Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Kemenangan Anies-Sandi Sudah Terlihat Sejak "Exit Pool"

20 April 2017, 11.40.52

​Kemenangan Anies-Sandi Sudah Terlihat Sejak "Exit Pool"

Jakarta, Sentananews.com

Kemenangan pasangan Anies Baswedan-Sandiago Uno dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta yang berlangsung, Rabu (19/4) kemarin sudah mulai terlihat setelah "exit poll" disampaikan ke publik dan hasil hitung cepat mulai menapaki prosentase yangs emakin besar dengan perolehan Anies-Sandi semakin kokoh.

PKS sebagai salah satu partai pengusung Anies-Sandi langsung menyampaikan pernyataan sikap bahwa jagonya menang pilkada DKI Jakarta. Sebagian orang menganggap "declare" itu terlalu prematur karena hitung cepat baru dimulai, namun angka kemenangan Anies-Sandi tampak semakin besar.

Dengan perolehan angka hitung cepat yang semakin kokoh, publik tampaknya semakin yakin bahwa Anies-Sandi akan benar-benar meraih kemenangan. Apalagi Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto kemudian menyatakan bahwa jagonya menang.

Namun pernyataan kemenangan itu masihlah klaim sepihak. Sebuah klaim kemenangan baru sebatas pernyataan politik semata jika pihak lawan tidak bersikap atau menanggapi klaim itu.

Di luar dugaan, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat mengucapkan selamat kepada Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Ucapan tersebut disampaikan secara langsung oleh pasangan Ahok-Djarot saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Rabu, terkait pelaksanaan pilkada DKI Jakarta putaran kedua.

"Kita sudah lihat hasil hitung cepat atau quick count. Hasilnya, pasangan Anies-Sandi unggul. Selamat kepada Pak Anies dan Pak Sandi," kata Djarot.

Meskipun demikian, dia menyatakan pihaknya akan tetap menunggu hingga hasil penghitungan resmi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta diterbitkan. "Tentunya, kami pasti akan menunggu sampai hasil resmi penghitungan suara atau real count yang dilakukan oleh KPU DKI Jakarta," ujar Djarot.

Ahok juga menyampaikan ucapan selamat kepada Anies-Sandi karena unggul dalam hitung cepat pilkada DKI Jakarta 2017. "Selamat, sekali lagi, kepada Pak Anies dan Pak Sandi. Kami terbuka untuk Pak Anies dan Pak Sandi. Kita semua sama. Kota Jakarta adalah rumah kita bersama," ungkap Ahok.

Dalam pernyataannya, Ahok-Djarot yang didukung PDIP, Golkar, Hanura dan Nasdem tidak secara tegas mengaku kalah dalam pilkada. Namun hanya menyampaikan selamat kepada Anies-Sandi atas keunggulan perolehan suara berdasarkan hasil hitung cepat.

Kekalahan petahana versi hitung cepat kali ini juga menambah catatan dalam lembar sejarah pilkada di Indonesia maupun di DKI Jakarta yang dimulai sejak 2005. Khusus di DKI Jakarta, pilkada pertama diselenggarakan pada tahun 2007.

Ketika itu, pilkada juga diikuti dua pasangan calon, yaitu Adang Daradjatun dan Dani Anwar yang didukung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Fauzi Bowo yang berpasangan dengan Prijanto. Pasangan itu didukung banyaks sekali partai politik..

Fauzi Bowo yang sebelumnya wagub DKI Jakarta maju menjadi calon gubernur didukuing PPP, PD, PDIP, Partai Golkar, PDS, PBR, PBB, PPNUI, PPDK, PKPB, PPDI, PBSD, PPIB, Partai Merdeka, PKB, PAN, PPD, Partai Patriot Pancasila, PKPI dan Partai Pelopor.

Rivalitas pilkada waktu itu cukup sengit, namun tidak seheboh dan segawat pilkada kali ini. Sengitnya pertarungan tergambar dari hasil akhir yang diumumkan KPU DKI Jakarta, Fauzi Bowo-Prijanto meraih 2.109.511 suara (57,87 persen), sedangkan Adang Daradjatun-Dani Anwar 1.535.555 suara (42,13 persen)

Kemudian pilkada DKI Jakarta pada 11 Juli 2012 diikuti enam pasnagan calon, yaitu Fauzi Bowo atau Foke sebagai petahana yang berpasangan dengan Nachrowi Ramli, Hendardji Soepandji-Ahmad Riza Patria, Joko Widodo-Basuki Tjahaja Puranama, Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini, Faisal Basri-Biem Triani Benjamin serta Alex Noerdin-Nono Sampono.

Pada pilkada putaran kedua 20 September 2012, petahana Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli berhadapan dengan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Waktu itu petahana tumbang.

Dari tiga kali pilkada yang diselenggarakan di DKI Jakarta sejak 2007, belum pernah ada petahana yang mampu memenangkan rivalitas dua kali untuk memimpin DKI dua periode. Tampaknya pemilih pada pilkada di DKI sangat cair. Begitu tidak puas terhadap kinerja petahana, pemilih akan meninggalkannya di periode kedua!

Begitu pula yang terjadi pada putaran kedua pilkada kali ini. Sebagian besar publik--yang tergambar dari hasil hitung cepat beberapa lembaga survei--tidak puas terhadap kinerja Ahok-Djarot, mereka pun memilih Anies-Sandi.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Hingga Batas Akhir, Tak Ada Calon Independen di Pilgub Jateng
Pilkada
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Jawa Tengah Joko Purnomo mengatakan bahwa, hingga tenggat penyerahan syarat dukungan...
Golkar: Emil Dardak Bisa Jadi Pendamping Khofifah
Pilkada
Golkar menyerahkan soal pendamping di Pilgub Jatim 2018 kepada Khofifah Indar Parawansa. Namun, jika diminta nama pendamping, G...
Michael Wattimena Ikut Bersaing di Pilgub Maluku
Pilkada
Sebagai bagian dari proses bakal calon (Balon) Gubernur Maluku untuk mengikuti Pilkada pada 27 Juni 2018, Wakil Ketua Komisi V ...
Bupati Bogor: Perlu Ada Sosialisasi di TPS
Pilkada
Bupati Kabupaten Bogor Nurhayanti mengatakan, perlu ada sosialisasi kepada masyarakat terkait proses pemungutan suara di TPS di...
Dugaan Penyalahgunaan Wewenang Masih Terjadi
Pilkada
Kepala Sekolah SMP Negeri 9 Kota Tangerang, Dra,Widyana Ramayanti MPd mengungkapkan, walau acuan Permendikbud nomor 17 Tahun 20...
​Tiga Bakal Calon Pilkada 2018 Diumumkan PKS
Pilkada
DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bogor, Jawa Barat mengumumkan tiga nama calon wali kota yang akan ikut berkompetisi pa...
Warga Bandung Sarankan Ahok Ikut Pilkada Jabar
Pilkada
Ternyata kecintaan warga terhadap Gubernur DKI, Jakarta Basuki Tjahaja Purnama bukan hanya datang dari Jakarta. Bahkan, rasa ke...
​Golkar Usung Suhaili Sebagai Cagub NTB 2018
Pilkada
DPP Partai Golkar resmi mengusung Bupati Lombok Tengah H Moh Suhaili FT sebagai calon gubernur pada Pilkada Nusa Tenggara Barat...
PKB Siapkan 3 Calon Wagub Pilkada Jabar 2018
Pilkada
Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar mengungkapkan, partainya tengah mempersiapkan sejumlah nama calon wakil gubernur untuk me...