Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Honor Belum Dibayar, Koordinator Saksi Gerunduk Rumah Ketua DPC Nasdem

14 Des. 2015, 20.40.02

​Honor Belum Dibayar, Koordinator Saksi Gerunduk Rumah Ketua DPC Nasdem

Negara, Sentananews.com

Pada Senin (14/12) siang, sejumlah koordinator saksi TPS dari Pasangan calon (Paslon) pilkada Jembrana, Bali, I Komang Sinatra-I Gusti Agung Ketut Sudanayasa mendatangi rumah ketua Tim Pemenangan pasangan tersebut, Eka, menuntut pembayaran upah mereka sebagai saksi.

Meskipun mendapatkan keterangan bahwa Eka sedang keluar rumah, mereka berusaha menunggunya dengan harapan Ketua DPC Partai Nasional Demokrat (Nasdem) tersebut pulang.

Kehadiran koordinator saksi ini sempat diterima Bendahara Tim Pemenangan I Komang Sinatra-I Ketut Ketut Sudanayasa, Made Widiasa, namun ia juga tidak bisa berbuat banyak.

Meskipun berstatus bendahara, dia mengaku, tidak pernah tahu masalah pendanaan pasangan tersebut, termasuk anggaran untuk membayar saksi.

Ia hanya mengatakan, sempat ada konsultan yang mengurus masalah pembayaran saksi, dengan janji setiap saksi mendapatkan honor Rp250 ribu.

"Dalam pemaparannya konsultan itu mengatakan, setiap TPS akan diisi dua saksi dan relawan. Untuk saksi utama, selain mendapatkan honor, juga dibekali handphone untuk menunjang komunikasi," katanya.

Menurut dia, satu hari menjelang pemungutan suara, masalah itu tidak jelas sehingga sempat muncul riak-riak, dan diputuskan satu TPS hanya diisi satu saksi dengan honor Rp100 ribu.

Koordinator Saksi Kecamatan Melaya Made Tirta mengatakan, meskipun honor dan jumlah saksi sudah dipangkas dari janji awal, dana belum sepenuhnya diserahkan tim pemenangan sehingga banyak koordinator yang membayari lebih dahulu.

Wayan Diantara, koordinator saksi di Kelurahan Pendem mengaku, terpaksa meminjam uang Rp1,7 juta untuk membayar saksi di 17 TPS karena tidak ingin ribut.

Hal yang sama juga dilakukan Ketut Pariatna, koordinator saksi Kelurahan Baler Bale Agung, yang terpaksa meminjam uang Rp1,6 juta untuk membayar saksi TPS.

Ia mengatakan, kewajibannya sebagai koordinator saksi sudah dilakukan sampai menalangi honor untuk saksi, sehingga ia menuntut hak-haknya terhadap pasangan calon maupun tim pemenangannya.

Putu Saniasa, koordinator saksi di Desa Berangbang yang juga terpaksa menalangi honor saksi mengatakan, mereka datang ke rumah Eka menuntut uangnya dikembalikan.

Para koordinator saksi di desa dan kelurahan ini mengancam, jika uang mereka tidak dikembalikan, akan melapor ke polisi dengan tuduhan penipuan.

Putu Gde Eka Sasthujana, yang dikonfirmasi wartawan lewat telepon membantah jika pihaknya belum membayar honor saksi.

Ia mengatakan, seluruh kebutuhan tim termasuk saksi sudah tertangani, dan yang datang ke rumahnya menuntut pembayaran tersebut hanya segelintir orang saja.

"Soal honor tentu kami tidak bisa memuaskan semua pihak. Yang jelas, semuanya sudah tertangani dan terbayar," katanya, dengan menambahkan dirinya tidak bisa pulang atau datang ke sekretariat karena ada kepentingan di Denpasar.

Editor: Agus Panjaitan


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

FSB Kamiparho Jakarta-Depok Tolak Perpecahan Karena Pilpres
Pilkada
MENJELANG Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 17 Apri 2019 situasi kondisi di masyarakat saat ini bisa dibilang kurang cukup baik...
Presiden Jokowi Apresiasi Peranan PGI Sambut Pemilu 2019
Pilkada
PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi upaya-upaya yang dilakukan oleh Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) menyam...
LBP Imbau Gereja Jangan Golput dan Waspadai Bahaya Hoax
Pilkada
MENTERI Koordinator (Menko) Maritim dan ESDM, Jenderal (Purn) TNI Luhut Binsar Panjaitan mengatakan gereja harus mewaspadai efe...
Buka Sidang MPL PGI 2019, Menag Singgung Peran Agama Dalam Demokrasi
Pilkada
MENTERI Agama (Menag) RI, Lukman Hakim Saefudin mengemukakan pentingnya peran agama dalam membangun demokrasi yang berkualitas....
Buya Syafii Berharap Pemilu 2019 Hasilkan Pemimpin Yang Waras
Pilkada
MANTAN Ketua Umum PP Muhamadiyah, Prof, Dr, Ahmad Syafii Maarif yang akrab disapa Buya Syafii berharap Pemilu 2019 menghasilkan...
H.Badar Tawarkan Program Kerja dari Rumah ke Rumah ​
Pilkada
Badar (50) dinilai telah melakukan tindakan nyata dengan turun langsung dan bersosialisasi dan memperkenalkan diri kepada masya...
Berharap Materi Debat Capres Bahas Soal Kebebasan Beribadah
Pilkada
DEBAT Capres perdana hari Kamis (17/2018) malam, akan menjadi sorotan seluruh masyarakat Inddonesia. Dalam debat ini akan terli...
Jaring Milea: Jangan Pilih Partai Akomodir Koruptor dan Pelanggar HAM
Pilkada
PERINGATAN Hari Anti Korupsi (HAK) dan Hari HAM Internasional tahun ini cukup meriah karena banyak lembaga pemerintah maupun no...
Buruh Bhinneka Tunggal Ika Deklarasi Dukung Jokowi-Amin
Pilkada
BERDASARKAN Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Ke-I Forum Nasional (Fornas) Bhinneka Tunggal Ika dan juga kesepakantan bersam...