Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Kendaraan Jaman "Now" Gunakan BBM Beroktan Tinggi

7 Jan. 2018, 15.22.44

Kendaraan Jaman "Now" Gunakan BBM Beroktan Tinggi

Jakarta, sentananews.com

Pengamat otomotif, Bebin Djuana mengatakan, kendaraan bermotor yang mayoritas gencar dipasarkan produsen otomotif dan jaringannya saat ini memiliki teknologi terkini, sehingga wajar jika tuntutan BBM yang dikonsumsi adalah dengan angka oktan tinggi (di atas 88 atau 90).

"Karena BBM dengan angka Research Octane Number (RON) rendah alias angka oktan rendah, berdampak negatif pada mesin-mesin kendaraan keluaran mutakhir," kata Bebindalam keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta kemarin.

Menurut dia, mesin-mesin keluaran teknologi terkini memiliki rasio kompresi udara yang tinggi di ruang bakar. "Biasanya pada kisaran 9:1 atau lebih," ucapnya.

Dikatakan, mesin kendaraan bermotor keluaran terbaru saat ini memang tidak diperuntukkan bagi BBM dengan angka RON rendah, semisal bensin Premium.

"Jika dipaksakan, maka akan memunculkan banyak masalah. Karena pembakaran tidak sempurna, maka mesin akan menjadi mengelitik, tenaga berkurang, dan membuat mesin tidak awet. Kesannya murah dan hemat, tetapi sebenarnya sangat merugikan pengguna," kata dia

Sementara Direktur Eksekutif Komite Penghapusan Bensin Bertimbal, Ahmad Syafruddin mengatakan, selain berdampak negatif bagi mesin kendaraan bermotor, BBM dengan angka RON rendah juga berakibat buruk terhadap lingkungan hidup dan kesehatan.

"Karena pembakaran tidak sempurna, maka BBM RON rendah akan menghasilkan emisi sangat tinggi. Selain itu, juga akan menghasilkan karbon monoksida dan nitrogen dioksida yang juga tinggi," kata Syafruddin.

Bagi kesehatan, kata dia, buangan hidrokarbon sangat berbahaya karena bisa memicu kanker. "Sedangkan karbon monoksida bersifat racun dan nitrogen dioksida dapat memicu penyakit paru-paru," ucapnya.

"Di tengah kebijakan pemerintah dalam menerapkan standar emisi Euro-4, ternyata BBM RON rendah pun sudah tidak sesuai bagi standar emisi Euro-2 atau lebih tinggi lagi," demikian Ahmad Syafruddin.

Editor: Syarief


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Madrid Kuat Karena Kerasnya Kompetisi
Otomotif
Dominasi Real Madrid i kancah sepak bola Eropa tidak lepas dari kerasnya persaingan di La Liga. Kompetisi domestik itu membuat ...
Presiden Minta Mobil Produksi Lokal Kompetitif
Otomotif
Disela-sela perjalanannya dari Surakarta menuju Magelang, Jawa Tengah, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyempatkan diri meninjau...
​Ricardo Gelael: Kendaraan Sean-Nato Prima
Otomotif
Sakhir Bahrain, sentananews.com Ricardo Gelael memastikan kendaraan yang digunakan Sean Gelael dan Norman Nato pada balapan For...
​MotoGP Argentina, Marquez Rebut Pole
Otomotif
Pebalap Repsol Honda Marc Marquez sukses merebut posisi start terdepan (pole position) setelah mencatatkan waktu tercepat dalam...
​Produksi Mobil Honda Capai Satu Juta Unit
Otomotif
Setelah bveroperasi sejak 14 tahun lalu, PT Honda Prospect Motor (HPM) yang berlokasi di Karawang Jawa Barat merayakan pencapai...
​Peugeot Akan Kembangkan Vauxhall
Otomotif
Produsen mobil Prancis PSA Peugeot berjanji kepada Perdana Menteri Inggris, Theresa May, akan mengembangkan merek Vauxhall jika...
Isuzu Optimis Berikan Pelayanan Terbaik ke Konsumen
Otomotif
Sempat mengalami penurunan penjualan pada 2016 lalu, PT Isuzu Astra Motor Indonesia tetap optimistis dalam memberikan pelayanan...
​Nissan Grand Livina Pede Melawan New Mobilio
Otomotif
Model low multi purpose vehicle (LMPV) saat ini masih menjadi favorit masyarakat Indonesia untuk urusan beli mobil. Oleh karena...
​Produsen Bentley Luncurkan Mobil Tercepat
Otomotif
Produsen mobil ultra mewah Bentley meluncurkan kendaraannya yang "paling cepat dan kuat", yaitu Bentley Continental Supersports...