Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Heboh Saat Kampanye, Pilkada DKI Berlangsung Aman dan Lancar

20 April 2017, 11.38.26

​Heboh Saat Kampanye, Pilkada DKI Berlangsung Aman dan Lancar

Jakarta, Sentananews.com

Hiruk-pikuk pemilihan gubernur DKI Jakarta akhirnya mencapai klimaks dengan berlangsungnya pencoblosan atau pemungutan suara dalam suasana aman dan lancar pada Rabu kemarin.

Selain berlangsung aman dan lancar, pemilihan kepala daerah (pilkada) DKI Jakarta kali ini tampaknya juga menghasilkan gambaran bahwa ibu kota akan dipimpin oleh gubernur dan wakil gubernur yang baru. Setidaknya itu yang tergambar dari hasil hitung cepat (quick count) beberapa lembaga survei yang menunjukkan pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno unggul dibandingkan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Bahkan Anies-Sandi mengungguli Basuki-Djarot di seluruh hitung cepat. Sebagaimana dikutip dari Antaranews.com, pada Lingkaran Survei Indonesia pada pukul 18.00 WIB dengan data masuk 99,71 persen, Anies-Sandi memperoleh suara 55,41 persen, sedangkan pasangan Basuki-Djarot mendapatkan 44,59 persen suara.

Hasil hitung cepat Indikator dengan data masuk 100 persen, pasangan Anies-Sandi mendapat suara 57,89 persen, sedangkan pasangan Basuki-Djarot memperoleh 42,11 persen suara. Sedangkan PolMark Indonesia dengan data masuk 99,75 persen, Anies-Sandi memperoleh 57,53 persen suara dan pasangan Basuki-Djarot mendapat suara 42,47 persen.

Sedangkan, hitung cepat yang dilakukan Indo Barometer yang disiarkan Antaranews dengan data masuk 99,67 persen menempatkan pasangan Anies-Sandi dengan perolehan suara 58,5 persen, Basuki-Djarot mendapat suara 41,5 persen. Voxpol Center dengan data masuk 100 persen, Anies-Sandi mengungguli pasangan Basuki-Djarot dengan perbandingan 59,4 persen dan 40,6 persen.

Begitu pula dengan hasil hitung cepat yang dilakukan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dengan data masuk 99,91 persen, Anies-Sandi mendapatkan suara 58,1 persen dan Basuki-Djarot memperoleh 41,9 persen suara.

Perkiraan Anies-Sandi akan memenangkan rivalitas pilkada DKI Jakarta sebenarnya sudah tersiar ke media massa nasional ketika sejumlah lembaga survei menyiarkan hasil surveinya beberapa hari sebelum hari pemungutan suara. namun rentang angka perkiraan perolehan suaranya relatif hanya lima sampai 10 persen.

Angka-angka survei itu juga masih menyisakan kemungkinan berbalik karena masih berkisar 4,4 hingga 15 persen responden belum menyatakan pendapat atau merahasiakan pilihannya.

Yang mengejutkan, angka-angka responden yang belum menyatakan pilihan atau merahasiakan pilihannya menjatuhkan pilihan kepada Anies-Sandi.

Pada pilkada DKI Jakarta putaran pertama pada 15 Februari 2017, Ahok-Djarot adalah jawara. Berdasarkan rapat pleno rekapitulasi penghitungan suara tingkat provinsi oleh KPU DKI pada 4 Maret 2017, pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylvina Murni memperoleh 937.955 suara atau 17.07 persen. Ahok-Djarot memperoleh 2.364.577 suara atau 42,99 persen dan Anies-Sandiaga memperoleh suara 2.197.333 atau 39,95 persen.

Hasil hitung cepat beberapa lembaga survei menunjukkan angka Ahok-Djarok rata-rata pada angka 41-42 persen, sedangkan Anies-Sandi melejit hingga di atas 55 persen. Beberapa analis memperkirakan melejitnya perolehan suara Anies-Sandi di putaran kedua ini berasal dari suara Agus-Silvi.

Selain hasil hitung cepat yang tersiar setelah pencoblosan pukul 13.00 WIB, indikasi bahwa petahana akan "tumbang" adalah adanya "exit poll" yang beredar di media sosial seperti WhatsApp sekitar pukul 09.00 WIB.

Isinya berupa hasil "exit poll" bahwa Anies-Sandi menang dalam pilkada ini. Media berhati-hati menyiarkannya karena dapat mempengaruhi pemilih sehingga banyak yang menyiarkannya setelah TPS ditutup tetapi sebelum dilakukan penghitungan suara.

Namun peredarannya di media sosial tetap tidak terkendali. Pesannya berantai dan terus tersebar. Meski hasil "exit poll" itu sering dipertanyakan akurasinya, namun cukup menjadi gambaran di tengah persaingan ketat dan sengit dalam "head to head" untuk menjadi pemenang.

Di tengah rasa penasaran dan rasa keingintahuan publik mengenai hasil pilkada DKI, hasil "exit poll" cukup menjadi jawaban, apalagi saat itu belum waktunya bagi lembaga survei mengumumkan hasil hitung cepat. Namun beberapa lembaga survei kemudian mengumumkan angka demi angka hasil hitung cepatnya yang cenderung sama, yaitu Anies-Sandi memenangkan pertarungan.

Tak seberapa lama setelah sejumlah media "online" menyiarkan "exit poll", hasil hitung cepat oleh beberapa lembaga survei diumumkan secara "online" maupun "live" di televisi.

Meski hasil "exit poll" dan hitung cepat menggambarkan angka-angka yang secara jelas mengenai siapa pememang pilkada DKI, namun semua itu masih harus mengikuti hasil yang diumumkan KPU DKI Jakarta sebagai lembaga penyelenggara pemilihan umum. Artinya, angka-angka yang diumumkan itu belumlah angka resmi atau bersifat sementara.

Dari sisi partisipasi pemilih, Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Saefullah mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran kedua karena berdasarkan pemantauannya di beberapa Tempat Pemungutan Suara, masyarakat antusias menggunakan hak politiknya.

Dia memantau TPS di Apartemen Kalibata dan Perumahan Sunrise Garden, Kedoya. Presentase partisipasi masyarakat sekitar 60 persen bahkan ada yang mencapai 70 persen. "Itu hasil yang bagus," kata Saefullah. (ant)

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Diskominfo Edukasi Pemilih Pemula Mengenai Pemilukada
Pilkada
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bogor dalam hal ini UPT Radio Tegar Beriman (Teman) lakukan edukasi dem...
Dialog Publik Pemuda Kuningan Hadapi Pilkada 2018
Pilkada
KPUD Kabupaten Kuningan bersama dengan Lembaga Pers Mahasiswa dan PMII Kabupaten Kuningan menggelar kegiatan dialog publik dan ...
KPUD Kab Bogor Tetapkan Nomor Urut Calon
Pilkada
Komisi Pemilihan Unum (KPU) Kabupaten Bogor mengelar rapat pleno pengundian nomor urut pasangan calon Bupati/wakil Bupati Bogor...
Sekda Tegaskan ASN Harus Netral
Pilkada
Untuk memastikan ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Bogor dalam rangka menghadapi pemilihan pilkada 2018, Sekda Adang Suptanda...
Saat Lari Pagi, Bima Arya Kenalkan Calon Wakil
Pilkada
Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto memperkenalkan kepada warga calon yang akan mendampinginya mengikuti pemilihan wali kota dan...
Partai Koalisi Sepakati Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul
Pilkada
Partai koalisi yang terdiri dari Partai NasDem, PKB, PPP, dan Hanura sudah sepakat mengusung Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum pada...
​Ridwan Kamil Optimis Didukung PDIP
Pilkada
Bakal Calon Gubrnur Jawa Barat, Ridwan Kamil optimis Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan mendukungnya di Pemiliha...
​Hasto: Kami Tak Terpikir Ganti Anas
Pilkada
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan. Hasto Kristiyanto menegaskan, bahwa dalam mengambil keputusan partainya selalu melakukannya...
​Anas Dikabarkan Mundur, PDIP AkanGelar Rapat
Pilkada
Isu mundurnya Cawagub Abdullah Azwar Anas yang berpasangan dengan Saifullah Yusuf pada Pilgub Jawa Timur 2018 semakin santer be...