI AD Gelar Festival Musik Jalanan di Serpong
News
Salah satu bukti kemanunggalan dengan rakyat, TNI AD menggelar Festival Musik Jalanan di Mall Living World Alam Sutera, Pakulon...
HUT Hidrografi Dunia 2019, Pushidrosal Gelar Saresehan
News
Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal) gelar Saresehan dalam rangka memperingati Hari Hidrografi Duni...
​Wiranto: Aksi Massa di MK Bukan dari Prabowo
News
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Jenderal TNI (Purnawirawan) Wiranto, memastikan, aksi massa dalam sida...
​PMJ Dalami Dugaan Penggelapan Dirut PT KBN
News
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono mengungkapkan, pihaknya masih mengkaji kasus dugaan penggelapan yang menye...
​Demi Rekonsiliasi, PKB Tak Masalah Oposisi Merapat ke Jokowi
News
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengaku tak keberatan jika partai oposisi bergabung dan mendapat j...
HUT Jakarta ke-492, Terminal Kalideres Dipercantik
News
Jakarta, sentananews.comUntuk memeriahkan HUT Jakarta yang ke-492, Terminal Kalideres Jakarta Barat akan dipercantik. Seluruh s...
Beri Waktu Panjang Tim 02 Revisi Gugatan, TKN: MK Tak Adil
News
Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menganggap ada 'ketidakadilan' dari Mahkamah Konstitusi (MK) terkait PHPU P...