Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Susi: Malaysia Perbanyak Beli Produk Dari Indonesia

29 April 2016, 18.57.25

Susi: Malaysia Perbanyak Beli Produk Dari Indonesia

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti

Jakarta, Sentananews.com

Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti menerima Menteri Pertanian Malaysia Dato Sri Ahmad Shabery Cheek yang menyatakan Malaysia tertarik untuk membeli lebih banyak produk perikanan dari Indonesia.

"Kami membicarakan masalah bilateral, misalnya, mereka ingin membeli lebih banyak produk-produk dari Indonesia," kata Susi Pudjiastuti setelah menerima Mentan Malaysia di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Jakarta, Jumat (29/4).

Menurut Susi, pihak Malaysia juga menyatakan kehilangan banyak produk perikanan antara lain karena ada persoalan perbatasan dengan sejumlah negara lainnya terkait teritorial perairan.

Selain itu, ujar dia, Malaysia juga memiliki banyak produksi ikan kerapu yang bibitnya sebenarnya berasal dari sejumlah daerah di Indonesia seperti Bali dan Lombok.

Sebagaimana diwartakan, Malaysia mencatatkan diri sebagai negara yang aktif menanamkan modalnya ke Indonesia di berbagai bidang industri, bahkan pada 2015, negara ini menduduki posisi ke-2 sebagai investor terbesar setelah Singapura.

"Realisasi investasi Malaysia ke Indonesia tumbuh pesat sekitar 73 persen dibanding tahun sebelumnya," kata Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Franky Sibarani disela-sela kegiatan Indonesia-Malaysia Investment Forum 2016 di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (29/4).

Franky menjelaskan, pada 2015, realisasi investasi Malaysia tumbuh sebesar 73 persen dibandingkan tahun sebelumnya senilai 3 miliar dolar AS.

Sedangkan nilai komitmen investasi Malaysia pada periode yang sama mencapai 5,5 miliar dolar atau naik 148 persen dari capaian tahun sebelumnya.

Bagi Indonesia, kata Franky, Malaysia sangatlah penting karena investor negara ini sangat mengenal dengan keadaan Indonesia.

Sedangkan negara non-ASEAN, setidaknya perlu waktu untuk memahami Indonesia. "Jadi dapat dikatakan, Malaysia lebih cepat pahami Indonesia," ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan berbagai aturan tegas dikeluarkan KKP karena bila sumber daya laut semakin diregulasi, produksinya semakin naik.

"Dalam dunia kelautan semakin diregulasi semakin sehat kondisi samudera kita. Pengaturan dalam jumlah jenis kapal di bidang penangkapan tidak akan menurunkan produksi, tetapi hanya akan meningkatkan produksi. Itu sudah hukumnya," kata Menteri Susi dalam acara Chief Editors Meeting di Gedung Mina Bahari IV, kantor KKP, Jakarta, Jumat (1/4) malam.

Menteri Susi mengingatkan kalau kondisi kawasan perairan sudah "overfishing" seperti di laut sekitar Timur Tengah dan Afrika maka sumber dayanya sudah habis sehingga regulasi juga sia-sia.

Selain itu, ujar dia, semakin kecil ukuran sumber daya ikan pertanda keadaan samudera semakin tidak sehat, karena tidak ada waktu bagi ikan untuk bereproduksi.

Editor: Aditya Pratomo


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Presiden Instruksikan Panglima TNI Tangani Wilayah Gempa Terisolir
News
Presiden Joko Widodo mengakui hingga saat ini masih terdapat beberapa wilayah di Lombok yang belum dapat dijangkau dan mendapat...
Gempa Lombok, Kerugian Ekenomi Sementara Capai Rp 5,04 T
News
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan, gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Barat (NTB) pekan lalu menimb...
Menteri Basuki Suntik Motivasi 9 Ribuan Mahasiswa Baru UGM
News
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono memberikan suntikan motivasi bagi ribuan mahasiswa baru U...
​Aksi Pertamina Peduli Untuk Gempa Lombok
News
Guratan letih yang terlihat di wajah Lalu Fikri perlahan memudar ketika tempat pengungsiannya bersama keluarga dan masyarakat D...
Pertamina - RS TNI AL Kupang Gelar Bakti Sosial Bersama
News
Sebagai salah satu wujud tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat serta dalam rangka menyambut HUT Proklamasi RI' ke ...
GPNN Desak KPK Tangkap Menteri BUMN
News
Pelanggaran Hukum pada pelelangan terbatas pekerjaan pembangunan Bandar udara Baru Kulon Progo (New Yogyakarta International ai...
Kementrian PUPR Fungsikan 15 Sumut Bor Untuk Pengngsi Lombok
News
Sebanyak 15 sumur bor dan pompa air tanah (PAT) dengan kapasitas 15 - 20 liter/detik yang tersebar di sembilan desa di Kabupate...
Posko Pertamina Terus Salurkan Bantuan Korban Lombok
News
PT Pertamina (Persero) terus memberikan beragam bantuan kepada korban gempa Lombok. Hingga Kamis, (9/8), Pertamina telah menyal...
​JC Bertekad Total Dukung Jokowi-Amin Hingga Akar Rumput
News
KETUA Harian Koordinator Nasional Jokowi Centre (JC), Sahat Lumbanraja menegaskan bahwa pihaknya sebagai relawan akan total ber...