Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Wiranto Minta Aparat Cegah Warga ke Jakarta 22 Mei

17 Mei 2019, 0.43.12

​Wiranto Minta Aparat Cegah Warga ke Jakarta 22 Mei

Jakarta, sentananews.com

Menko Polhukam Wiranto meminta pemerintah daerah dan aparat di seluruh daerah menghalau pergerakan masyarakat menuju DKI Jakarta pada waktu pengumuman hasil rekapitulasi suara pemilu oleh KPU pada 22 Mei 2019.

Menurutnya, permintaan itu dilakukan agar tidak terjadi penumpukan massa di Jakarta saat pengumuman hasil pemilu.

"Saudara-saudara sekalian dari daerah tolong ya Forkompimda, Pangdam, Kapolda jangan biarkan masyarakat keluar daerah menuju Jakarta," ujar Wiranto dalam Rakornas Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Tahun 2019 di Hotel Grand Paragon, Jakarta, Kamis (16/5).

Wiranto menuturkan upaya membendung warga dari luar daerah menuju Jakarta juga untuk mencegah terjadi konflik sosial. Sebab, ia menyebut jelang pengumuman hasil pemilu terdapat indikasi dan kecenderungan konflik sosial.

Wiranto menuturkan salah satu cara menghalau pergerakan masyarakat daerah ke Jakarta adalah dengan cara memberi pengertian. Misalnya, ia meminta aparat di tingkat desa hingga provinsi mengingatkan masyarakat daerah akan kesulitan menjalankan puasa jika pergi ke Jakarta.

"Jelaskan ke masyarakat tidak perlu ke sana (Jakarta). Pemilu sudah selesai, sudah ada hasilnya. Percuma sampean ke sana, puasa lagi, sahurnya di mana, bukanya di mana tidak jelas. Mereka mikir pasti," ujarnya.

Di sisi lain, Wiranto menuturkan banyak pemberitaan mengenai hasil pemilu pasca pemungutan suara. Ia menyebut pemberitaan tersebut telah menimbulkan kesalahpahaman yang berpotensi menimbulkan konflik sosial di tengah masyarakat.

"Kalau konflik sosial tidak bisa kita redam, menjadi konflik nasional. Kalau konflik nasional terjadi maka menggangu stabilitas keamanan nasional yang bisa berpengaruh kepada pembangunan nasional, bisa menggangu capaian sasaran kita sebagai bangsa," ujar Wiranto.

"Sial-sialnya kita bisa pecah sebagai bangsa," ujarnya menambahkan.

Atas kondisi itu, ia sepakat dengan segala upaya, salah satunya menyinergikan kekuatan pusat dan daerah untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa agar terhindar dari konflik sosial.

Lebih dari itu, Wiranto mengingatkan persatuan dan kesatuan bangsa merupakan modal bagi Indonesia terlepas dari konflik sosial yang berkepanjangan. Beberapa konflik sosial yang tidak berlangsung lama di Indonesia, yakni agresi Belanda, pemberontakan PKI, peristiwa Malari, hingga reformasi.

Polri Jamin Keamanan

Sementara Polri menjamin situasi keamanan pada saat hari pengumuman hasil penghitungan suara Pemilu pada 22 Mei 2019. Polri memastikan situasi akan aman.

"Kami jamin aman. Polisi dibackup oleh TNI, meyakinkan semua wilayah NKRI Insya Allah aman," kata Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal di Mabes Polri, Kamis (16/5).

Iqbal menyampaikan sampai saat ini situasi di seluruh wilayah Indonesia juga relatif aman dan kondusif. Bagi masyarakat yang ingin melakukan aksi penyampaian pendapat di muka umum, diimbau untuk melakukannya dalam koridor aturan yang berlaku.

"Ada batasan-batasan, menghormati hak asasi orang, memperhatikan persatuan dan kesatuan bangsa dan sebagainya," ujarnya.

Namun, Iqbal menyampaikan jika ada pihak-pihak yang melanggar aturan atau hukum saat melalukan aksi, maka aparat kepolisian juga akan memberikan tindakan tegas.

"Kalau ada siapa pun, kelompok mana pun, yang melakukan upaya-upaya melanggar hukum, anarkis, tentunya kami ada mekanisme di lapangan," tutur Iqbal.

Lebih lanjut, Iqbal mengatakan Polri juga terus melakukan patroli siber untuk melalukan profiling ataupun identifikasi terhadap konten hingga pelaku penyebar hoaks.

"Ada berbagai info di medsos, kita tidak boleh juga terlalu percaya, tapi prinsip institusi kepolisian itu selalu tidak boleh underestimate," katanya.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menuturkan Polri mengerahkan 32 ribu personel untuk pengamanan pengumuman hasil penghitungan suara di Komisi Pemilihan Umum. Pengamanan yang juga dilakukan dengan empat ring tersebut sebagai antisipasi tindakan terorisme.

Pengamanan akan dilakukan sebelum hari pengumuman berlangsung. Pada 22 Mei fokus utama pengamanan adalah di KPU karena menjadi tempat atau pusat pengumuman dilakukan.@STN-02


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Jokowi-Ma'ruf Pemenang,  Indonesia  Milik Bersama
News
Jakarta, sentananews.comIndonesia adalah negara besar yang membutuhkan peran semua pihak untuk bersama-sama memajukannya menjad...
​Aksi Demo Tak Puas Pasca Hasil Perhitungan Hal Biasa
News
Aksi demo yang dilakukan oleh rakyat yang tidak puas dengan penyelenggaraan Pilpres merupakan hal yang biasa.Hal ini disampaika...
Mudik 2019,  Diharapkan  Berjalan  Aman dan Lancar
News
Jakarta, sentananews.comMenteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi mengatakan, mudik 2019 akan menjadi mudik yang aman dan...
Syukuri Kemengangan, Tanggung Jawab Bagi Kemajuan Negeri
News
Jakarta, sentananews.comHasil akhir rekapitulasi penghitungan secara berjenjang dari bawah, akhirnya menetapkan Jokowi-KH Ma'ru...
​Panglima TNI Safari Ramadhan ke Polda Banten
News
Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Wakapolri, Komjen Pol Drs. Ari Dono Sukmanto, S.H. mengunjungi Banten...
​Polisi Perketat Penjagaan Gedung KPU dan Bawaslu
News
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono menegaskan, bahwa menjelang pengumuman hasil Pemilu 2019 pada 22 Mei mendatang ...
Satpol PP Meruya Utara Gelar Operasi Miras
News
Jakarta, sentananews.comPetugas gabungan Satpol PP Kel.Meruya Utara Kec.Kembangan Jakarta Barat menggelar operasi minuman keras...
​TPPU Kasus Narkotika, BNN Sita Aset Rp 10 Miliar
News
Kepala Biro Humas dan Protokol Badan Narkotika Nasional (BNN), Kombes Pol Sulistyo Pudjo Hartono mengungkapkan, pihaknya berhas...
​KSBSI DKI Tegas Tolak People Power
News
Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) DKI Jakarta menegaskan sikap untuk tidak melakukan aksi dan kegiatan dala...