Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Hasto: Kami Tak Terpikir Ganti Anas

5 Jan. 2018, 16.29.24

​Hasto: Kami Tak Terpikir Ganti Anas

Jakarta, sentananews.com

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan. Hasto Kristiyanto menegaskan, bahwa dalam mengambil keputusan partainya selalu melakukannya secara seksama, melalui pertimbangan yang matang, dan tahapan-tahapan yang jelas dan terukur.

"Sekali keputusan politik diambil, Partai kokoh dan konsisten atas keputusannya, sebab keputusan diambil berdasarkan prinsip sebagai Partai yang menjabarkan ideologi Pancasila," tegas Hasto dalam penjelasannya yang beredar di kalangan wartawan, Jumat (05/1/2018) menanggapi isu mundurnya Abdullah Azwar Anas dari pencalonan Pilkada Jawa Timur,

Menurutnya, ketika Partai mengambil atas pertimbangan ideologis, maka paslon yang diusung didedikasikan untuk rakyat, bangsa dan negara. "Gus Ipul dan Anas lahir dari kultur NU, dan keduanya memiliki kinerja yang baik dan membanggakan. Keduanya memiliki wawasan yang luas dan hadir sebagai representasi kepemimpinan profesional dengan akar dukungan rakyat yang sangat kuat. Karena itulah PDI Perjuangan tidak pernah memiliki pemikiran sedikitpun untuk mengganti paslon tersebut," paparnya.

Hasto mengingatkan, bahwa dalam alam politik kekuasaan menang-menangan yang sering diterapkan "pihak sana", pihak yang memuja kekuasaan, dan dengan demikian melupakan etika dan moral, memang ada kecenderungan menghalalkan segala cara.

"Mereka yang telah kami pilih, dan punya potensi menang, tentu saja secara sengaja dan sistematis dicoba diturunkan elektabilitasnya. Isu yang sering dipakai adalah masalah moral, melalui rekayasa pelanggaran moral; isu korupsi; dan berbagai isu lainnya termasuk ujaran kebencian dan memecah belah antara calon dan parpol pengusungnya," ketusnya.

Atas berbagai dinamika tersebut Hasto meminta kepada seluruh paslon untuk tetap teguh pada jalan kepemimpinan untuk rakyat. "Perubahan hanya bisa terjadi melalui force majure, misal calon berhalangan tetap, atau mengundurkan diri karena tidak diijinkan oleh keluarga dekatnya, atau karena kepentingan yang lebih besar sebelum batas akhir pendaftaran," pungkasnya.

Editor: Syarief Lussy

To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Saat Lari Pagi, Bima Arya Kenalkan Calon Wakil
Pilkada
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto memperkenalkan kepada warga calon yang akan mendampinginya mengikuti pemilihan wali kota dan...
Partai Koalisi Sepakati Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul
Pilkada
Partai koalisi yang terdiri dari Partai NasDem, PKB, PPP, dan Hanura sudah sepakat mengusung Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum pada...
​Ridwan Kamil Optimis Didukung PDIP
Pilkada
Bakal Calon Gubrnur Jawa Barat, Ridwan Kamil optimis Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan mendukungnya di Pemiliha...
​Anas Dikabarkan Mundur, PDIP AkanGelar Rapat
Pilkada
Isu mundurnya Cawagub Abdullah Azwar Anas yang berpasangan dengan Saifullah Yusuf pada Pilgub Jawa Timur 2018 semakin santer be...
Cagub-Cawagub Koalisi PKS-Gerindra-PAN Diumumkan
Pilkada
Koalisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Gerindra, dan Partai Amanat Nasional (PAN) secara resmi telah mengeluarkan nama-nama c...
​PDIP Lirik mantan Gubernur DKI Untuk Pilgub Sumut
Pilkada
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melirik mantan Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat untuk dijagokan dalam Pe...
​Pilgub Jabar, Demokrat Akhirnya Koalisi dengan Golkar
Pilkada
Belum cukup sehari ditinggalkan PKS dan PAN, Demokrat sudah punya gandengan baru di Pilgub Jawa Barat (Jabar) 2018 setelah sepa...
​Rekomendasi untuk Khofifah-Emil Diperbarui Golkar
Pilkada
Surat rekomendasi pengusungan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak untuk Pemilihan Gubernur dan Wakil Guber...
PKS, Gerindra dan PAN Koalisi di Pilgub Jabar
Pilkada
Partai Gerindra, PKS, dan PAN, akan bekerja sama dalam Pemilihan Gubernur di lima provinsi, termasuk Jawa Barat, pada 2018.Demi...