Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Tujuh Penjual Obat Ilegal Dibekuk Polisi

8 Feb. 2019, 8.45.35

​Tujuh Penjual Obat Ilegal Dibekuk Polisi

Jakarta, sentananews.com

TUJUH penjuat obat ilegal dibekuk jajaran Subdit Industri Perdagangan (Indag) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menjelaskan, tujuh orang tersebut yakni MY (19), MA (28), HS (29), MS (29), SF (29), ML (29) dan MD (18). Ketujuhnya ditangkap di lokasi yang berbeda.

"Ada yang ditangkap di Bekasi Kota, Jakarta Timur, Tangerang dan Jakarta Barat. Kebanyakan lokasinya itu di toko kosmetik dan ada juga di toko obat," kata Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (7/2).

Argo menegaskan, para pelaku ditangkap lantaran menjual atau mengedarkan obat-obatan dengan tidak sesuai mekanisme dan aturan yang semestinya. "Obat-obatan yang dijual merk Tramadol, Hexymer, Trihexyphenidly, Alprazolam dan Double LL. Tersangka menjual obat-obatan itu tanpa resep dokter dan tersangka tak dapat menunjukkan dokumen perizinan apotek dan izin apoteker," papar Argo.

Dikatakan Argo, para konsumen dari obat-obatan tersebut didominasi oleh kalangan remaja dan kalangan pelajar SMP dan SMA. "Mereka mengonsumsi itu sebelum melakukan aksi tawuran biasanya. Karena supaya tak berasa saat terkena benda atau senjata tajam," ujarnya.

Obat-obatan yang dijual para tersangka terhadap para konsumen dengan harga mulai dari Rp 10.000 hingga Rp 25.000 per paket dengan plastik klip kecil. "Dari sales 1 butirnya ini satu begini isi 5 itu antara Rp 10.000 sampai Rp 25.000 dengan isi 3-5 butir, seperti ini dijualnya ya per paket," ucapnya.

Sementara itu, perwakilan dari BPOM DKI Zulfikar menerangkan obat-obatan yang dijual para pelaku tersebut memiliki efek yang dapat menyebabkan halusinasi.

"Dosisnya peningkatan dosis 5 sampai 10 kali itulah menimbulkan efek halusinasi tadi. Kalau pada dosis terapi dia tidak ada masalah itulah pengobatannya. Mungkin ya dampaknya kalau dipergunakannya jadi obat penenang kan ini lama-lama kecanduan juga bisa berbahaya. Tapi kalau pada dosis terapi untuk orang anti Parkinson tremor biasanya dipergunakan pada kasus kizuvreniya di rumah sakit jiwa, kalau kasarnya begitulah," pungkasnya.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 197 Jo Pasal 106 ayat (1) UU Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar.

Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 8 ayat (1) huruf a dan UU Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, dipidana paling lama 5 tahun penjara atau pidana denda paling banyak Rp 2 miliar. (rif)

Penulis: Sahat Amos Dio


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Beri Waktu Panjang Tim 02 Revisi Gugatan, TKN: MK Tak Adil
News
Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menganggap ada 'ketidakadilan' dari Mahkamah Konstitusi (MK) terkait PHPU P...
​Banjir Konawe, 807 Jiwa Terserang Penyakit
News
Rumah Sakit Puskesmas Pondidaha, Kecamatan Pondidaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), merilis data sebanyak 807 j...
​Pengamat: Hakim MK Sidang Gugatan Prabowo Cukup Adil
News
Sejumlah pengamat menilai hakim Mahkamah Konstitusi (MK) dalam sidang sengketa pemilihan presiden (pilpres) 2019 bersikap cukup...
​Polisi Bekuk Kawanan Curanmor Bersenpi di Bekasi
News
Unit I Subdit 3 Resmob Dit Reskrim Polda Metro Jaya mengungkap tindak pidana pencurian dengan kekerasan, serta kepemilikan senj...
DPD Demokrat DKI Jakarta Tolak Desakan KLB
News
Jakarta, sentananews.comDewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat DKI Jakarta, menolak desakan beberapa senior pendiri partai...
Ribuan Warga Kembangan Utara Dapat Bantuan Dari Pemerintah
News
Jakarta, sentananews.comRibuan warga berbondong-bondong mendatangi Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) RW 01, Kembangan Uta...
​Fasilitasi Aksi Massa 26-28 Juni, BPN: Itu Berita Bohong
News
Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Andre Rosiade membantah pihaknya memfasilitasi aksi massa tanggal 2...
Sejumlah Advokat Laporkan Bambang Wijoyanto ke PERADI
News
KUASA hukum Capres 02, Dr, Bambang Wijoyanto, S.H, M.H dilaporkan ke Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Perhimpunan Advokat Indonesi...
TKN Sebut Tim Hukum 02 Cenderung Cari-cari  Kesalahan
News
Jakarta, sentananews.comTim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf menyebut Tim Hukum 02 cenderung mencari-cari kesalahan dan mel...